Vitamin untuk Ibu Hamil

Dipublish tanggal: Sep 25, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Okt 7, 2019 Waktu baca: 5 menit
Vitamin untuk Ibu Hamil

Ibu hamil, ibu menyusui, maupun calon ibu yang sedang melakukan program kehamilan biasanya membutuhkan lebih banyak vitamin dan mineral tertentu dibandingkan orang pada umumnya, terutama kandungan asam folat yang sangat penting bagi kehamilan. 

Beberapa ibu hamil mungkin dapat memenuhi kebutuhan nutrisi dan vitaminnya melalui makanan yang dikonsumsi, tetapi ada sebagian lainnya yang memilih untuk mengonsumsi suplemen prenatal demi mendapatkan berbagai vitamin dan mineral yang baik untuk kondisi kesehatan ibu hamil maupun janin dalam kandungan. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Pendukung Gizi & Nutrisi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 8

Walaupun begitu, vitamin prenatal hanyalah pelengkap nutrisi, bukan pengganti nutrisi yang berasal dari sumber alami seperti buah, sayur, atau sumber makanan lainnya.

Apa saja vitamin untuk ibu hamil?

Vitamin ibu hamil biasa disebut dengan vitamin prenatal karena vitamin yang terdiri dari berbagai multivitamin dan mineral ini dibutuhkan ibu hamil selama masa kehamilan untuk mencukupi kebutuhan nutrisi ibu dan anak. Salah satu kandungan yang sangat penting selama hamil adalah asam folat dan zat besi.

Asam folat

Mengonsumsi asam folat sebelum hamil dan selama kehamilan dapat membantu mengurangi risiko cacat tabung saraf pada bayi. Tabung saraf sendiri merupakan struktur embrionik yang membentuk tulang belakang dan otak pada janin. Jika hal ini mengalami masalah, maka kemungkinan risiko gangguan spina bifida (bagian tulang belakang tidak menutup dengan benar) bisa saja terjadi. 

Baca juga: Spina Bifida pada Bayi

Asam folat atau vitamin B9 juga dapat membantu ibu hamil memproduksi sel darah merah sehingga mengurangi risiko ibu hamil mengalami anemia (kekurangan darah) yang dapat menyebabkan berat badan bayi lahir rendah, bayi lahir prematur, maupun anemia bawaan pada bayi. Asam folat dapat ditemukan pada sayuran hijau, kacang-kacangan, maupun buah jeruk.

Omega 3

Kandungan omega 3 sangat penting bagi kehamilan dan bayi dalam kandungan karena dapat membantu memberi struktur pada membran sel terutama pada otak dan retina mata. Omega 3 ini juga sangat baik untuk membantu meningkatkan perkembangan otak bayi. Asam lemak omega 3 umumnya termasuk dalam vitamin prenatal tetapi dapat pula digantikan dengan suplemen nabati, termasuk chia seed, rumput laut, kacang walnut, maupun edamame sebagai penggantinya.

Iklan dari HonestDocs
Beli Paket Prenatal (Panel Awal Kehamilan) via HonestDocs!

Cek ada tidaknya resiko gangguan kesehatan pada ibu hamil dan dapatkan treatment yang tepat secepatnya. Diskon 30% jika beli via HonestDocs sekarang!

Paket prenatal %28panel awal kehamilan%29 di path lab %28home services%29

Beberapa sumber omega 3 adalah ikan dan makanan laut, tetapi jenis makanan yang dipilih harus yang aman bagi kehamilan karena beberapa ikan mengandung merkuri yang tinggi sehingga berbahaya bagi kandungan dan dapat meningkatkan risiko kelainan pada bayi. Ibu hamil dapat mengonsumsi ikan salmon maupun udang yang mengandung merkuri rendah, tetapi harus diolah hingga matang sempurna.

Vitamin C dan vitamin E

Vitamin C dan vitamin E juga termasuk dalam vitamin untuk ibu hamil karena mengandung antioksidan yang tinggi sehingga dapat melindungi tubuh dari stres oksidatif. Vitamin C membantu memproduksi kolagen dan metabolisme folat serta zat besi, sementara vitamin E membantu meningkatkan daya tahan tubuh serta membantu perkembangan janin.

Mengonsumsi vitamin C dan vitamin E secara bersamaan dapat mengurangi stres oksidatif serta mencegah komplikasi yang dapat menyebabkan terjadinya preeklamsia, pecahnya ketuban sebelum persalinan, serta membatasi pertumbuhan intrauterin. Tetapi kepastian hal ini masih perlu diteliti lebih lanjut.

Vitamin dan nutrisi lain

Selain asam folat, beberapa nutrisi penting lainnya juga bermanfaat bagi kesehatan ibu hamil dan bayi dalam kandungan. Beberapa jenis vitamin dan nutrisi yang dibutuhkan antara lain:

