Ketahui Apa Penyebab-penyebab Terjadinya Kelumpuhan

Dalam proses setiap gerakan tubuh manusia dikendalikan oleh otot yang dibantu oleh tulang, saraf dan jaringan penghubung antara otot, saraf dan tulang. Saat salah satu saja dari komponen tersebut mengalami gangguan maka kesulitan gerak atau kelumpuhan bisa terjadi. Beberapa kondisi yang dapat memicu kelumpuhan antara lain:
Dipublish tanggal: Agu 16, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Mar 10, 2020 Waktu baca: 5 menit
Ketahui Apa Penyebab-penyebab Terjadinya Kelumpuhan

Kondisi tubuh dimana satu atau beberapa anggota tubuh tidak bisa digerakkan disebut dengan kelumpuhan. Hal ini disebabkan oleh gangguan yang terjadi pada bagian otot atau saraf akibat penyakit atau cedera tertentu. 

Untuk jenis kelumpuhan sendiri terdiri dari kelumpuhan sementara dan permanen. Baik pada pasien yang mengalami kelemahan dalam fungsi anggota gerak badan atau sama sekali tidak bisa menggerakkan anggota tubuh. 

Untuk penanganan kelumpuhan sendiri dilakukan berdasarkan jenis kelumpuhan yang dialami oleh pasien. Sehingga bisa jadi penanganan yang diberikan oleh pasien satu akan berbeda dengan pasien yang lainnya.  

Penanganan yang diberikan untuk penderita kelumpuhan bisa berupa pemberian obat-obatan, fisioterapi, operasi dan penggunaan alat bantu gerak untuk pasien yang mengalami kelumpuhan permanen.

Penyebab kelumpuhan

Dalam proses setiap gerakan tubuh manusia dikendalikan oleh otot yang dibantu oleh tulang, saraf dan jaringan penghubung antara otot, saraf dan tulang. 

Saat salah satu saja dari komponen tersebut mengalami gangguan maka kesulitan gerak atau kelumpuhan bisa terjadi. Beberapa kondisi yang dapat memicu kelumpuhan antara lain:

1. Stroke

Stroke tentu menjadi penyakit yang tdak asing di telinga kita. Penyakit ini merupakan penyakit yang mampu menyebabkan kelumpuhan di salah satu sisi wajah, lengan dan tungkai secara tiba-tiba. 

2. Bell’s palsy

Salah satu penyebab kelumpuhan di salah satu sisi wajah secara tiba-tiba tanpa disertasi tempat yang lain sering disebut dengan bell’s palsy.

3. Cedera otak

Cedera otak ini biasanya disebabkan akibat benturan yang disebabkan oleh kecelakaan. Benturan ini akan membuat kerja otak akan terganggu. 

Oleh karena itu jika benturan sangat keras pada kepala akan menyebabkan kelumpuhan pada bagian tubuh manapun yang sesuai dengan bagian otak yang rusak. 

4. Cedera saraf tulang belakang

Cedera saraf tulang belakang umumnya akan berdampak pada kelumpuhan yang terjadi di bagian tungkai, otot dada, dan lengan. 

Untuk waktu kelupuhan bisa dalam waktu bertahap atau tiba-tiba tergantung dari seberapa parah cedera yang dialami. 

5. Polio

Polio merupakan penyakit yang menyerang secara perlahan. Penderita polio biasanya akan mengalami kelumpuhan bagian lengan, tungkai hingga otot pernapasan dalam waktu bertahun-taahun setelah terifeksi virus polio.

6. Sindrom Guillian-Barre

Sindrom ini menyebar dalam waktu beberapa hari atau minggu dan megakibatkan kelumpuhan di tungkai hingga menyebar ke lengan dan wajah.

7. Cerebral palsy

Kelainan dalam perkembangan otak yang terjadi oleh bayi selama di dalam kandungan dikenal dengan cerebral palsy. Kondisi ini mengakibatkan cacat lahir pada salah satu bagian tubuh termasuk lengan dan tungkai.

8. Multiple sclerosis

Penyakit ini merupakan penyakit yang menyebabkan terjadinya kelumpuhan pada bagian wajah, lengan atau tungkai. Gejala yang dialami penderita multiple sclerosis hilang timbul.

9. Myasthenia gravis

Myasthenia gravis merupakan penyakit yang menyebabkan terjadinya kelumpuhan pada bagian wajah, lengan atau tungkai. Gejala yang dialami penderita hilang timbul.

10. Amyotrophic lateral sclerosis (ALS)

Pnyakit ini menyerang saraf otak dan tulang belakang sehingga dapat menyebabkan kelumpuhan lengan, wajah dan tungkai. Terkadang ALS juga dapat menyebabkan kelumpuhan otot pernapasan

Gejala kelumpuhan

Kelumpuhan bisa dialami seseorang secara perlahan, mendadak dan kadang hilang timbul. Bagian tubuh yang biasanya mengalami kelumpuhan adalah bagian wajah, lengan, tungkai hingga otot pernapasan. 

