Vitamin A untuk Balita: Perlukah?

Dipublish tanggal: Feb 26, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Jul 23, 2019 Waktu baca: 2 menit
Vitamin A untuk Balita: Perlukah?

Beberapa hari lalu sepupu saya yang berusia 3 tahun menderita demam disertai dengan bercak merah pada seluruh badannya. Suhu tubuhnya mencapai 39°C, cukup tinggi untuk membuat orang tuanya khawatir. Setelah diobati sendiri dengan obat penurun panas komersial dan tak membuahkan hasil, mereka membawanya ke dokter. 

Campak telah menyerang sepupuku. Oleh dokter diberikan obat penurun panas, obat batuk & pilek dan suplemen vitamin A. Apa? Vitamin A? Ini membuat saya bertanya, apakah fungsi vitamin A pada campak? Adakah manfaatnya bila diberikan pada balita yang sehat? Apakah akan memberikan fungsi tambahan? Apakah justru memberikan efek samping?

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Mengenai Vitamin A

Vitamin A (retinol) merupakan vitamin larut lemak yang berfungsi dalam proses penglihatan dan regenerasi kulit. Vitamin A dibutuhkan retina mata kita agar dapat melihat dalam hitam-putih maupun membedakan warna. 

Tersedia melimpah di minyak ikan kod, hati, ubi jalar, wortel, brokoli dan lain sebagainya, vitamin A ditemukan dalam dua bentuk, yaitu retinol dan karotenoid (disebut juga provitamin A).

Apa Yang Terjadi Apabila Balita Kekurangan Vitamin A?

Defisiensi (kekurangan) vitamin A dapat menyebabkan kebutaan, tuli, dan diare pada balita. Gejala awal yang dirasakan pada balita adalah rabun senja, karena fungsi retina untuk melihat dalam lingkungan kurang pencahayaan terganggu. 

Dengan memburuknya keadaan defisiensi vitamin A, mata akan menjadi kering (xeroftalmia), munculnya bintik Bitot, dan akhirnya merusak kornea mata (keratomalasia), menyebabkan kebutaan pada balita. 

Hal ini banyak diderita oleh anak-anak di beberapa negara Afrika dan Asia Selatan karena kurang melimpahnya sumber daya alam yang mengandung vitamin A. Gizi buruk juga dapat meningkatkan potensi defisiensi vitamin A karena dibutuhkan lemak dalam penyerapan vitamin ini.

Dalam kasus ini, suplemen vitamin A sangat diperlukan. Dengan dosis 50.000 IU dalam setahun untuk anak usia <6 bulan, 100.000 IU dalam setahun untuk anak usia 6-11 bulan, dan 200.000 IU dua kali dalam setahun untuk anak usia 12-59 bulan (tidak perlu memusingkan dosis-dosis tersebut, cukup ke posyandu terdekat dan anda akan menemukan dosis ini dalam bentuk kapsul. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Batuk Ibu dan Anak via HonestDocs

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Obat batuk ibu anak pei pa koa 75 ml 1

Kapsul biru mengandung 100.000 IU, sedangkan merah 200.000 IU). Vitamin A dosis tinggi ini diperuntukkan untuk anak yang sehat. Vitamin A tetap diberikan pada anak yang menderita xeroftalmia dan campak, namun dengan pengawasan ahli.

Dampak Mengkonsumsi Vitamin A Secara Berlebihan

Defisiensi vitamin A sungguh menyeramkan, namun apakah kita perlu bersikap berlebihan terhadap hal itu? Apakah kita perlu memberikan kapsul merah-biru itu kepada anak-anak kita? Perlu, namun tidak setiap hari. 

Konsumsi berlebih vitamin A yang dikenal dengan hipervitaminosis vitamin A dapat menyebabkan peningkatan tekanan di dalam otak yang menyebabkan gejala mual, muntah, pandangan kabur, mengantuk, kulit kering dan menguning, melunaknya tulang (yang menyebabkan tulang mudah patah).

Ternyata mengonsumsi vitamin A berlebih juga berbahaya. Lalu, apa yang harus dilakukan? Tentu saja kita tidak ingin hal-hal di atas dialami oleh buah hati kita bukan? 

Sebenarnya, selama balita anda mengonsumsi makanan-makanan bergizi, kecukupan vitamin dan mineral yang diperlukan untuk tumbuh dan berkembang akan terpenuhi dan tidak berlebih. 

Konsumsi 10 gram hati ayam atau 3 buah wortel ukuran sedang sudah memenuhi kebutuhan vitamin A anak anda. Suplemen diberikan sebagai pelengkap, bukan bahan utama yang harus dikonsumsi setiap saat. Jadi, mari berikan anak Anda makanan makanan sehat dan bernutrisi tinggi.

4 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Vitamin A supplementation in infants and children 6–59 months of age. World Health Organization (WHO). (https://www.who.int/elena/titles/vitamina_children/en/)
Vitamins for children. NHS (National Health Service). (https://www.nhs.uk/conditions/pregnancy-and-baby/vitamins-for-children/)
Vitamin A supplementation: who, when and how. National Center for Biotechnology Information. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3936689/)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app