Sering Menunda Pekerjaan Bisa Jadi Tanda Gangguan Mental

Beberapa ahli mengatakan jika pekerjaan yang terbengkalai setiap hari ternyata berkaitan langsung dengan gangguan mental dan dapat mengganggu kualitas hidup. Berbagai prestasi yang turun akan melahirkan depresi dan hal itulah yang menjadi alasan timbulnya gangguan mental.Kondisi tubuh apa saja yang bisa menjadi penyebab gangguan mental? Simak penjelasannya berikut ini:
Dipublish tanggal: Jul 7, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 2 menit
Sering Menunda Pekerjaan Bisa Jadi Tanda Gangguan Mental

Manusia memang tercipta sebagai makhluk dinamis, mampu bergerak dengan bebas tanpa hambatan. Akan tetapi sering muncul keinginan untuk istirahat di waktu yang tidak tepat seperti pada saat jam kerja. Memilih bicara dengan rekan kerja lebih lama sehingga menunda setumpuk pekerjaan.

Apabila kegiatan terus berulang setiap hari maka dipastikan Anda akan memiliki pekerjaan yang banyak dan sukar pula untuk diselesaikan. Sehingga timbul rasa malas dan seolah tidak peduli meskipun deadline kerja akan segera tiba.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Patut Anda waspadai mengenai kebiasaan menunda pekerjaan, beberapa ahli mengatakan jika pekerjaan yang terbengkalai setiap hari ternyata berkaitan langsung dengan gangguan mental dan dapat mengganggu kualitas hidup.

Berbagai prestasi yang turun akan melahirkan depresi dan hal itulah yang menjadi alasan timbulnya gangguan mental.

Kondisi tubuh apa saja yang bisa menjadi penyebab gangguan mental? Simak penjelasannya berikut ini:

1. Depresi

Penyebab tingginya angka kemalasan di dalam hidup adalah adanya depresi, otak seolah berhenti di dalam sebuah kasus atau kejadian hidup yang Anda alami. Sehingga tidak mampu mengerjakan rutinitas yang sebenarnya saat ini sedang Anda dihadapi.

Depresi mendorong pikiran dan hati untuk berputus asa dan kehilangan harapan. Bahkan rasa malas dapat terjadi ke dalam kegiatan yang paling mudah seperti malas mandi dan makan.

2. Gangguan psikis

Rasa malas dan menunda pekerjaan menjadi gejala seseorang memiliki riwayat gangguan psikis. Salah satunya Attention Deficit Hyperactvity Disorder (ADHD) membuat Anda sulit berkonsentrasi, impulsif, mudah teralihkan dengan sesuatu hal sehingga pekerjaan tidak terorganisir dan terbengkalai.

Iklan dari HonestDocs
Beli Fungiderm CR 5G via HonestDocs

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Fungiderm cr 5g 1

Gangguan psikis lainnya adalah Obsessive Compulsive Disorder (OCD), salah satu gangguan mental yang membuat Anda terus menerus melakukan kegiatan yang sama setiap waktu. Sehingga pekerjaan akan semakin banyak.

Tips menghentikan kebiasaan menunda pekerjaan

Kebutuhan Anda akan mobilitas yang tinggi membutuhkan konsentrasi sebagai modal paling utama untuk tetap produktif. Para ahli Neuropsikologi menyatakan jika kegiatan menunda pekerjaan menjadi akibat dari gagalnya mengatur waktu untuk diri sendiri.

Kira-kira apa saja yang bisa dilakukan untuk mengubah kebiasaan menunda pekerjaan? Simak penjelasannya berikut ini.

1. Mulai membuat note sebagai deadline kerja

Kegiatan menunda pekerjaan akan membuat perasaan nyaman dalam kondisi yang salah. Sehingga mulailah untuk membuat beberapa catatan kecil yang mampu mengingatkan Anda akan kewajiban setiap hari.

Lembaran sticky notes dari kertas bisa menjadi pilihan terbaik, simpan di tempat strategis sehingga dapat menyita perhatian. Gunakan juga note yang disimpan di smartphone sehingga bisa dibawa kemanapun Anda pergi.

2. Gunakan skala prioritas

Hal ini berkaitan dengan proses manajemen waktu, menunjukkan pekerjaan yang harus menjadi prioritas utama untuk segera diselesaikan. Taraf ukurnya bisa jadi adalah beban kerja yang lebih berat atau tanggal deadline.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

3. Simpan semua distraksi

Keseimbangan hidup dan pekerjaan dapat terganggu oleh kegiatan konsumerisme. Salah satunya adalah pemakaian perangkat elektronik yang membuat Anda akan menunda setiap pekerjaan.  

Matikan koneksi internet dan menyimpan segala gadget saat bekerja, dinilai efektif dalam mengusir kebiasaan menumpuk pekerjaan.

4. Istirahat

Beban kerja setiap hari memang akan membuat lelah dan menimbulkan rasa malas. Sehingga istirahat yang cukup dapat mengembalikan semangat kerja. Kualitas tidur yang baik mengantarkan Anda pada kesuksesan harian, mulailah untuk menghindari begadang dan segera beristirahat.

5. Menyelesaikan pekerjaan adalah penting

Tips terakhir yang bisa diterapkan adalah menyadari bahwa pekerjaan saat ini sangat penting bagi kehidupan Anda. Dapat menopang kebutuhan hidup, meningkatkan prestasi dan membangun citra yang baik dengan berbagai relasi.

 

25 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Treatment settings. National Alliance on Mental Illness. https://www.nami.org/Learn-More/Treatment/Treatment-Settings.
Newman L, et al. Early origins of mental disorder — Risk factors in the perinatal and infant period. BMC Psychiatry. 2016;16:270.
Risk and protective factors. Substance Abuse and Mental Health Services Administration.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app