Tidak Mengkonsumsi Makanan Hewani Saat Hamil, Apakah Aman?

Dipublish tanggal: Jun 18, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Okt 4, 2019 Waktu baca: 2 menit
Tidak Mengkonsumsi Makanan Hewani Saat Hamil, Apakah Aman?

Beberapa kalangan memutuskan untuk tidak mengonsumsi daging dan mengganti kebutuhan hariannya dengan memakan sayuran dan buah-buahan. Namun, bagaimana dengan ibu hamil yang memerlukan asupan yang lebih banyak dibandingkan orang biasa? 

Ibu hamil membutuhkan asupan nutrisi yang umumnya harus dipenuhi dari beberapa jenis makanan tertentu. Beberapa jenis makanan ini berasal dari hewani dan tentunya tidak dapat dikonsumsi oleh kalangan vegetarian.

Namun kini anda tidak perlu khawatir karena nutrisi harian anda tetap dapat dipenuhi meskipun anda seorang vegetarian. Yang terpenting adalah anda merencanakan dengan tepat menu makanan harian anda yang dapat memasok kebutuhan nutrisi tersebut.

Nutrisi yang dibutuhkan oleh ibu hamil

Ibu hamil membutuhkan beberapa asupan nutrisi yang penting untuk kehamilan seperti Vitamin B12 dan zat besi. Vitamin B12 dibutuhkan untuk membantu pembentukan sel darah merah. Vitamin B12 juga membantu anda memelihara sistem saraf agar tetap sehat serta berguna untuk mengubah makanan yang dikonsumsi menjadi energi harian yang dibutuhkan. 

Intinya, Vitamin B12 dibutuhkan untuk membantu metabolisme harian anda. Kekurangan Vitamin B12 dapat berakibat buruk terhadap kondisi janin yang dikandung seperti bayi lahir dalam kondisi cacat.

Sementara zat besi dibutuhkan untuk memproduksi sel-sel darah merah dalam tubuh yang berguna untuk mengedarkan oksigen ke seluruh tubuh. Pada masa kehamilan, sel-sel darah merah ini juga berfungsi untuk mengedarkan oksigen ke janin. 

Kekurangan zat besi dapat menyebabkan seseorang lemah, pucat, pusing, dan cepat lelah. Jika anda kekurangan asupan zat besi dapat berisiko membuat bayi lahir dalam keadaan premature serta berat badannya rendah. Anda dan janin juga berisiko menderita anemia defisiensi zat besi.

Kedua nutrisi ini tentu lebih banyak diperoleh pada makanan hewani seperti daging maupun ikan. Namun, bukan berarti anda benar-benar tidak dapat memperoleh keduanya dari makanan vegetarian.

Anda juga membutuhkan asupan Vitamin D serta kalsium untuk membantu pertumbuhan tulang pada bayi. Ketika anda tidak mendapatkan asupan kalsium dan Vitamin D yang mencukupi, maka kebutuhan nutrisi untuk pertumbuhan tulang pada bayi akan mengambil dari cadangan kalsium pada ibu. 

Cadangan ini umumnya diambil dari gigi dan tulang. Oleh karena itu banyak ibu yang mengeluh gigi goyang dan tulang sakit karena berkurangnya cadangan kalsium.

Anda juga membutuhkan asupan asam folat selama kehamilan agar bayi tidak lahir cacat. Asam folat juga berguna untuk mencegah anda mengalami keguguran selama kehamilan serta mencegah bayi lahir premature. Asam folat bersama-sama dengan zat besi juga membantu memproduksi sel darah merah.

Sumber Makanan selain hewani sebagai sumber nutrisi kehamilan

Di bawah ini adalah sumber makanan di luar hewani yang dapat membantu anda memenuhi kebutuhan nutrisi kehamilan harian.

Vitamin B12

Beberapa makanan seperti susu kedelai maupun sereal memiliki kandungan Vitamin B12 yang sudah difortifikasi ke dalamnya. Jika anda tidak pantang makan dari produk sampingan hewani seperti telur, susu dan keju, kebutuhan Vitamin B12 anda dapat diperoleh dari jenis makanan ini.

Zat besi

Sayuran hijau, kacang-kacangan, sereal yang difortifikasi, telur, buah-buahan kering, serta roti gandum utuh bisa menjadi pilihan makanan mengandung zat besi

Vitamin D dan kalsium

Kalsium dan vitamin D dapat diperoleh dari kacang merah, keju, yoghurt, bayam, sawi, kedelai, kuning telur dan susu. Anda juga bisa memperolehnya dari paparan sinar matahari langsung di kulit.

Asam folat

Bayam, jeruk, asparagus, sereal dan kacang tanah bisa menjadi sumber asupan asam folat.


10 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app