Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Olahraga dan Kebugaran

Solusi Mengatasi Kepala Pusing Usai Bermain Futsal

Update terakhir: NOV 14, 2019 Waktu baca: 2 menit
Telah dibaca 725.932 orang

Pernahkah Anda mengalami kepala pusing usai bermain futsal atau setelah berolahraga lainnya? Jika iya, lantas apakah penyebabnya? Pada umumnya, ketika berhubungan dengan kepala, setiap orang akan langsung panik karena menganggap dirinya mengalami sakit parah. 

Padahal, untuk beberapa kasus,  kepala pusing setelah olahraga ini disebabkan oleh beberapa hal. Selengkapnya, simak ulasannya berikut ini.

Iklan dari HonestDocs
Beli Simvastatin via HonestDocs!

Simvastatin berfungsi untuk menurunkan kadar kolesterol yang tinggi pada pasien – pasien dislipidemia. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Penyebab kepala pusing usai olahraga

Menurut penuturan dari John Halliwill, seorang dosen fisiologi di Universitas Oregon, ketika seseorang mengalami kepala pusing setelah berolahraga merupakan hal yang wajar. Dengan kata lain, sakit kepala tersebut tidak merujuk pada penyakit lainnya. 

Secara mekanisme kerja tubuh, ketika seseorang berolahraga, maka jantung akan bekerja dengan keras demi memasok darah ke seluruh tubuh. mulai dari mendorong kaki, berlari, hingga menangkap bola, keseluruhan aktivitas tersebut menekan pembuluh darah yang dilewatinya.

Tekanan ini kemudian memompa darah yang ada di kaki dan tangan untuk dipindahkan ke jantung kembali. Hal ini sebenarnya cukup membantu kerja jantung untuk mengalirkan darah ke seluruh tubuh. 

Sayangnya, ketika seseorang langsung berhenti bermain futsal, maka darah yang mengalir di kaki tidak langsung kembali ke jantung dengan segera. Sebab, otot sudah rileks sehingga tidak perlu membantu memompa darah. Akibatnya, Anda akan mulai pusing karena pasokan darah ke kepala berkurang.

Disamping itu, ketika seseorang berhenti bermain futsal secara tiba-tiba, detak jantung dan sirkulasi darah akan menurun, padahal pembuluh darah saat itu masih melebar. Kombinasi kondisi inilah yang mengakibatkan Anda pusing setelah berolahraga. 

Satu lagi, pusing setelah olahraga ini juga bisa terjadi karena tidak mengasup protein dan karbohidrat yang cukup sebelum olahraga. Maka, kadar gula dalam darah akan rendah sehingga mengakibatkan seseorang pusing setelah futsal.

Iklan dari HonestDocs
Beli Simvastatin via HonestDocs!

Simvastatin berfungsi untuk menurunkan kadar kolesterol yang tinggi pada pasien – pasien dislipidemia. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Cara mengatasinya

Solusi mengatasi sakit kepala usai futsal ini disarankan dengan cara yang aman. Sebab, konsumsi obat-obatan antinyeri ini yang dikonsumsi 30 hingga 60 menit sebelum olahraga hanya akan mengiritasi lambung

Disamping itu, obat-obatan tersebut juga memerlukan resep dokter dan tidak ditujukan untuk pemakaian jangka panjang. Nah, daripada berakibat parah dengan obat-obatan, lebih baik lakukan cara berikut.

  • Lakukan pemanasan dan pendinginan

Pasti Anda sudah sering mengalami masa di sekolah dimana sebelum olahraga harus diawali dengan pemanasan dan diakhiri dengan pendinginan. Nah, sebenarnya rutinitas tersebut bukan tanpa alasan. Sebab, jika tidak dilakukan akan berakibat buruk seperti kepala pusing usai berolahraga.

Lakukanlah pemanasan sekitar 15 menit sebelum olahraga dan pendinginan selama 5 menit setelah olahraga. Pemanasan ini berguna untuk memulai olahraga secara perlahan untuk kemudian ditingkatkan secara bertahap. Hingga akhirnya, olahraga diakhiri dengan pendinginan terlebih dulu supaya tubuh tidak kaget. 

Rutinitas tersebut akan mencegah sakit kepala muncul.

  • Perhatikan ketinggian

Terkadang, tanpa orang sadari, ketinggian suatu tempat berpengaruh terhadap kondisi tubuh saat seseorang berolahraga. Apalagi bagi seseorang yang memang baru saja sampai di lingkungan tersebut. Ketahuilah, semakin tinggi suatu tempat, maka kadar oksigen dalam udara juga semakin sedikit. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Simvastatin via HonestDocs!

Simvastatin berfungsi untuk menurunkan kadar kolesterol yang tinggi pada pasien – pasien dislipidemia. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Untuk itu, ketika berada di dataran tinggi, sebaiknya tunggulah 2 hari sebelum mulai berolahraga. Berilah kesempatan bagi tubuh untuk beradaptasi sehingga kadar oksigen cukup untuk aktivitas ototnya.

  • Perhatikan kecukupan cairan

Air sangat penting bagi tubuh. Apalagi ketika seseorang melakukan aktivitas berat seperti olahraga. Untuk itu, bawalah air minum ketika berolahraga dan minum sesering mungkin. Sebab, dehidrasi atau kekurangan cairan ini bisa memicu penyakit migrain.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit