Ketahui Efek dan Cara Mengurangi Multitasking Pekerjaan

Simak pembahasan selengkapnya perihal beberapa efek buruk dari multitasking berikut ini:
Dipublish tanggal: Agu 24, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Mar 17, 2020 Waktu baca: 2 menit
Ketahui Efek dan Cara Mengurangi Multitasking Pekerjaan

Melakukan kegiatan multitasking seolah bukan hal asing untuk dikerjakan, baik di rumah maupun ketika berada di kantor. 

Multitasking berarti melakukan berbagai kegiatan secara sekaligus dalam waktu yang sama. Misalnya membuat laporan kerja dalam dua periode selama bersamaan atau membalas email sembari makan siang.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Saraf & Otak via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 5

Multitasking menawarkan kecepatan dan efisiensi waktu yang semu, Anda patut mewaspadai beberapa efek buruk terhadap kebiasaan tersebut. 

Mulai dari efek kesehatan hingga rusaknya hubungan yang sudah terjalin bersama orang-orang tercinta. Simak pembahasan selengkapnya perihal beberapa efek buruk dari multitasking berikut ini:

1. Produktivitas menurun

Berdasarkan beberapa riset yang dilakukan oleh para ahli, melakukan multitasking akan mengakibatkan fokus terpecah sehingga pekerjaan membutuhkan waktu lebih lama untuk segera diselesaikan. 

Dengan demikian multitasking tidak akan membuat Anda menjadi seorang yang produktif dari segi waktu pekerjaan setiap hari.

2. Perkembangan otak

Kebiasaan buruk melakukan multitasking memang benar-benar ada, salah satunya bagi perkembangan otak. 

Multitasking membuat performa otak menjadi menurun atau disebut dengan istilah Brain’s Grey Matter yang berkaitan langsung dengan fungsi emosi, motivasi dan kognitif.  

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Saraf & Otak via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 5

Multitasking yang parah akan membuat kemampuan daya ingat menjadi menurun dan beresiko tinggi untuk mudah lupa.

3. Distraksi

Multitasking dalam pekerjaan juga membuat Anda mengalami distraksi behavioral, tidak mampu mengatur fokus pada suatu pekerjaan dan tidak bisa membedakan tugas mana yang harus diutamakan. 

Anda hanya mengingat bahwa semua pekerjaan harus segera diselesaikan. 

Sebuah penelitian yang dilakukan para ahli menunjukkan bahwa orang dengan multitasking juga akan menjadi distraksi terhadap rekan kerjanya, jarang memiliki waktu untuk sekedar beristirahat atau makan siang bersama setelah kerja.

4. Hubungan yang buruk

Kebiasaan melakukan multitasking selama di kantor akan ikut terbawa hingga ke area privasi seperti rumah. 

Disadari atau tidak kebiasaan ini akan membuat Anda mengabaikan orang-orang di sekitarnya. Mulai dari keluarga, anak dan pasangan sendiri dan orang-orang terdekat akan memberikan julukan kepada Anda sebagai “orang sibuk.”

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Saraf & Otak via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 5

Cara kurangi kebiasaan multitasking

Motif yang diandalkan oleh setiap orang yang melakukan multitasking adalah pencapaian target dan menjadi kebanggaan tersendiri bagi setiap pelakunya. Rela kehilangan waktu untuk melakukan berbagai kegiatan privasi maupun liburan.

Beberapa penelitian yang dilakukan berpendapat bahwa multitasking tidak baik dilakukan dalam dunia kerja dan bukan solusi yang tepat untuk menyelesaikan pekerjaan. 

Anda perlu mengatasi kegiatan tersebut dengan melakukan cara-cara yang tepat. Simak beberapa cara untuk mengurangi kegiatan multitasking dalam pekerjaan berikut ini:

1. Rileks

Anda harus menenangkan diri sebelum bekerja untuk menghilangkan stres dari pekerjaan yang menumpuk, atur napas dan yakinlah bahwa setiap pekerjaan akan selesai tepat waktu tanpa stres.

2. Manajemen waktu

Pengaturan waktu yang baik akan membuat Anda mengetahui kapan sebuah pekerjaan harus dimulai dan diselesaikan. Mengetahui pekerjaan mana yang menjadi prioritas utama dan kedua. 

Anda bisa mulai dengan menyusun berbagai kegiatan sehingga pekerjaan bisa diselesaikan secara maksimal.

3. Miliki suasana kerja yang supportif

Buatlah suasana kerja yang nyaman di meja kerja. Bila perlu mainkan musik yang merdu sebagai relaksasi. Kegiatan ini akan membuat Anda terhindar dari sikap terburu-buru dan tidak fokus.

4. Matikan gadget

Mungkin saja Anda bekerja menggunakan beberapa gadget seperti komputer, smartphone ataupun tablet. Akan tetapi hindari menjawab chat atau bermain game selama bekerja. 

Terlalu lama malah membuat kita menjadi terlena dan pekerjaan belum diselesaikan tepat waktu. Matikan gadget, notifikasi atau bahkan akses internet ketika bekerja.

8 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Is Multitasking Dumbing Down the World?. Psychology Today. (Accessed via: https://www.psychologytoday.com/us/blog/high-octane-women/201311/is-multitasking-dumbing-down-the-world)
How Multitasking Affects Productivity and Brain Health. Verywell Mind. (Accessed via: https://www.verywellmind.com/multitasking-2795003)
Why Multitasking Is a Myth That's Breaking Your Brain and Wasting Your Time. Entrepreneur. (Accessed via: https://www.entrepreneur.com/article/299029)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app