Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM

Transient Ischemic Attack : Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Update terakhir: DEC 8, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 1.418.395 orang

Mini Stroke dengan dampak tidak “mini”

Apa itu Transient Ischemic Attack TIA? Mungkin terasa asing di telinga Anda, namun Anda pasti mengetahui  apa itu stroke. TIA dikenal dengan sebutan “mini stroke”. 

TIA adalah penyumbatan aliran darah sementara ke otak. Karena tidak menyebabkan kerusakan permanen, TIA mungkin tampak seperti bukan masalah besar. Tapi mengabaikannya adalah kesalahan besar.  

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Karena TIA adalah pertanda awal terjadinya serangan stroke dalam waktu dekat. Karena 1 dari 3 orang yang mengalami TIA akan mengalmi stroke dalam 1x24jam.

Apa saja tanda gejala terjadinya TIA?

Sulit untuk mengidentifikasi bahwa Anda sedang mengalami TIA, Karena gejalanya sangat tidak khas dan gejalanya meliputi perubahan visi, dysphasia (kesulitan berbicara), tampak kebingungan, muncul masalah keseimbangan, pusing,muntah, kelemahan atau mati rasa pada satu sisi tubuh atau wajah, yang disebabkan oleh adanya sumbatan pembuluh darah di otak. 

Ada 2 gejala yang sering terjadi pada TIA, yang bila muncul, dianjurkan untuk segera pergi ke IGD.

  • Dysphasia (kesulitan berbicara)
    Orang-orang dengan TIA terkadang akan mengalami kesulitan dalam berbicara. Pada fase awal, seseorang akan terlihat berbicara pelo, lalu sulit untuk menyebutkan suatu kata hingga akhirnya orang tersebut tidak memahami suatu kata tertentu dan tidak nyambung jika diajak berbicara.

    Kondisi ini disebut dysphasia. Bahkan, dysphasia kadang-kadang merupakan satu-satunya gejala dari suatu ministroke. Masalah berbicara menunjukkan bahwa adanya penyumbatan otak yang sudah mengganggu satu sisi otak secara penuh.
  • Kebutaan sementara pada satu mata
    Terkadang, TIA bermanifestasi sebagai gangguan visual tertentu yang dikenal sebagai transient monocular blindness (TMB). Pada TMB, penglihatan seseorang di satu mata tiba-tiba menjadi redup atau gelap total.

    Dunia berubah menjadi abu-abu atau objek terlihat buram. Hal inigt;dapat berlangsung selama beberapa detik atau menit. Paparan cahaya terang dapat memperburuk TMB. Anda mungkin tidak dapat membaca kata-kata di halaman putih.

Dikatakan sebelumnya bahwa TIA adalah tanda bahwa seseorang akan mengalami serangan stroke dalam waktu 24 jam setelah tanda-tanda TIA muncul. Untuk mengetahui bahwa TIA sudah menjadi stroke, ada 3 hal yang dapat diamati yaitu :

  • Wajah
    Jika Anda menemukan senyum pada wajah orang yang tidak simetris, yang mana Nampak seperti wajah jatuh pada satu sisi, kemungkinan orang tersebut menunjukan tanda-tanda stroke.
  • Lengan
    Jika lengan tampak tremor atau lemah. Anda bisa meminta orang yang Anda duga mengalami serangan stroke untuk mengangkat tangannya, jika orang tersebut tidak dapat mengangkat tangannya, orang tersebut juga menunjukan tanda-tanda stroke akan terjadi.
  • Bicara
    Seperti yang dikutip sebelumnya, bahwa saat seseorang mengalami dysphasia, orang tersebut harus segera dilarikan ke rumah sakit.

Apa yang menyebabkan TIA?

Ada 3 faktor utama yang menjadi penyebab terjadinya TIA, yaitu:

  • Berkurangnnya aliran darah pada bagian sempit dari arteri utama yang membawa darah ke otak, seperti arteri karotis.
  • Adanya sumbatan dari bekuan darah di bagian lain tubuh (seperti jantung) yang copot,  dan melakukan perjalanan hingga ke otak, dan menyumbat pembuluh darah di otak.
  • Adanya sumbatan karena dipengaruhi faktor obesitas dan darah tinggi yang menyebabkan adanya plak yang mempersempit pembuluh darah otak, sehingga menyebabkan otak kekurangan suplai darah dan oksigen.

Beberapa fakta penting yang perlu diingat termasuk:

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat
  • 40 persen orang yang dengan TIA akan mengalami stroke .
  • Hampir setengah dari semua stroke terjadi dalam beberapa hari pertama setelah TIA.
  • Gejala dan penyebab TIA sama seperti stroke.

Bagaimana cara mengobati TIA?

Beberapa pilihan penanganann tersedia untuk mengobati TIA. TIA tidak menyebabkan kerusakan atau kecacatan jaringan otak yang permanen, tetapi dapat menjadi tanda peringatan dini akan terjadinya stroke. 

Perawatan untuk TIA berfokus pembebasan sumbatan yang menyebabkan suplai darah ke otak berkurang. Pilihan pengobatannya termasuk:

  • Obat-obatan
    Obat-obatan yang mencegah munculnya thrombus (plak penyumbat pembuluh darah)Biasanya digunakan obat-obatan golongan Antiplatelet dan thrombolytic untuk menghancurkan sumbatan yang terbentuk pada pembuluh darah.
  • PCI (Percutaneous Carotid Intervention)
    Prosedur ini adalah prosedur bedah yang melibatkan akses arteri karotis dengan kateter. Kateter dimasukkan melalui arteri femoralis di selangkangan Anda.

    Dokter menggunakan alat seperti balon untuk membuka arteri yang tersumbat. Mereka akan menempatkan tabung kawat stent atau kecil di dalam arteri pada titik penyempitan untuk meningkatkan aliran darah ke otak.
  • Operasi
    Anda mungkin perlu operasi untuk mencegah stroke di masa depan. Jika Anda mengalami penyempitan arteri karotid yang parah di leher Anda dan Anda tidak bisa melakukan PCI, dokter Anda dapat merekomendasikan operasi yang disebut endarterektomi karotis.

    Dalam prosedur ini, dokter Anda membersihkan arteri karotid dari timbunan lemak dan plak. Sehingga dapat mengurangi risiko TIA lain atau stroke.
  • Perubahan gaya hidup
    Perubahan gaya hidup mungkin diperlukan untuk mengurangi risiko TIA atau stroke Anda di masa mendatang. Obat-obatan dan intervensi medis lainnya mungkin tidak cukup.

    Karena jika semua prosedur sudah dilakukan dan gaya hidup Anda masih kurang baik seperti sering makan makanan manis dan berlemak, jarang berolahraga dan merokok, dalam waktu dekat serangan stroke pasti akan terjadi lagi. Oleh karena itu, perubahan gaya hidup adalah hal yang esensial dalam penanganan TIA maupun Stroke.



Referensi

American Heart Association. TIA (Transient Ischemic Attack).

Khare, S. (2016). Risk Factors of Transient Ischemic Attack: An Overview. Journal of Mid-Life Health, 7(1), pp. 2–7.

Mayo Clinic (2017). Diseases & Conditions. Transient ischemic attack (TIA).

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit