Doctor men
Ditulis oleh
ADELIA MARISTA
Doctor men
Ditinjau oleh
VINA SETIAWAN

Sirosis: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Update terakhir: NOV 18, 2019 Tinjau pada NOV 18, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 2.333.273 orang

Organ hati berfungsi untuk membantu dalam detoksifikasi partikel “jahat” dalam tubuh, membantu proses pembersihan darah, dan memproduksi beberapa nutrisi tubuh. Ketika Anda minum minuman alkohol terlalu banyak, maka hati akan kewalahan menyaring zat-zat racun dari alkohol. Hal ini dapat meningkatkan risiko terjadinya sirosis.

Apa itu sirosis?

Sirosis termasuk salah satu penyakit hati kronis. Sirosis adalah kondisi rusaknya sel-sel hati akibat terbentuknya fibrosis atau jaringan parut. Jaringan parut tersebut menghambat sirkulasi aliran darah hati sehingga fungsi dan kerja hati jadi terganggu.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Sirosis termasuk fase akhir dari kerusakan organ hati. Kondisi ini biasanya paling banyak dialami oleh pecandu alkohol ataupun penderita hepatitis.

Mengenai sirosis

Penyebab

Berbagai penyebab sirosis di antaranya:

  • Kebiasaan minum alkohol
  • Organ hati dipenuhi oleh banyaknya sel lemak
  • Hepatitis kronis (biasanya pada hepatitis B dan hepatitis C)
  • Penyakit lainnya, seperti fibrosis kistik, hemokromatosis, atresia bilier, Allagile syndrome, infeksi, Wilson’s disease, galaktosemia, hepatitis terkait gangguan autoimun, kolangitis sklerosing primer, dan sirosis bilier primer.

Gejala

Gejala sirosis bisa berbeda-beda pada setiap orang. Namun secara umum, tanda dan gejala sirosis meliputi:

  • Mudah berdarah
  • Kulit gatal
  • Warna kekuningan pada area sklera (dinding putih) mata ataupun kulit
  • Keluar cairan pada perut 
  • Muntah darah 
  • Mudah lelah dan mengantuk 
  • Nafsu makan berkurang
  • Berat badan menurun
  • Gelisah
  • Munculnya spider nevi, yaitu pembuluh darah kecil seperti laba-laba
  • Atrofi testis pada pria
  • Lemas pada ekstremitas bawah
  • Mudah memar 

Pencegahan sirosis

Penyakit hati kronis berupa sirosis dapat dicegah dengan cara:

  • Makan makanan bergizi seimbang
  • Kurangi makanan berlemak, bersantan, berminyak
  • Minum 2-3 liter air dalam sehari
  • Olahraga teratur
  • Hindari konsumsi alkohol
  • Vaksin hepatitis untuk melindungi diri dari infeksi

Jangan ragu untuk menemui dokter terdekat bilamana kondisi Anda tidak kunjung membaik.

gt;obatan sirosis

Sirosis merupakan kondisi yang sebaiknya tidak diremehkan. Segera periksakan diri ke dokter untuk memastikan penyebab penyakit yang dialami.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Berikut adalah beberapa pemeriksaan yang mungkin dilakukan untuk mendeteksi sirosis, yaitu:

  • Pemeriksaan fisik, terutama area abdomen (perut).
  • Pemeriksaan laboratorium. Meliputi pemeriksaan fungsi liver (hati), pemeriksaan fungsi ginjal, pemeriksaan darah terkait hepatitis B ataupun hepatitis C, dan masa pembekuan darah (clotting).
  • Magnetic resonance elastography or transient elastography. Pemeriksaan non-invasif ini dilakukan untuk melihat kondisi organ hati.
  • Biopsi. Dilakukan untuk membantu menegakkan diagnosis sirosis.
  • Pemeriksaan lainnya, yaitu MRI, CT-scan, dan USG.

Anda tidak perlu khawatir dulu mengenai pemeriksaan apa saja yang akan dijalani. Tentunya, jenis pemeriksaannya akan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan Anda.

Perawatan untuk sirosis tergantung pada penyebab dan tingkat kerusakan hati yang Anda alami. Pengobatan sirosis ini bertujuan untuk memperlambat kerusakan sel-sel hati semakin parah dan mencegah komplikasi

Anda mungkin saja perlu dirawat di rumah sakit jika tingkat kerusakan hati sudah tergolong parah atau berat. Pada sirosis tahap awal, sejumlah terapi akan dilakukan untuk meminimalkan kerusakan pada hati. Pilihan terapi tersebut di antaranya:

  • Perawatan untuk ketergantungan alkohol. Pasien dengan riwayat sirosis harus berhenti minum alkohol. Meskipun hanya diminum sedikit, alkohol tetap saja beracun bagi hati.
  • Menurunkan berat badan. Atur jumlah asupan protein supaya berat badan Anda kembali normal.
  • Obat hepatitis. Beberapa jenis obat dapat menghambat kerusakan sel-sel hati yang disebabkan oleh hepatitis B atau C.

Jika penyakit sirosis ini telah menimbulkan komplikasi, maka dapat dilakukan terapi sesuai dengan penyebabnya.

  • Kelebihan cairan tubuh. Diet rendah garam dan obat-obatan dapat dilakukan untuk mencegah penumpukan cairan dalam tubuh. Ini bertujuan supaya pasien terhindar dari asistes dan pembengkakan (edema).
  • Hipertensi portal. Dapat diberikan terapi antihipertensi atau endoskopi bagian atas secara berkala. Terapi ini dilakukan untuk mencari pembuluh vena yang membesar di kerongkongan atau lambung (varises).
  • Infeksi. Anda mungkin menerima antibiotik atau perawatan lain untuk mengobati infeksi.
  • Meningkatnya risiko kanker hati. Dokter biasanya akan merekomendasikan pemeriksaan darah dan USG setiap 6 bulan untuk memastikan gejala kanker hati.
  • Ensefalopati hati. Jika mengalami kondisi ini, maka dokter akan meresepkan obat untuk mencegah penumpukan racun dalam darah.

Referensi

American Cancer Society (2016). Liver Cancer Risk Factors.

Cleveland Clinic (2019). Cirrhosis of the Liver.

Mayo Clinic (2018). Diseases and Conditions. Cirrhosis.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit