Tes Fungsi Hati: Kegunaan, Prosedur, Efek Samping

Dipublish tanggal: Feb 22, 2019 Update terakhir: Sep 2, 2021 Tinjau pada Jun 13, 2019 Waktu baca: 5 menit
Tes Fungsi Hati: Kegunaan, Prosedur, Efek Samping

Ringkasan

Buka

Tutup

  • Tes fungsi hati adalah pemeriksaan yang membantu menentukan kesehatan hati dengan mengukur kadar protein, enzim hati, atau bilirubin dalam darah.
  • Jenis tes fungsi hati yang umum dilakukan meliputi tes ALT, AST, ALP, albumin, dan bilirubin.
  • Waspadai gejala kerusakan hati berupa penurunan berat badan, kulit dan mata menguning, gejala sindrom nefritis, hingga sakit perut.
  • Beri tahukan dokter mengenai obat dan makanan apa saja yang perlu dihindari sebelum tes fungsi hati supaya tidak mengganggu hasil pemeriksaan.
  • Dapatkan paket tes fungsi hati atau medical check up dengan promo menarik dan dokter berpengalaman melalui HDmall.
  • Gunakan fitur chat untuk berkonsultasi dengan apoteker kami secara gratis seputar obat dan pemeriksaan kesehatan yang kamu butuhkan.

Apakah hati Anda sudah berfungsi dengan baik? Sejauh mana tingkat keberhasilan pengobatan hati yang telah Anda jalani selama ini? Apakah ada kemungkinan timbulnya penyakit lain akibat kerusakan fungsi hati Anda? Untuk mendapat jawabannya, mulailah lakukan tes fungsi hati!

Apa itu tes fungsi hati?

Tes fungsi hati adalah pemeriksaan yang membantu menentukan kesehatan hati dengan mengukur kadar protein, enzim hati, atau bilirubin dalam darah. Pemeriksaan fungsi hati umumnya bertujuan untuk:

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20
  • Mengetahui potensi adanya infeksi hati, seperti hepatitis C, B, dan A
  • Memantau efek samping obat tertentu yang diketahui mempengaruhi hati
  • Memantau penyakit dan efektivitas pengobatan yang telah dijalani (jika Anda memiliki penyakit hati)
  • Mengukur keparahan jaringan parut (sirosis) pada hati
  • Mengoptimalkan pemeriksaan jika Anda mengalami gejala kerusakan hati
  • Merencanakan kehamilan ketika sedang dalam pengobatan tertentu

Ada sejumlah pemeriksaan yang dapat dilakukan pada hati, namun kebanyakan tidak mengukur keseluruhan fungsi hati. Tes yang biasanya digunakan untuk memeriksa fungsi hati adalah tes alanine transaminase (ALT), tes aspartat aminotransferase (AST), albumin, dan bilirubin.

Tes ALT dan AST (SPT dan SGOT) berfungsi untuk mengukur enzim yang dilepaskan oleh hati sebagai respons terhadap kerusakan atau penyakit. Sedangkan tes albumin dan bilirubin bertujuan untuk mengetahui seberapa baik hati menghasilkan albumin (protein) dan seberapa baik pembuangan bilirubin (produk limbah darah).

Perlu diketahui bahwa ketika hasil tes fungsi hati tidak normal, bukan berarti Anda pasati memiliki penyakit hati. Sebaiknya konsultasikan lebih lanjut dengan dokter untuk membacakan hasil tes fungsi hati Anda.

Baca selengkapnya: SGOT dan SGPT: Nilai Normal, Tinggi, Rendah, & Maknanya

Jenis tes fungsi hati yang paling umum

Tes fungsi hati digunakan untuk mengukur enzim dan protein spesifik dalam darah. Tergantung jenis pemeriksaannya, kadar enzim atau protein yang lebih tinggi atau lebih rendah dari normal dapat mengindikasikan adanya masalah pada hati.

Beberapa tes fungsi hati yang umum meliputi:

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

1. Tes Alanine Transaminase (ALT)

Alanine transaminase (ALT) adalah enzim yang berada dalam sel-sel hati untuk memetabolisme protein. Jika hati rusak atau tidak berfungsi dengan baik, kadar ALT akan keluar (bocor) dan dilepaskan ke dalam darah sehingga kadar ALT-nya meningkat. Hasil ALT tinggi bisa menjadi tanda kerusakan hati. 

2. Tes Aspartate Aminotransferase (AST)

Aspartate aminotransferase (AST) adalah enzim yang ditemukan di beberapa bagian tubuh, termasuk jantung, hati, dan otot. Karena kadar AST tidak spesifik untuk kerusakan hati, biasanya diukur bersamaan dengan ALT untuk memeriksa masalah hati. Dokter mungkin menggunakan rasio ALT/AST untuk membantu mendiagnosis gangguan fungsi hati

Seperti halnya ALT, saat hati rusak, AST juga dilepaskan ke aliran darah. Namun, AST kurang spesifik menunjukkan kerusakan hati. Dengan demikian, kadar AST yang tinggi bisa saja mengindikasikan adanya masalah pada hati atau otot.

3. Tes Alkaline Phosphatase (ALP)

Alkaline phosphatase (ALP) adalah enzim yang ditemukan di tulang, saluran empedu, dan hati. Tes ALP biasanya dikombinasikan dengan beberapa tes lainnya. Kadar ALP tinggi dapat mengindikasikan kerusakan hati, penyumbatan saluran empedu, atau penyakit tulang.

Anak-anak dan remaja mungkin memiliki kadar ALP yang tinggi karena tulang mereka sedang mengalami masa pertumbuhan. Tak hanya anak dan remaja, ibu hamil juga bisa mememiliki kadar ALP yang tinggi karena kehamilan.

