HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
DR. KARTIKA MAYASARI
Ditinjau oleh
DR. KARTIKA MAYASARI

Teknik Berlatih di Treadmill untuk Pemula

Dipublish tanggal: Feb 14, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 2 menit
Teknik Berlatih di Treadmill untuk Pemula

Treadmill memiliki prinsip dasar yang sama dengan olahraga lari. Anda harus meningkatkan kekuatan secara bertahap untuk mencegah cidera, pusing, masalah tekanan darah dan dehidrasi. Pelajari teknik menggunakan mesin treadmill dengan benar, sehingga para pemula bisa terhindar dari risiko cedera.

Persiapan sebelum treadmill

1. Konsultasi dulu dengan dokter olahraga

Jika Anda punya masalah dengan persendian dan punggung, sebaiknya konsultasikan dulu ke dokter. Dokter akan memberitahu apakah Anda hanya boleh melakukan latihan low impact atau boleh high impact.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

2. Gunakan sepatu olahraga khusus lari yang nyaman

Coba beberapa jenis sepatu lari sampai menemukan yang paling enak, sebelum membelinya. Sepatu lari yang baik akan terasa empuk ketika dipakai untuk berjalan, berlari, dan melompat dapat menyangga pergelangan kaki dengan baik dan tidak menjepit jari-jari kaki di bagian ujungnya. Beralih ke toko peralatan olahraga yang lain jika Anda belum menemukan sepatu yang menurut Anda nyaman di kaki. 

3. Minum air putih

Sebelum mulai treadmill, sebaiknya minumlah air putih sebanyak 0,5-3 liter air minimal 90 menit sebelum latihan. Rata-rata latihan treadmill membutuhkan waktu selama 20 menit.

Anda akan banyak berkeringat dan jika tidak cukup cairan akan mengalami dehidrasi dan sakit kepala. Bekali diri Anda dengan minimal setengah liter air sepanjang latihan. Berkemihlah sebelum latihan. Interupsi saat latihan berlangsung akan mengurangi manfaat aerobik yang seharusnya Anda dapatkan. 

4. Gunakan kaus kaki yang tebal

Alih-alih kaus kaki atau stocking pendek tipis, gunakan kaus kaki yang tebal untuk menghindari ujung jari kaki cidera atau melepuh. Kaus kaki yang tebal juga dapat membantu meredam entakan atau getaran saat Anda berlari atau berjalan. 

5. Pemanasan dan pendinginan

Luangkan waktu setidaknya lima menit sebelum dan sesudah latihan inti, dengan kecepatan 1,5 s 2 mph (3,4-3,2 km/jam).

Mulai latihan treadmill

1. Ayunkan kedua tangan saat sedang berlatih

Anda mungkin akan tergoda untuk berpegangan pada handle mesin untuk menjaga keseimbangan. Hal ini akan mengurangi efektivitas latihan dan kalori yang terbakar akan lebih sedikit. Pastikan postur tubuh Anda tegak namun bahu rileks, sedikit kencangkan perut dan bokong, lalu mulailah berlari atau berjalan.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

2. Beri perhatian pada setelan mesin

Perhatikan kecepatan, setelan mendatar, tanjakan atau turunan pada mesin treadmill. Ingat, jangan memulai latihan sebelum Anda menguasai alatnya.

Untuk pemula, berlatihlah lari dengan kecepatan sedang mendatar terlebih dulu. Secara bertahap, Anda bisa menaikkan kemampuan dengan latihan berlari atau berjalan menanjak atau menurun dengan kecepatan yang disesuaikan dengan kemampuan.

Jangan sungkan bertanya ke sesama anggota gym yang sudah senior atau pelatih di sana. Memang sudah tugas pelatih memberi petunjuk penggunaan mesin dan cara berlatih dengan benar kepada anggotanya.

3. Gunakan clip pengaman

Meski Anda mungkin lebih memilih untuk tidak menggunakannya ketika merasa sudah mahir, clip ini sangat berguna untuk mencegah Anda jatuh dan cidera ketika kehilangan keseimbangan. Anda yang baru mengenal mesin treadmill, sangat dianjurkan untuk bersahabat dengan clip pengaman.

5 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Barriers to fitness: Overcoming common challenges. Mayo Clinic. (http://www.mayoclinic.com/healthy-lifestyle/fitness/in-depth/fitness/art-20045099)
How to Train for a 5K: For Beginners and Beyond. Healthline. (https://www.healthline.com/health/exercise-fitness/train-for-a-5k)
Running and heart rate: Ideal zones, safety, and how to measure. Medical News Today. (https://www.medicalnewstoday.com/articles/326361.php)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Artikel selanjutnya
Manakah Yang Lebih Efektif Dalam Menurunkan Berat Badan: Latihan Kekuatan Otot Atau Kardio?
Manakah Yang Lebih Efektif Dalam Menurunkan Berat Badan: Latihan Kekuatan Otot Atau Kardio?

Dua olahraga tersebut sama pentingnya bagi kesehatan tubuh. Tetapi apabila tujuannya untuk menurunkan berat badan, maka akan lebih baik jika Anda melakukan latihan kardio. Bukan karena latihan kekuatan otot tidak lebih baik, tetapi karena latihan kardio memiliki kecepatan yang berbeda dalam membakar kalori.

Buka di app