Sering Jatuh Saat Berjalan Adalah Gejala Gangguan Keseimbangan

Dipublish tanggal: Jul 5, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Okt 18, 2019 Waktu baca: 2 menit
Sering Jatuh Saat Berjalan Adalah Gejala Gangguan Keseimbangan

Pernahkah Anda berpikir mengapa tubuh Anda dapat berjalan dengan lurus tanpa terjatuh, berdiri dengan tegak, hingga menoleh ketika dipanggil seseorang? Jika iya, bagaimanakah aktivitas tersebut dapat terjadi? 

Ya, hal tersebut dapat berlangsung dengan baik karena fungsi koordinasi antara satu organ dengan organ lainnya berjalan dengan baik pula. Dengan kata lain, setiap organ dalam tubuh bekerjasama untuk melakukan gerakan tertentu dan menciptakan kemampuan yang disebut dengan keseimbangan.

Namun, bagaimana jika keseimbangan tubuh Anda terganggu? Sebelum mengulasnya lebih lanjut, pahami dulu bagaimana tubuh menjaga keseimbangan berikut ini!

Mekanisme Tubuh Menjaga Keseimbangan

Tahukah Anda, keseimbangan yang terjadi pada tubuh manusia merupakan hasil kerjasama antara beberapa organ seperti sensor yang ada di leher, anggota bawah, torso, mata, dan juga cairan pada saluran semisirkular dalam telinga. Bagaimana peran masing-masing organ tersebut dalam menjaga keseimbangan?

Pertama, sensor pada leher, anggota gerak bawah, dan torso berperan dalam mengirimkan informasi menuju otak ketika tubuh Anda sedang melakukan aktivitas seperti menengadah maupun berjalan di atas permukaan yang beragam. 

Kedua, organ mata yang berperan dalam mengirimkan sinyal kepada otak ketika melihat sesuatu. Ketiga, cairan pada saluran semisirkular dalam telinga berperan dalam menjaga keseimbangan tubuh dan mata agar tetap fokus.

Gejala Seseorang Mengalami Gangguan Keseimbangan

Nah, ketika ada salah satu organ mengalami gangguan, akan berpengaruh terhadap keseimbangan tubuh Anda. Pada dasarnya, gejala gangguan keseimbangan ini dapat berbeda antara satu orang dengan yang lain. Namun, umumnya gejala gangguan keseimbangan adalah sebagai berikut.

ð  Vertigo

Ketika seorang mengalami vertigo akan merasa bahwa dirinya seolah berputar, padahal sedang berdiri tegak.

ð  Disequilibrum

Adalah suatu kondisi tidak seimbang sehingga seseorang tidak dapat berdiri, naik tangga, memutar, hingga berdiri tanpa terjatuh maupun menabrak sesuatu.

ð  Presyncope

Kondisi ini terjadi ketika Anda masih dalam keadaan sadar, namun terasa pusing dan ingin pingsan.

Cara Menghindari Gangguan Keseimbangan pada Tubuh

Meskipun gangguan keseimbangan sering dikaitkan dengan usia lanjut usia, namun ada pula sebagian penderita yang masih berusia pertengahan usia 20an tahun. Namun, bukan berarti Anda tidak bisa menghindarinya. Sebab, cara berikut ini cukup efektif untuk menghindarinya gangguan keseimbangan pada tubuh.

Konsumsi Obat-obatan

Tahukah Anda, rupanya, konsumsi obat-obatan tertentu bisa berpengaruh terhadap gangguan keseimbangan. Misalnya saja obat antidepresan, antihistamin, hingga obat penghilang rasa sakit. Penuaan dan vertigo juga termasuk faktor berkurangnya keseimbangan seseorang.

Jaga Kesehatan Telinga Anda

Jangan anggap remeh kondisi kesehatan telinga Anda. Sebab, apabila terjadi infeksi telinga yang menyebabkan infeksi vestibular dapat mengganggu sistem telinga bagian dalam. 

Tahukah Anda, bagian telinga dalam ini berfungsi untuk membantu keseimbangan dan orientasi spasial. Jadi, ketika terjadi masalah seperti nyeri pada bagian telinga, segera periksakan ke dokter spesialis pendengaran ya!

Berdiri dengan Satu Kaki

Cara menghindari gangguan kesehatan lain yang dapat Anda lakukan dengan melakukan latihan keseimbangan. Latihan ini sangat fleksibel karena dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja tanpa perangkat tambahan. 

Caranya, berdirilah dengan satu kaki dalam beberapa hitungan dan lakukanlah secara bergantian. Pastikan untuk berlatih keseimbangan ini berulang kaki dalam sepekan ya.

Naik Turun Tangga

Langkah ini juga terbilang efektif untuk melatih keseimbangan tubuh, khususnya bagian pinggul dan memperkuat lutut. Tak perlu banyak tangga, hanya saja pastikan bahwa aktivitas naik turun tangga ini membuat Anda cukup berkeringat.


24 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Bisdorff A, et al. Classification of vestibular symptoms: Towards an international classification of vestibular disorders. Journal of Vestibular Research. 2009;19:1.
Park JA, et al. Vestibular schwannoma (acoustic neuroma). http://www.uptodate.com/home.
Kaufmann, H. Treatment of orthostatic and postprandial hypotension. http://www.uptodate.com/home.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app