Sebenarnya Berapa Sih Kadar Kolesterol Normal Itu?

Kolesterol total - merupakan kombinasi dari HDL, LDL, dan trigliserida. Jumlah yang masih dapat ditoleransi adalah di bawah 200 mg/ dL. Kalau kadarnya berkisar antara 200-239 mg/ dL maka itu sudah mencapai ambang batas tinggi.
Dipublish tanggal: Agu 26, 2019 Update terakhir: Nov 10, 2020 Tinjau pada Mar 24, 2020 Waktu baca: 3 menit
Sebenarnya Berapa Sih Kadar Kolesterol Normal Itu?

Kebanyakan orang pasti tahu kalau kolesterol tinggi dapat meningkatkan resiko seseorang mengalami sirkulasi darah yang buruk, jantung, serta stroke. Lantas sebenarnya berapa sih kadar kolesterol normal itu?

Pengertian kolesterol

Sebelum menjawab pertanyaan di atas, mari pahami lebih dulu arti dari kolesterol. Kolesterol adalah senyawa lemak yang dihasilkan oleh sel-sel tubuh. Diperkirakan ¼ kolesterol dalam tubuh dikeluarkan oleh sel hati. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Simvastatin via HonestDocs!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Tubuh sesungguhnya membutuhkan kolesterol. Tapi jika kadarnya terlalu tinggi, maka itu dapat memicu berbagai penyakit. Oleh sebab itu, setiap orang perlu melakukan pemeriksaan kolesterol secara berkala supaya tahu apakah ia beresiko mengalami sakit atau tidak. 

Pemeriksaan kolesterol sebaiknya dimulai dini, yakni sejak usia 20an bagi yang merokok, overweight, menderita hipertensi atau diabetes, dan yang anggota keluarganya memiliki riwayat jantung. Sedangkan buat yang tidak termasuk golongan di atas, pemeriksaan kolesterol bisa dilakukan mulai umur 35 tahun. 

Yang pasti sebelum memeriksakan kadar kolesterol, Anda biasanya diwajibkan puasa lebih dulu selama 9-12 jam. Pemeriksaannya umumnya dilakukan dengan mencari tahu berapa mg kolesterol yang ada dalam setiap dL darah (mg/dL). 

Jika hasilnya normal, maka pemeriksaan ulang boleh dilakukan rutin setiap 5 tahun sekali. Lain halnya bila hasilnya kurang baik. Dalam hal ini, Anda harus periksa lebih sering, apalagi kalau mengidap diabetes, jantung, serta penyakit ginjal juga.

Jenis kolesterol

Pada dasarnya ada 2 jenis kolesterol, yakni baik (HDL) dan jahat (LDL). Di luar itu, ada pula jenis lemak darah lainnya yang disebut trigliserida.  

1.Kolesterol Baik (HDL/ High Density Lipoprotein)

HDL inilah yang dapat mencegah ateroma (penyempitan pembuluh darah oleh lemak). Ateroma merupakan timbunan plak lemak di dinding arteri pembuluh darah

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Jantung via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 10

Jika dibiarkan terus menumpuk, plaknya bisa semakin tebal dan meluas sehingga menyumbat pembuluh darah. 

Otomatis bukan hanya kelancaran sirkulasi darah saja yang terganggu, namun kondisi ini juga dapat memicu terjadinya pengerasan pembuluh darah (aterosklerosis) yang mengarah pada gangguan jantung, stroke, serta penyakit berbahaya lainnya.

2.Kolesterol Jahat (LDL/ Low Density Lipoprotein)

Bila HDL yang mencegah ateroma, LDL malah merupakan penyebab menyempitnya pembuluh darah oleh lemak. 

3.Trigliserida

Sama seperti LDL, lemak dalam darah ini juga mampu meningkatkan risiko jantung. Karenanya, semakin rendah kadarnya, makin baik. 

Kadar kolesterol normal

Pada dasarnya tingkat kolesterol tiap orang itu tidak sama karena tergantung dari makanan yang dikonsumsinya. Bahkan bila 2 orang menyantap makanan yang sama pun, kadar kolesterol dalam tubuh mereka juga bisa berbeda. Hal ini dikarenakan kolesterol tinggi juga dapat dipicu oleh faktor keturunan. 

  • HDL - tentunya semakin tinggi kadar kolesterol baik, makin sehat pula tubuh karena terlindung dari risiko jantung. Idealnya, kadar HDL yang sehat itu tak kurang dari 60 mg/ dL. Bila jumlahnya kurang dari 40 mg/ dL maka risiko jantung jadi lebih besar. 
  • LDL - semakin rendah tentu semakin baik. Kadar di bawah 100 mg/ dL biasanya masih bisa ditoleransi tubuh. Kalau kadar LDL-nya berkisar antara 100-129 maka itu sudah menyentuh ambang batas toleransi. Sedangkan jika jumlahnya melebihi itu, maka LDL berpotensi memicu ateroma tadi. 
  • Trigliserida - yang tergolong normal berada pada kisaran dibawah 150 mg/dL. Jumlah 150-199 mg/ dL merupakan ambang batas tinggi, dan jika melebihi itu, maka kadarnya dianggap tinggi. 
  • Kolesterol total - merupakan kombinasi dari HDL, LDL, dan trigliserida. Jumlah yang masih dapat ditoleransi adalah di bawah 200 mg/ dL. Kalau kadarnya berkisar antara 200-239 mg/ dL maka itu sudah mencapai ambang batas tinggi. Nah seseorang baru dikatakan mengidap kolesterol tinggi bila jumlahnya mencapai 240 mg/ dL.

Makanan penurun kolesterol

Untungnya ada upaya yang bisa dilakukan untuk menjaga agar kadar kolesterol tetap normal atau bahkan sehat. Selain rajin olahraga, cara utama lainnya adalah dengan memerhatikan asupan makanan. 

Supaya tetap sehat, jauhilah makanan yang sarat kandungan lemak jenuhnya seperti margarin, gorengan, serta snack. Sebaliknya, rajinlah mengonsumsi makanan penurun kolesterol berikut:

  • Ikan yang kaya omega-3 seperti sarden, makrel, salmon, atau tuna
  • Oatmeal - mengandung serat larut sehingga ampuh turunkan kadar LDL. 
  • Kacang-kacangan seperti almond, pistachio, atau hazelnut sebagai pengganti keju serta daging
  • Minyak zaitun - sarat antioksidan untuk menurunkan LDL, takaran 2 sdm/ hari sudah cukup

Cara lain menurunkan kadar kolesterol adalah dengan meninggalkan kebiasaan buruk seperti merokok serta minum alkohol dan berolahraga secara rutin.

19 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Wing RR, et al. (2011). Benefits of modest weight loss in improving cardiovascular risk factors in overweight and obese individuals with type 2 diabetes. DOI: (https://doi.org/10.2337/dc10-2415)
Cholesterol levels: What is a cholesterol test. (2019). (https://medlineplus.gov/lab-tests/cholesterol-levels/)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app