Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Doctor men
Ditinjau oleh
DR VINA SETIAWAN

Salbutamol: Manfaat, Efek Samping dan, Dosis

Update terakhir: SEP 16, 2019 Tinjau pada SEP 16, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 1.902.962 orang

Salbutamol merupakan golongan bronkodilator yang bekerja dengan cara melemaskan otot-otot di saluran udara dan meningkatkan aliran udara ke paru-paru. Salbutamol digunakan untuk mengobati atau mencegah bronkospasma (penyempitan pada otot-otot yang melapisi paru-paru) dengan penyakit saluran napas. Salbutamol dapat digunakan untuk orang dewasa dan anak-anak yang berusia minimal 4 tahun. 

Salbutamol memiliki berbagai macam bentuk sediaan, seperti tablet, sirup, nebulizer, inhalasi aerosol dosis terukur, inhalasi serbuk kering, dan injeksi. Salbutamol oral diberikan dalam keadaan perut kosong, 1 jam sebelum makan atau 2 jam sesudah makan.

Cara kerja obat Salbutamol 

Salbutamol termasuk golongan agonis adrenoreseptor beta-2 selektif kerja pendek (short acting beta-adrenergic receptor agonist) yang bekerja dengan cara merangsang secara selektif reseptor beta-2 adrenergik pada otot bronkus yang menyebabkan terjadinya relaksasi pada otot bronkus dan menghasilkan efek pelebaran bronkus (bronkodilatasi). Salbutamol mengaktifkan adenil siklase, enzim yang merangsang produksi CAMP. Peningkatan CAMP menyebabkan aktivasi protein kinase A, yang menghambat fosforilasi myosin, dan menurunkan konsentrasi ion kalsium intraseluler, menghasilkan relaksasi otot polos.

Manfaat dan efek samping obat Salbutamol 

Salbutamol bermanfaat untuk mengatasi masalah pada saluran pernafasan, seperti bronkospasme berat, bronkospasme akut, asma akut, dan pencegahan bronkospasme yang dipicu oleh olahraga. Salbutamol juga sama seperti obat lain memiliki potensi timbulnya efek samping. 

Efek samping yang mungkin terjadi diantaranya adalah tremor (gemetar), gugup, mual, muntah, takikardia (kondisi detak jantung di atas normal), nyeri dada, pusing, sakit kepala, insomnia (kesulitan tidur), hiperaktif, hipertensi, hipotensi, reaksi alergi, DM, kram otot, sindrom mirip flu, hipokaemia, dan konjungtivitis (peradangan pada selaput bening pada bagian depan mata).

Dosis obat Salbutamol 

  • Bronkospasme Berat

Dosis Salbutamol untuk bronkospasme berat tergantung dari bentuk sediaan yang diberikan. Salbutamol dalam bentuk nebuiser diberikan dengan dosis 2,5-5 mg, hingga 4 kali sehari, sebagai alternatif, dapat diberikan terus menerus dengan laju 1-2 mg/jam. Salbutamol intravena untuk bronkospasme berat diberikan larutan 50 mcg/mL: 250 mcg (4 mcg/kg), disuntikkan secara perlahan. Dapat diulang jika perlu. Apabila diberikan larutan 10 mcg/mL. Tingkat normal 3-20 mcg/menit (0,3-2 mL/menit), disesuaikan dengan kebutuhan pasien.

Dosis yang lebih tinggi dapat digunakan dalam kegagalan pernafasan. Untuk anak ≥ 12 tahun diberikan sama dengan dosis dewasa. Salbutamol dalam bentuk tablet diberikan 2-4 mg, 3 atau 4 kali sehari, hingga 8 mg dalam 3 atau 4 kali sehari sesuai kebutuhan pada beberapa pasien. Sebagai tablet pelepasan modifikasi diberikan 8 mg dua kali sehari

Dosis untuk anak berumur 2-6 tahun diberikan 1-2 mg, sedangkan untuk anak berumur 6-12 tahun diberikan 2 mg, dan untuk anak diatas 12 tahun dosis yang diberikan sama dengan dosis dewasa. Dosis yang diberikan 3 atau 4 kali sehari. Untuk lansia, dosis salbutamol oral diberikan 2 mg, 3 atau 4 kali sehari. Salbutamol injeksi juga dapat diberikan secara intramuskular (disuntikkan ke dalam otot tubuh)/ subkutan (dibawah kulit) dengan dosis 500 mcg (8 mcg/kg) dan diulang 4 jam sesuai kebutuhan.

  • Bronkospasme akut

Salbutamol dalam bentuk aerosol dosis terukur atau inhalasi serbuk kering diberikan dengan dosis 90- 100 mcg: 1-2 hirup hingga 4 kali sehari. Maksimal: 800 mcg setiap hari. Anak berumur 6-12 tahun diberikan 1 hirup dan dapat ditingkatkan menjadi 2 hirup jika diperlukan. Maksimal: 400 mcg setiap hari.

  • Asma berat akut

Dosis salbutamol yang diberikan sebagai inhalasi dosis terukur (100 mcg/aktuasi) melaui perangkat spacer device dengan awal 4 hirup kemudian 2 hirup tambahan tiap 2 menit berdasarkan respon pasien. Maksimal 10 penarikan.

  • Pencegahan bronkospasme yang dipicu oleh olahraga

Dosis salbutamol yang dapat diberikan untuk pencegahan bronkospasme yang dipicu oleh olahraga digunakan bentuk sediaan aerosol dosis terukur atau inhalasi serbuk kering (90 atau 100 mcg/aktuasi): 2 hirup 10-15 menit sebelum berolahraga. Dosis salbutamol untuk anak 6-12 tahun 1 hirup 10-15 menit sebelum berolahraga.


Efek Samping Salbutamol

Efek samping yang dapat timbul saat menggunakan salbutamol adalah:

  • Detak jantung tidak beraturan
  • Sakit kepala
  • Diare
  • Jantung berdebar
  • Nyeri dada
  • Demam
  • Mual muntah
  • Kesulitan menelan
  • Gemetaran
  • Diare

Penyimpanan obat Salbutamol 

Obat salbutamol dapat disimpan pada suhu ruang (15-30 o C) dan hindari paparan dari sinar matahari langsung.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit

Pesan Pengiriman Obat Ini

Ingin beli obat ini? Chat dengan kami di WhatsApp! Kami dapat membantu mengantarkan obat ke rumah Anda se-Indonesia dengan pembayaran via bank transfer, kartu kredit, COD (di sebagian besar kota), Alfamart, dan OVO. Catatan: Kami bukanlah apotek atau toko obat dan kami tidak menjual obat secara langsung. Jasa pengiriman kami bertujuan untuk memberikan kenyamanan kepada pasien dengan pengambilan pesanan obat Anda di apotek. Perlu diketahui bahwa ada obat-obatan tertentu yang tidak dapat dikirimkan sesuai dengan ketentuan hukum.

Chat di WhatsApp