Pengobatan

Penyembuhan Patah Tulang

Dipublish tanggal: Feb 22, 2019 Update terakhir: Mar 22, 2020 Tinjau pada Mei 16, 2019 Waktu baca: 3 menit
Penyembuhan Patah Tulang

Fraktur adalah patah tulang yang biasanya disebabkan oleh trauma. Patah tulang selalu dikaitkan dengan pendarahan dan luka periosteal (lapisan luar tulang) atau endosteal (lapisan dalam tulang). Penyembuhan patah tulang didefinisikan sebagai pemulihan stabilitas mekanik, kontinuitas dan kemampuan tulang menopang beban secara normal. 

Proses penyembuhan patah tulang harus dipantau melalui sinar-x atau rontgen secara berkala untuk mendeteksi siapa tahu terdapat kelainan atau masalah lain, karena proses penyembuhan tersebut tidak selalu berjalan normal. Proses penyembuhan patah tulang atau kembali menyambungnya tulang yang patah merupakan proses alami dan otomatis setelah terjadinya patah tulang oleh sebab apapun.

Penyembuhan Patah Tulang yang Normal

Persyaratan yang harus dipenuhi agar penyembuhan patah tulang dapat berjalan dengan baik:

  • Viability of Fragment. Jaringan dari fragmen tulang yang patah masih tersuplai darah dengan baik sehingga masih hidup.
  • Immobility. Tulang yang patah tidak boleh bergerak. Hal ini dapat dicapai lewat imobilisasi eksternal (misalnya bidai) atau fiksasi internal.
  • No Infection. Tidak ada infeksi yang terjadi di bagian tulang yang patah.

Proses penyembuhan umumnya sama untuk semua jenis patah tulang, yakni melalui serangkaian tahapan, hingga terbentuk tulang baru yang mengisi daerah retak atau celah antara patahan tulang sampai menyambung dengan sempurna. Berikut tahap-tahap proses penyembuhan patah tulang:

1. Peradangan (Inflammation). Tulang patah baik yang terbuka ataupun tertutup akan menimbulkan pendarahan dan membuat  jaringan di sekitarnya meradang ditandai dengan pembengkakan, memerah dan terasa hangat serta tentunya terasa sakit. Tahap ini dimulai ketika patah tulang terjadi dan berlangsung sekitar 24 jam hingga 1 minggu.

2. Pembentukan kalus halus (Soft Callus). Antara 2-3 minggu setelah cedera, rasa sakit dan pembengkakan akan mulai hilang. Pada tahap ini, terbentuk kalus halus di kedua ujung tulang yang patah sebagai cikal bakal yang menjembatani penyambungan tulang. Kalus ini belum dapat terlihat melalui rontgen. Tahap ini biasanya akan berlangsung 4-8 minggu setelah cedera.

3. Pembentukan kalus keras (Hard Callus). Antara 4-minggu, tulang baru mulai menjembatani fraktur. Soft callus berubah menjadi hard callus dan dapat dilihat melalui sinar X atau rontgen. Dalam waktu 8-12 minggu setelah cedera, tulang baru telah mengisi fraktur.

4. Remodeling tulang. Dimulai sekitar 8-12 minggu setelah cedera, sisi fraktur mengalami remodeling (memperbaiki atau merombak diri) memperbaiki setiap kecacatan yang mungkin permanen sebagai akibat dari cedera. Ini merupakan tahap akhir penyembuhan patah tulang yang dapat bertahan hingga beberapa tahun.

Waktu penyembuhan rata-rata patah tulang untuk setiap jenis tulang berbeda-beda:

  • Tulang jari: 3 minggu
  • Metacarpals (tulang telapak tangan): 4-6 minggu
  • Distal radius (tulang pergelangan): 4-6 minggu
  • Humerus (tulang lengan atas): 6-8 minggu
  • Tulang lengan bawah: 8-10 minggu
  • Tibia dan Fibula (tulang tungkai bawah dan tulang kering): 10 minggu
  • Femoral neck (tulang paha bagian leher): 12 minggu
  • Femoral shaft (tulang paha bagian poros): 12 minggu

Masalah Pada Penyembuhan Patah Tulang

Patah tulang dapat sembuh tanpa masalah yang berarti pada kebanyakan orang. Namun, masalah patah tulang hampir selalu terjadi akibat cedera yang parah. Masalah-masalah tersebut antara lain:

  • Sindrom kompartemen. Pembengkakan parah akibat patah tulang yang menimbulkan tekanan pada pembuluh darah sehingga menghambat suplai darah, akibatnya aliran darah tidak cukup sampai ke jaringan di sekitar fraktur. Penurunan suplai darah dapat menyebabkan jaringan sekitar fraktur menjadi mati dan dapat menyebabkan cacat jangka panjang. Sindrom kompartemen biasanya terjadi hanya setelah cedera yang parah. Sindrom kompartemen juga dapat mengakibatkan kematian jaringan yang berisiko dilakukannya amputasi.
  • Cedera neurovaskular. Beberapa fraktur begitu parah sehingga arteri dan saraf di sekitar lokasi cedera menjadi rusak. Kondisi ini juga dapat menimbulkan kecacatan seperti mati rasa atau lumpuh.
  • Infeksi. Fraktur terbuka (patah tulang hingga tulang terlihat) dapat terinfeksi ketika ujung tulang bergerigi yang menembus kulit terkena udara, tanah, atau debu.
  • Arthritis pasca-trauma. Fraktur yang meluas ke sendi (fraktur intra-artikular) dapat menyebabkan radang sendi dini.
  • Delayed Union (penyambungan tertunda). Penyambungan tulang patah yang lebih lama dibandingkan waktu normal penyembuhan tulang.
  • Nonunion (tidak/gagal menyambung). Fraktur yang gagal menyambung dalam jumlah waktu yang wajar ini disebut nonunion.  
  • Malunion. Penyambungan tulang yang salah, seperti menyambung tapi miring, menyambung tumpang tindih, dan lain sebagainya. 

21 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Guo S, et al. (2010). Factors affecting wound healing. DOI: (https://dx.doi.org/10.1177%2F0022034509359125)

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit
Buka di app