Kesehatan Fisik

Vertigo: Pusing Berputar

Dipublish tanggal: Feb 22, 2019 Update terakhir: Mar 29, 2020 Tinjau pada Mei 13, 2019 Waktu baca: 3 menit
Vertigo: Pusing Berputar

Vertigo merupakan satu bentuk gangguan keseimbangan atau gangguan orientasi di ruangan, biasanya penderita vertigo mengeluh pusing yang berputar atau pusing tujuh keliling.  Penderita merasakan atau melihat lingkungannya bergerak, padahal lingkungannya diam, atau penderita merasakan dirinya bergerak, padahal tidak. Gerakan pada vertigo umumnya gerakan berputar; namun sesekali dijumpai kasus dimana gerakan bersifat garis lurus (linier); tubuh seolah-olah didorong atau ditarik menjauhi bidang vertikal. Dengan kata lain vertigo adalah ilusi bergerak atau ada juga yang menyebutnya halusinasi bergerak.

Penyebab Vertigo

Penyebab Vertigo yaitu gangguan atau kelainan atau penyakit pada sistem vestibular (gangguan pada telinga) . Seringkali vertigo ini disertai oleh gangguan sistem otonom sehingga timbullah gejala-gejala seperti rasa mual, muntah, keringat dingin, pucat,  diare, perubahan denyut nadi dan tekanan darah.

Vertigo dapat berasal dari kelainan di sentral (batang otak, otak kecil atau cerebellum atau otak), yang disebut vertigo sentral  atau di perifer (telinga-dalam, atau saraf vestibular), disebut vertigo perifer . Kita perlu membedakan kedua jenis vertigo ini, karena terapi dan prognosisnya akan berbeda.

Gangguan keseimbangan beragam bentuknya dan penyebabnya pun bermacam-macam. Banyak sistem atau organ tubuh yang ikut terlibat dalam mengatur dan mempertahankan keseimbangan tubuh kita. Keseimbangan diatur oleh integrasi berbagai sistem. Diantara sistem ini, yang banyak peranannya ialah sistem vestibular, sistem visual dan sistem somatosensorik (proprioseptif).

Berlainan halnya dengan fungsi melihat atau fungsi mendengar, dimana sistem yang berperan tidak banyak, maka dalam mengatur keseimbangan berbagai sistem ikut berperan. Tidak ada satu sistem yang bertanggungjawab penuh. Berbagai sistem bekerja sama dalam mempertahankan keseimbangan.

Kata yang digunakan untuk menyatakan vertigo atau gangguan keseimbangan ini pun beragam, misalnya : puyeng, sempoyongan, mumet, pening, pusing, pusing tujuh keliling, rasa mengambang, kepala rasa enteng, rasa melayang.

Sering penderita vertigo menggunakan kata yang tidak sesuai artinya dengan arti yang lazim dipahami oleh seorang dokter. Oleh karenanya dokter harus meminta agar penderita mengemukakan keluhannya secara rinci dan jelas. Hal ini penting untuk menegakkan diagnosis yang tepat. Misalnya apa yang dimaksud penderita bila ia mengeluhkan rasa mumet, rasa sempoyongan, puyeng.

Sistem yang Berperan Mempengaruhi Vertigo

Oleh karena banyaknya sistem yang ikut berperan, maka dalam menghadapi kasus dengan gangguan keseimbangan, kita sering menemui kesulitan dalam menentukan penyebabnya. Tiga sistem yang banyak perannya dalam mempertahankan keseimbangan ialah sistem vestibular, sistem visual (penglihatan) dan sistem somatosensorik (perasaan) (proprioseptif). Untuk mempertahankan keseimbangan di ruangan, maka sedikitnya 2 dari 3 sistem tersebut di atas harus berfungsi dengan baik.

Bila seseorang menderita vertigo, ini menunjukkan bahwa sistem vestibularnya terganggu. Rasa puyeng, rasa tidak seimbang, rasa tidak stabil, yang tidak disertai oleh vertigo, dapat disebabkan oleh berbagai kelainan, misalnya gangguan visual, somatosensorik (proprioseptif) dan juga oleh gangguan pada sistem vestibular.

Hampir semua orang pernah mengalami vertigo, sejak dari masa anak-anak sampai dewasa. Berapa banyak penderita gangguan keseimbangan atau vertigo yang mendatangi rumah sakit atau praktek dokter ? Hal ini sulit ditentukan.

Gangguan Keseimbangan dapat Disebabkan oleh Beragam Penyakit

Disadari bahwa gangguan keseimbangan dapat disebabkan oleh beragam penyakit. Jumlah penderita vertigo yang mengunjungi praktek seorang dokter spesialis penyakit dalam berbeda dari jumlah penderita dengan keluhan vertigo atau puyeng yang mengunjungi praktek seorang dokter spesialis telinga-hidung-tenggorok (THT) atau spesialis penyakit syaraf.

Dari 119 penyakit puyeng oleh kelainan yang disebutnya sebagai kelainan otologic (telinga) , Hain (1996) mendapatkan bahwa 49% menderita Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV) sebesar18,5% penyakit Meniere, 13,5% parese vestibular unilateral, 8% parese verstibular bilateral, 6% disfungsi telinga tengah dan 5% fistula. Dari 74 penderita dengan keluhan puyeng yang disebabkan oleh kelainan neurologik, Hain (1996) mendapatkan bahwa 35% adalah penderita stroke atau TLA, 22% menderita gangguan saraf pusat lainnya, 16% menderita migren vertebrobasiler, 8% nistagmus, 7% ataksia sensorik, 4% disfungsi ganglia basalis, 5% ataksia serebeler, menderita epilepsi.

Drachman dan Hart (1972) mendapatkan bahwa dari 102 penderita dengan keluhan puyeng yang mengunjungi klinik neurootologi, 5 orang menderita kelainan medik, 34 orang kelainan otologik, 23 orang kelainan neurologik dan pada 38 orang kelainannya tidak dapat ditentukan.

 

21 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Important facts about falls. Centers for Disease Control and Prevention. https://www.cdc.gov/homeandrecreationalsafety/falls/adultfalls.html.
Migraine information page. National Institute of Neurological Disorders and Stroke. https://www.ninds.nih.gov/Disorders/All-Disorders/Migraine-Information-Page.
Moskowitz HS, et al. Meniere disease. https://www.uptodate.com/contents/search.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit
Buka di app