Kelumpuhan dapat dikelompokkan berdasarkan lokasi dan anggota gerak tubuh yang terkena. Berikut adalah jenis kelumpuhan yang dimaksud:

  • Monoplegia adalah kelumpuhan yang terjadi pada salah satu lengan atau tungkai
  • Hemiplegia adalah kelumpuhan yang terjadi pada lengan dan tungkai di satu sisi tubuh
  • Diplegia adalah kelumpuhan pada kedua lengan atau kedua sisi wajah
  • Paraplegia adalah kelumpuhan pada kedua tangkai
  • Quadriplegia adalah kelumpuhan pada kedua lengan dan kedua tungkai. Namun bisa jadi mengenai organ di bawah leher seperti usus, saluran kemih, atau otot pernapasan.

Gejala kelumpuhan secara perlahan yang diakibatkan oleh penyakit tanda-tandanya sebagai berikut:

Kapan harus ke dokter?

Bila Anda mulai mengalami gejala kelumpuhan baik yang hilang timbul maupun tidak maka dianjurkan untuk segera ke dokter saraf. Bila Anda mengalami kelumpuhan secara tiba-tiba setelah kecelakaan disarankan untuk ke IGD terdekat. 

Selain itu kelumpuhan disertasi sesak napas juga perlu dibawa ke IGD untuk melakukan pemeriksaan lebih detail.

Bagi penderita diabetess dan hipertensi disarankan untuk melakukan cek rutin agar kondisi gula darah dan tekanan darah terpantau. 

Hal ini karena dua penyakit ini berpotensi terhadap penyakti stroke yang dapat menyebabkan kelumpuhan.

Kemudian segera pergi ke dokter untuk melakukan vaksinasi polio untuk mencegah penyakit polio yang menyebabkan kelumpuhan. Ikuti imunisasi polio secara terjadwal pada anak Anda, jika terlewat maka konsultasikan kepada dokter.

Diagnosis kelumpuhan

Diagnosis kelumpuhan dari dokter dapat diketahui ketika penderita tidak bisa menggerakkan anggota tubuh tertentu. 

Kelumpuhan ini perlu diperiksa secara detail oleh dokter saraf untuk mengetahui pergerakan otot dan saraf sensorik. Berikut adalah pemeriksaan penunjang yang dilakukan dokter untuk mengetahui tingkat keparahan kelumpuhan:

  • Foto rontgen
  • CT scan
  • MRI
  • Elektromiografi (EMG)
  • Lumbal pungsi

Pengobatan kelumpuhan

Pasien yang mengalami kelumpuhan akan ditangani sesuai dengan kebutuhan mereka. Beberapa jenis pengobatan bisa dilakukan dokter antara lain:

Fisioterapi

Fisioterapi dilakukan sesuai dengan kondisi pasien. Fungsi dari fisioterapi adalah untuk mengembalikan kemampuan otot dan fungsi bagian tubuh yang mengalami cedera serta mengurangi kemungkinan kondisi yang lebih parah di kemudian hari.

Terapi okupasi

Terapi ini mengajarkan kepada pasien untuk melakukan berbagai aktivitas secara pribadi. Dengan begitu pasien akan dilatih untuk mulai beraktivitas secara mandiri.

Obat-obatan

Obat-obatan diberikan kepada pasien untuk mengurangi atau meredakan gejala kelumpuhan yang timbul. Berikut jenis obat yang sering digunakan:

  • Kortikosteroid seperti methylprednidolone
  • Anti kejang seperti phenobarbital
  • Obat pelemas otot seperti baclofen
  • Anti depresan trisiklik seperti amitriptyline
  • Suntik botox

Penggunaan alat bantu

Bagi penderita kelumpuhan total harus menggunakan alat bantu yang dapat membantu aktivitas. Alat bantu yang digunakan bisa berupa kursi roda atau tongkat sesuai dengan kondisi penderita. Bagi yang mengalami kelumpuhan total ini tentu membutuhkan perhatian, semangat dan dorongan dari orang-orang terdekat untuk terus kuat menjalani hidup. 

Meskipun mengalami kelumpuhan, penderita tetap harus aktif bergerak sesuai dengan pantauan dokter agar kondisinya tidak semakin parah.

Operasi

Operasi dilakukan kepada penderita kelumpuhan tertentu, misalnya operasi tulang belakang pada pasien yang mengalami kelumpuhan akibat cedera saraf tulang belakang.

Komplikasi kelumpuhan

Kelumpuhan bisa terjadi di bagian tubuh manapun, hanya saja yang ditakutkan adalah terjadinya kelumpuhan permanen dan kelumpuhan otot pernapasan sehingga penderita bisa mengalami kematian. 

Berikut hal-hal yang bisa dialami oleh penderita kelumpuhan:

  • Depresi
  • Gangguan bicara dan menelan
  • Disfungsi seksual
  • Ulkus decubitus
  • Inkontinensia urine
  • Deep vein thrombosis

Pencegahan kelumpuhan

Beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya kelumpuhan akibat kecelakaan antara lain:

  • Selalu berhati-hati dan taat lalu lintas saat berkendara
  • Gunakan sabuk pengaman saat berkendara
  • Jangan mengendarai dalam posisi mengantuk dan dalam pengaruh alkohol maupun narkoba
  • Menggunakan alat pelindung diri ketika melakukan kegiatan yang berisiko tinggi

Sedangkan upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya kelumpuhan akibat penyakit antara lain:


8 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Paralysis: Types, causes, treatment, and support. Medical News Today. (Accessed via: https://www.medicalnewstoday.com/articles/paralysis)
Paralysis: Definition and Patient Education. Healthline. (Accessed via: https://www.healthline.com/health/paralysis)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app