Tonus Otot Buruk - Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Update terakhir: Jul 6, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 944.153 orang

Apa penyebab tonus otot yang buruk?

Hipotonia, atau tonus otot yang buruk, biasanya terdeteksi sejak lahir atau selama masa bayi. Jika bayi Anda memiliki kondisi hipotonia, bayi mungkin akan terlihat lemas saat lahir dan tidak dapat menjaga lutut dan sikunya tertekuk.

Jika hal ini terjadi, Anak Anda mungkin akan mengalami kesulitan untuk melakukan aktivitas sehari-hari seperti makan dan melakukan berbagai keterampilan motorik lainnya saat mereka tumbuh.

Gejala hipotonia bisa disebabkan oleh berbagai penyakit dan kelainan. Hipotonia mudah dikenali karena mempengaruhi kekuatan otot, saraf motorik, dan otak. Namun, untuk mendiagnosis penyakit atau kelainan yang menyebabkan masalah ini merupakan suatu tantangan tersendiri. Hipotonia kadang-kadang disebut sindrom otot floppy (otot yang tidak dapat berkontraksi/ menegang).

Tanda-tanda hipotonia

Terjadinya hipotonia tergantung pada penyebab yang mendasarinya, hipotonia dapat muncul pada usia berapa pun. Tanda-tanda hipotonia pada bayi dan anak-anak meliputi:

  • kontrol terhadap kepala yang kurang baik tidak ada sama sekali
  • keterlambatan dalam pengembangan keterampilan motorik kasar, seperti merangkak
  • keterlambatan dalam pengembangan keterampilan motorik halus, seperti memegang krayon

Tanda-tanda hipotonia pada usia berapa pun meliputi:

  • penurunan tonus otot
  • penurunan kekuatan
  • refleks yang buruk
  • hiperfleksibilitas
  • kesulitan berbicara
  • penurunan daya tahan dalam beraktivitas
  • postur tubuh yang melemah

Penyebab terjadinya hipotonia

Hipotonia dapat dipicu oleh masalah dengan sistem saraf atau sistem otot. Kadang-kadang hipotonia terjadi akibat adanya cedera, penyakit, atau kelainan bawaan. Terkadang penyebabnya tidak pernah diidentifikasi.

Beberapa anak dilahirkan dengan kondisi hipotonia yang tidak berhubungan dengan kondisi apapun. Kondisi ini disebut hipotonia bawaan jinak. Terapi fisik, pekerjaan, dan wicara dapat membantu anak Anda mengembangkan tonus otot seperti orang normal dan tetap dapat tumbuh dan berkembang seperti layaknya orang normal.

Beberapa anak dengan hipotonia bawaan jinak memiliki beberapa keterlambatan dalam perkembangan atau ketidakmampuan dalam belajar. Meskipun kelainan tersebut hanya menyebabkan masalah yang tidak terlalu besar, tetapi kelainan bawaan ini dapat berlanjut sampai masa kanak-kanak.

Hipotonia dapat disebabkan oleh kondisi yang mempengaruhi otak, sistem saraf pusat, atau otot. Kondisi-kondisi ini meliputi:

  • cerebral palsy
  • kerusakan otak, yang bisa disebabkan oleh kekurangan oksigen saat lahir
  • distrofi otot

Dalam banyak kasus, kondisi kronis ini membutuhkan perawatan dan perawatan seumur hidup.

Hipotonia juga dapat disebabkan oleh kondisi genetik. Kondisi-kondisi ini meliputi:

  • sindrom Down
  • sindrom Prader-Willi
  • penyakit Tay Sachs
  • trisomi 13

Anak-anak dengan sindrom Down dan sindrom Prader-Willi biasanya masih bisa ditolong dengan menjalankan terapi tertentu. Sedangkan anak-anak dengan penyakit Tay-Sachs dan trisomi 13 biasanya memiliki hidup yang lebih pendek.

Pada beberapa kondisi yang jarang terjadi, hipotonia dapat disebabkan oleh infeksi botulisme atau kontak dengan racun. Namun, setelah Anda sembuh dari infeksi tersebut, gejala hipotonia biasanya akan hilang dengan sendirinya.

Kapan Anda harus berobat ke dokter?

Hipotonia dapat didiagnosis saat lahir. Namun, dalam beberapa kasus, Anda mungkin tidak menyadari bahwa anak Anda menderita kelainan tersebut sampai mereka berusia lebih tua.

Tanda-tanda anak Anda mengalami hal ini adalah, anak Anda tidak tumbuh dan berkembang seperti orang normal pada umumnya. Oleh karena itu, penting untuk memantau perkembangan anak Anda ke dokter dan berkonsultasi mengenai masalah apapun yang Anda rasa terjadi pada anak Anda.

Dokter Anda akan menilai perkembangan anak Anda dan melakukan beberapa tes tertentu. Tes yang mungkin dilakukan termasuk tes darah, MRI dan CT scan. Jika Anda melihat tanda-tanda terjadinya hipotonia secara tiba-tiba pada seseorang dari segala usia, segera pergi mencari perawatan medis darurat.

Mengobati hipotonia

Perawatan hipotonia bisa sangat bervariasi, tergantung pada bagaimana kondisi anak Anda. Kesehatan umum anak Anda dan kemampuan untuk berpartisipasi dalam terapi akan berpengaruh dalam pengambilan keputusan untuk menjalankan rencana perawatan.

Beberapa anak dapat diterapi dengan ahli terapi fisik. Bergantung pada kemampuan anak Anda, mereka dapat berlatih untuk melatih kemampuan tertentu seperti duduk tegak, berjalan, atau melakukan olahraga. Dalam beberapa kasus, anak Anda mungkin memerlukan bantuan dengan koordinasi dan keterampilan motorik halus lainnya.

Anak-anak dengan kondisi yang parah mungkin memerlukan kursi roda untuk mobilitas mereka. Karena kondisi ini membuat persendian sangat longgar, maka dislokasi persendian sering terjadi. Braces (penahan) dan gips dapat membantu untuk mencegah dan memperbaiki jika terjadi cedera pada kondisi ini.

Apa harapan jangka panjang untuk orang dengan hipotonia?

Prospek jangka panjang tergantung pada hal berikut:

  • penyebab yang mendasarinya
  • usia
  • tingkat keparahannya
  • otot yang terkena

Mengalami hipotonia bisa menjadi tantangan. Hal ini sering kali merupakan kondisi seumur hidup, dan anak Anda perlu belajar untuk mengatasinya. Mereka mungkin juga membutuhkan terapi. Namun, kondisi ini sebenarnya tidak mengancam jiwa, kecuali dalam kasus neuron motorik atau disfungsi serebelar. 

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Dok kalo kedutt itu kenapa ya dok kadang ditangan di kaki diperut gt kenapaa dok
Pertanyaan ini telah dijawab oleh seorang ahli medis

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit