Beragam Manfaat dan Informasi Penting Dari Sandalwood Oil

Dipublish tanggal: Jun 28, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Sep 26, 2019 Waktu baca: 2 menit
Beragam Manfaat dan Informasi Penting Dari Sandalwood Oil

Mengenai Sandalwood Oil

Golongan: jual bebas

Kemasan: botol, jerigen, kapsul

Kandungan: sesquiterpene (α-santalol, β-santalol), epi- β-santalol, α-sinensal, monoterpene

Manfaat Sandalwood Oil

Sandalwood Oil (minyak cendana) dapat digunakan untuk menyembuhkan demam, batuk, bronkitis, sakit mulut dan tenggorokan, infeksi saluran kencing, penyakit organ hati, gonorrhea, sakit kepala, heatstroke, gallbladder problems,  dan penyakit kardiovaskular.

Sandalwood oil juga digunakan sebagai penambah rasa dan aroma pada produk makanan dan minuman. Sandalwood Oil juga digunakan sebagai pewangi di sabun, kosmetik, dan parfum.

Sandalwood Oil juga dapat mencegah pertumbuhan bakteri dan jamur serta dapat mengatasi kejang-kejang. Namun, hal ini memerlukan penelitian lebih lanjut.

Efek samping Sandalwood Oil

Sandalwood Oil aman dikonsumsi bila terkandung dalam makanan. Namun, Sandalwood Oil mungkin tidak aman bila dikonsumsi sebagai obat lebih dari 6 bulan. 

Sandalwood Oil dapat menyebabkan beberapa efek samping seperti gatal – gatal, mual, sakit perut, dan urin yang mengandung darah. Bagi beberapa orang, Sandalwood Oil dapat menyebabkan reaksi alergi. Namun, tidak ada cukup informasi yang menyatakan batas aman dalam konsumsi Sandalwood Oil.

Dosis Sandalwood Oil

Dosis penggunaan Sandalwood Oil dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti umur, kesehatan, dan kondisi lainnya. 

Belum ada petunjuk dosis yang tepat untuk mengonsumsi Sandalwood Oil, maka sebaiknya Anda mengikuti saran dan resep dari dokter atau apoteker mengenai penggunaan tanaman herbal ini mengingat produk herbal tidak sepenuhnya aman dan tetap memiliki efek samping bila berlebihan.

Interaksi Sandalwood Oil

Sandalwood Oil dapat berinteraksi dengan Lithium. Sandalwood Oil memiliki efek sebagai diuretik. Konsumsi Sandalwood Oil dapat menurunkan kemampuan tubuh untuk mengeluarkan Lithium. Hal ini menyebabkan jumlah kandungan Lithium dalam tubuh meningkat dan menyebabkan penyakit serius lainnya. 

Sebaiknya bila Anda sedang mengonsumsi Lithium, Anda juga harus mengonsultasikannya dengan dokter atau apoteker sebelum Anda mengonsumsi Sandalwood Oil. Mungkin dosis konsumsi Lithium Anda perlu diubah.

Perhatian

Bagi ibu hamil dan menyusui, tidak aman mengonsumsi Sandalwood Oil dengan jumlah lebih daripada yang teradapat di makanan karena dapat meningkatkan resiko keguguran. Namun, hal ini memerlukan penelitian lebih lanjut.

Bagi penderita penyakit ginjal, Sandalwood Oil dapat memperburuk kondisi penyakit ginjal Anda. Sebaiknya Anda tidak mengonsumsi Sandalwood Oil bila Anda memiliki penyakit ginjal.


5 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Moy, R. L., & Levenson, C. (2017). Sandalwood Album Oil as a Botanical Therapeutic in Dermatology. The Journal of clinical and aesthetic dermatology, 10(10), 34–39. National Center for Biotechnology Information. (Accessed via: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5749697/)
Sandalwood Uses, Benefits & Side Effects Herbal Database. Drugs.com. (Accessed via: https://www.drugs.com/npc/sandalwood.html)
Sandalwood Oil Uses, Benefits & Dosage Herbal Database. Drugs.com. (Accessed via: https://www.drugs.com/npp/sandalwood-oil.html)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app