4. Tes albumin

Albumin adalah protein utama yang dibuat oleh hati. Albumin menjalankan banyak fungsi penting dalam tubuh, meliputi:

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20
  • Menghentikan kebocoran cairan dari pembuluh darah
  • Memberi nutrisi pada jaringan tubuh
  • Mengangkut hormon, vitamin, dan zat lainnya ke seluruh tubuh

Tes albumin mengukur seberapa baik hati Anda membuat protein khusus ini. Jika hasilnya rendah, kemungkinan hati tidak berfungsi dengan optimal. 

5. Tes bilirubin

Bilirubin adalah produk limbah yang biasanya diproses oleh hati, berasal dari pecahnya sel darah merah. Sebelum diekskresikan melalui tinja, bilirubin akan melewati hati. Nah, zat inilah yang memberikan warna kuning pada feses.

Kondisi hati yang rusak tentu tidak bisa memproses bilirubin dengan benar, sehingga kdarnya meningkat. Itu artinya, kadar bilirubin yang tinggi menunjukkan bahwa hati tidak berfungsi dengan baik.

Baca selengkapnya: 6 Metode yang Dilakukan untuk Uji Fungsi Hati

Kenapa harus melakukan tes fungsi hati?

Tes fungsi hati dapat membantu menentukan apakah hati sudah bekerja dengan benar atau belum. Seperti yang diketahui, fungsi hati sangatlah penting bagi tubuh, yaitu: 

  • Mengeluarkan kontaminan dari darah
  • Mengubah nutrisi dari makanan
  • Menyimpan mineral dan vitamin
  • Mengatur pembekuan darah
  • Memproduksi protein, enzim, dan empedu
  • Membuat antibodi yang dapat melawan infeksi
  • Mengeluarkan bakteri dari darah
  • Mengolah zat yang bisa membahayakan tubuh
  • Menjaga keseimbangan hormon

Hati-hati, gangguan hati bisa memicu penyakit yang bahkan bisa berujung pada kematian. Maka dari itu, waspadai tanda dan gejala kerusakan hati seperti:

  • Lesu
  • Kelelahan atau kehilangan energi
  • Penurunan berat badan
  • Ikterus (kulit dan mata kuning)
  • Gejala sindrom nefritis (bengkak di sekitar mata, perut, dan kaki)
  • Kehabisan cairan tubuh, ditandai dengan urin berwarna gelap atau feses berwarna keabuan terang
  • Mual
  • Muntah
  • Diare
  • Sakit perut

Jika muncul tanda-tanda tersebut, dokter biasanya akan menyarankan tes fungsi hati. Begitu juga bila Anda sedang melakukan program hamil dan secara bersamaan sedang menjalani pengobatan tertentu.

Tes fungsi hati yang lainnya juga dapat memeriksa infeksi, memantau perkembangan atau pengobatan suatu penyakit, dan menguji efek samping obat tertentu.

Yang harus dipersiapkan sebelum tes fungsi hati

Sebelum melakukan tes fungsi hati, ada beberapa hal yang perlu Anda persiapkan. Pasalnya, kondisi tubuh Anda turut memengaruhi hasil akhir dari pemeriksaan.

Salah satunya mengenai asupan sehari-hari. Obat dan makanan tertentu dapat mempengaruhi kadar enzim dan protein dalam darah. Oleh sebab itu, dokter mungkin meminta Anda untuk menghindari beberapa jenis obat atau makanan sebelum tes fungsi hati.

Baca selengkapnya: 7 Daftar Obat yang Dapat Merusak Fungsi Hati

Untuk mempermudah pemeriksaan, gunakanlah baju dengan lengan yang mudah digulung. Hal ini bertujuan supaya proses pengambilan sampel darah berjalan dengan lancar.

Setelah itu, barulah proses tes fungsi hati bisa dilakukan:

  1. Petugas lab akan membersihkan kulit Anda (sterilisasi) sebelum mengambil darah pasien. Tujuannya untuk mencegah mikroorganisme pada kulit agar tidak mengontaminasi atau bahkan menyebabkan infeksi.
  2. Petugas akan membungkus manset atau semacam alat tekanan darah di lengan pasien. Hal ini akan membantu pembuluh darah menjadi lebih terlihat. 
  3. Petugas akan mengambil darah dengan menggunakan jarum suntik tepat pada pembuluh darah yang terlihat.
  4. Petugas akan menempatkan beberapa kain kasa dan perban di bagian yang disuntik.
  5. Sampel darah dikirim ke laboratorium untuk diperiksa.

Adakah efek samping tes fungsi hati?

Pengambilan darah adalah prosedur yang umum dilakukan dan jarang menimbulkan efek samping yang serius. Namun, tetap saja terkadang ada risiko atau efek samping, misalnya:

  • Nyeri di bekas suntikan
  • Pendarahan di bawah kulit atau hematoma
  • Pendarahan yang berlebihan
  • Pingsan
  • Infeksi

Setelah tes fungsi hati, Anda diperbolehkan pulang ke rumah. Namun, jika Anda merasa pusing atau pingsan setelah diambil darahnya, maka Anda harus beristirahat terlebih dahulu sampai kondisi tubuh kembali fit.

Hasil tes fungsi hati mungkin belum memberikan gambaran pasti mengenai tingkat keparahan kerusakan hati yang Anda alami. Namun, setidaknya, hasil tes ini dapat membantu dokter menentukan langkah selanjutnya, bisa dengan pemeriksaan lanjutan maupun pengobatan sesuai kondisi pasien.

27 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app