  • Zat besi. Ibu hamil membutuhkan zat besi 2 kali lebih banyak karena jika tidak tercukupi, ibu hamil dapat mengalami anemia defisiensi besi. Zat besi sendiri merupakan komponen penting lainnya yang terdapat dalam sel darah merah dan berfungsi untuk mendukung perkembangan dan pertumbuhan bayi serta membawa oksigen bagi bayi
  • Zinc. Kandungan zinc dapat membantu menjaga sistem kekebalan tubuh ibu hamil, membantu tubuh memproduksi protein, serta membelah sel dan membentuk sel-sel baru
  • Vitamin A. Vitamin ini dapat membantu pertumbuhan sel baru yang sangat baik terutama bagi penglihatan mata dan berbagai organ penting dalam tubuh
  • Vitamin B6. Vitamin B6 bermanfaat dalam perkembangan kognitif, metabolisme glukosa, fungsi kekebalan tubuh, serta pembentukan darah. Selain itu, vitamin B6 juga dapat membantu mengurangi mual selama kehamilan
  • Vitamin B12. Vitamin ini membantu tubuh memproduksi sel darah merah dan neuron yang sehat yang ditemukan pada sumsum tulang belakang dan otak dan membantu agar sel-sel dapat berfungsi dengan baik
  • Kalsium dan vitamin D. Kedua mineral ini dapat membantu pertumbuhan serta menguatkan tulang dan gigi pada bayi. Vitamin D baik untuk menjaga kesehatan mata dan kulit, begitupun dengan kalsium yang dapat mengurangi risiko preeklamsia yang menjadi salah satu penyebab kematian pada ibu hamil dan bayi baru lahir
  • Iodium. Salah satu nutrisi yang dibutuhkan untuk meningkatkan perkembangan sistem saraf pusat, otak, dan sistem kerangka tulang. Kekurangan yodium pada ibu hamil dapat memperlambat pertumbuhan janin serta menyebabkan cacat saraf, keguguran, atau mati dalam kandungan.

Kapan waktu yang tepat untuk mengonsumsi vitamin ibu hamil?

Calon ibu yang sedang mempersiapkan diri atau sedang melakukan program kehamilan sebaiknya sudah mulai mengonsumsi vitamin prenatal sebelum hamil dan terus mengonsumsinya hingga masa menyusui. Wanita yang mengonsumsi asam folat sebanyak 400-800 mcg setiap hari selama 3 bulan sebelum hamil dan selama kehamilan dapat membantu mengurangi risiko cacat tabung saraf pada bayi.

Tetapi sebelum mengonsumsi vitamin atau suplemen prenatal, ada baiknya untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter untuk memastikan kondisi kesehatan ibu hamil dan risiko komplikasi yang mungkin terjadi. Karena vitamin prenatal juga dapat menimbulkan beberapa efek samping terutama pada sistem pencernaan, seperti mual, mulas, diare, sakit perut, maupun sembelit.

Iklan dari HonestDocs
Beli Paket Prenatal (Panel Awal Kehamilan) via HonestDocs!

Cek ada tidaknya resiko gangguan kesehatan pada ibu hamil dan dapatkan treatment yang tepat secepatnya. Diskon 30% jika beli via HonestDocs sekarang!

Paket prenatal %28panel awal kehamilan%29 di path lab %28home services%29

Suplemen prenatal yang mengandung berbagai vitamin dan mineral tertentu baik bagi kehamilan karena dapat mengurangi risiko kelainan cacat lahir yang serius serta menghindari komplikasi penyakit. Tetapi vitamin ibu hamil juga tidak boleh dikonsumsi secara berlebihan karena dapat menimbulkan efek samping yang lebih berat dan membahayakan kondisi janin dalam kandungan. 

Vitamin prenatal dapat dikonsumsi 1-2 kali setiap hari tetapi tidak disarankan untuk mengonsumsinya sesaat sebelum tidur. Jika Anda mengalami mual hebat di pagi hari, Anda pun dapat mengonsumsi vitamin prenatal di siang hari. Saat mengonsumsi vitamin prenatal, Anda dapat minum dengan air untuk mengurangi risiko efek samping ringan pada perut.

Selain itu, ibu hamil perlu menyesuaikan vitamin prenatal dengan kandungan serat dalam makanan, minum air putih yang cukup, dan tetap melakukan aktivitas fisik ringan di keseharian sehingga kondisi fisik selama kehamilan tetap dapat terjaga dengan baik.

Interaksi vitamin prenatal dengan kandungan lain

Mengonsumsi suplemen multivitamin selama masa kehamilan atau menyusui secara tepat dapat membantu menjaga kesehatan ibu hamil maupun ibu menyusui. Tetapi dalam kondisi tertentu, misalnya ibu hamil yang merupakan seorang vegetarian dan vegan mungkin membutuhkan dosis nutrisi yang lebih tinggi karena beberapa nutrisi mungkin sulit didapat hanya dari sumber nabati saja, seperti vitamin B2 dan vitamin B12, kalisum, vitamin D, dan yodium, sehingga dibutuhkan tambahan vitamin prenatal untuk membantu mencukupi kebutuhan nutrisi ibu hamil.

Tetapi dalam menambahkan vitamin prenatal, diperlukan diskusi di awal dengan dokter kandungan terlebih dahulu karena beberapa suplemen herbal dapat berinteraksi secara negatif dengan vitamin prenatal, termasuk obat pengencer darah, antibiotik, anti epilepsi, obat pernapasan (theophilin), retinoid, metformin, ACE inhibitor, maupun obat kortikosteroid.

3 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Vitamins, minerals and supplements in pregnancy. NHS (National Health Service). (https://www.nhs.uk/conditions/pregnancy-and-baby/vitamins-minerals-supplements-pregnant/)
Pregnancy and prenatal vitamins. WebMD. (https://www.webmd.com/baby/guide/prenatal-vitamins)
Supplements During Pregnancy: What’s Safe and What’s Not. Healthline. (https://www.healthline.com/nutrition/supplements-during-pregnancy)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app