Ternyata, Siwak Juga Bisa Bantu Ringankan Gejala Rematik

Dipublish tanggal: Agu 10, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 3 menit
Ternyata, Siwak Juga Bisa Bantu Ringankan Gejala Rematik

Penggunaan sikat gigi herbal merupakan hal yang umum dilakukan dalam pemeliharaan kebersihan mulut di negara-negara Asia, Afrika dan Timur Tengah. 

Banyak tumbuhan seperti, Aegle marmelos, Azadirachta indica, Fagara zanthoxyloides, Salvadora persica L., Acacia arabica, Juglans regia dan banyak lainnya telah digunakan sebagai sikat gigi oleh orang-orang dari budaya yang berbeda.

Di antara semua herbal, Salvadora persica L. atau yang lebih dikenal sebagai siwak merupakan sikat gigi herbal dengan penggunaan terbesar di seluruh dunia dan khususnya di negara-negara Arab. 

Pohon tersebut tumbuh terutama di Arab Saudi tetapi juga di bagian lain di Timur Tengah. Siwak umumnya berupa stick panjang yang berasal dari akar pohon Salvadora persica L..

Saat ini telah diketahui bahwa penggunaan siwak dapat membantu meringankan gejala rematik. Bagaimana hal tersebut dapat terjadi? Berikut pembahasan lebih lanjut mengenai hubungan antara penggunaan siwak dan gejala rematik.

Hubungan antara penggunaan siwak dan gejala Rematik

Rematik merupakan penyakit autoimun yang dapat mempengaruhi seluruh tubuh. Peradangan rematik tidak hanya mempengaruhi bagian sendi, tetapi juga organ internal, kulit, dan sistem pembuluh darah

Bahkan rematik juga dapat mempengaruhi gigi Anda. Dalam beberapa tahun terakhir, penelitian telah menunjukkan bahwa ada hubungan pasti antara kesehatan gigi dan gejala rematik, dan hubungan tersebut dinyatakan dalam sejumlah penelitian yang berbeda.

Sebuah penelitian menyebutkan bahwa buruknya gejala rematik berhubungan dengan kurangnya kebersihan gigi dan mulut yang kemungkinan disebabkan oleh extra-oral translocation

Kondisi tersebut berarti, bakteri mungkin berpindah dari mulut ke bagian tubuh lainnya, termasuk sendi. Perpindahan bakteri tersebut yang dapat mengakibatkan memburuknya peradangan pada penderita rematik.

Oleh karena itu, penggunaan siwak telah diketahui mempunyai banyak manfaat yang berguna untuk menjaga kebersihan gigi dan mulut sehingga dapat meringankan gejala rematik. 

Pemanfaatan siwak sebagai pembersih gigi telah dilaporkan memiliki efek menguntungkan pada kesehatan gigi. 

Rasa yang relatif kuat dari ekstrak siwak mungkin telah merangsang efek aliran saliva atau air liur. Akibatnya, siwak dapat menghambat pertumbuhan dan munculnya bakteri-bakteri yang jahat pada mulut.

Manfaat Siwak untuk meringankan gejala Rematik

Berikut beberapa manfaat siwak yang diketahui dapat meringankan gejala rematik:

Mengurangi rasa Nyeri dan sebagai Anti Radang

Rasa nyeri pada sendi akibat rematik ternyata dapat diobati dengan siwak. Kandungan senyawa polifenol (tanin) yang terdapat di dalam siwak terbukti dapat membantu meredakan rasa nyeri dan peradangan, termasuk nyeri sendi pada gejala rematik.

Antiseptik untuk Melawan Bakteri

Mulut mengandung lebih dari 700 jenis bakteri, yang semuanya umumnya tidak berbahaya. 

Bakteri yang ditemukan di mulut dapat membantu menghancurkan sebagian besar makanan dan melindungi gigi dan gusi yang sehat, sementara dalam beberapa kasus terdapat bakteri jahat yang secara aktif dapat merusak kesehatan gigi dan gusi.

Kerusakan gigi, karang gigi, penyakit gusi, dan periodontitis biasanya berkaitan dengan bakteri di mulut. 

Sejumlah penelitian yang dilakukan oleh Organisasi Kesehatan Dunia dan kelompok penelitian independen lainnya menunjukkan bahwa siwak mengandung sejumlah senyawa antibakteri yang aktif melawan pertumbuhan bakteri di mulut.

Manfaat siwak untuk perawatan mulut yaitu Asam antibakteri pada siwak yang bekerja sebagai antiseptik untuk melawan bakteri. 

Bakteri dapat muncul di lidah, gusi atau gigi. Hal tersebut menyebabkan siwak sebagai agen antibakteri yang cocok untuk digunakan oleh semua orang, terutama yang memiliki gejala rematik.

Cara menggunakan Siwak

Siwak tersedia dalam berbagai diameter dan panjang yang dapat disesuaikan lebih lanjut dan dimodifikasi dengan memotongnya sesuai panjang yang akan digunakan oleh penggunanya. 

Panjang yang disarankan untuk kenyamanan pegangan dan kemudahan dalam menggunakannya adalah 20 cm untuk orang dewasa dan 15 cm untuk anak-anak, dengan diameter sekitar 1cm. 

Siwak yang terlalu panjang dapat menyebabkan cedera traumatis, dari ujung mulut.

Berikut cara menggunakan siwak yang baik dan benar:

  • Kunyah salah satu ujung kayu sampai mengelupas. Jika Anda mempunyai kayu siwak yang "baru" yang belum digunakan, mulailah dengan mengunyah kulit kayu pada ujung kayu. Hentikan ketika Anda mengenai kurang lebih 3 cm di bawah lapisan kulit kayu. Kemudian, keluarkan dan buang kulit kayu yang telah dikunyah.
  • Kunyah bagian tengah siwak yang telah dikunyah sampai lunak dan membentuk bulu-bulu. Tujuannya adalah melunakkan kayu tersebut sehingga menjadi bulu-bulu tipis berserat.
  • Rendam ujung siwak yang sudah berbulu tipis di dalam air. Secara tradisional, siwak digunakan tanpa menggunakan pasta gigi atau produk-produk kesehatan mulut lainnya.
  • Pegang kayu siwak dengan satu jempol di bawah seperti gerakan menggosok gigi. Anda bisa menggenggam kayu siwak senyaman Anda
  • Sikat gigi Anda dengan ujung yang berbulu. Tekan ujung kayu yang berbulu ke gigi Anda dan gerakkan perlahan naik turun untuk menggosok permukaan bagian depan, lakukan seperti Anda menggosok gigi dengan sikat gigi biasa.
  • Potong bulu-bulu yang lama setiap beberapa hari. Jaga kayu siwak tetap baru dengan memotong bulu-bulu lama yang sudah usang dengan menggunakan pisau. Kemudian, simpan kayu siwak di tempat kering setelah menggunakannya. 

45 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Yanagawa B, et al. Update on rheumatic heart disease. Current Opinion in Cardiology. 2016; doi:10.1097/HCO.0000000000000269.
Riggin EA. Allscripts EPSi. Mayo Clinic. Aug. 5, 2019.
Rheumatic fever. Arthritis Foundation. http://www.arthritis.org/about-arthritis/types/rheumatic-fever/.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel selanjutnya
Pengaruh Rematik Pada Organ Lain
Pengaruh Rematik Pada Organ Lain

Sekitar 40 persen orang yang menderita rheumatoid arthritis juga mengalami tanda-tanda dan gejala yang tidak melibatkan sendi. Rheumatoid arthritis dapat mempengaruhi banyak struktur organ lainnya seperti :

Buka di app