Kesehatan Mulut dan Gigi

Gigi Bungsu

Update terakhir: Mar 5, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 851.033 orang

Gigi bungsu adalah gigi terakhir yang muncul/tumbuh di rongga mulut. Terkadang gigi bungsu terjebak dibawah permukaan gusi atau tumbuh dengan sudut yang aneh (miring, tidak tumbuh tegak lurus) sehingga menyebabkan permasalahan kesehatan mulut. 

Disebut sebagai gigi bungsu karena pasangan gigi geraham/molar ini terletak di rongga mulut paling belakang (sepasang di bawah dan sepasang di atas) dan biasanya baru muncul ketika usia remaja atau dewasa muda (17 – 25 tahun).

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

PROMO! Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01

Permasalahan Gigi Bungsu

Gigi bungsu berpotensi menjadi masalah kesehatan apabila tumbuhnya tidak sejajar dengan gigi yang lain. Gigi bungsu dapat tumbuh dengan posisi horisontal, tumbuh dengan sudut miring mendekati atau menjauhi gigi geraham kedua. 

Akibatnya gigi terlihat berantakan karena gigi bungsu merusak tatanan gigi yang lainnya dan berpengaruh pada tulang rahang bawah dan persarafannya. Gigi bungsu yang tumbuh dengan sudut miring mendekati geraham kedua, akan membuat gigi geraham kedua rentan terhadap kotoran dan plak yang terjebak masuk dan menyebabkan kerusakan gigi.

Gigi bungsu yang hanya sebagian muncul pada permukaan gusi akan membuka kesempatan bagi bakteri untuk masuk ke area sekitar gigi dan menyebabkan infeksi. 

Selain itu gigi bungsu yang tumbuh dalam posisi ini akan rentan terhadap kerusakan gigi dan penyakit pada gusi karena posisinya yang tidak terjangkau maksimal saat menyikat gigi atau menggunakan benang gigi. 

Gejala timbulnya Gigi Bungsu

Beberapa mengalami pertumbuhan gigi bungsu tampa adanya permasalahan. Namun, beberapa orang yang mengalami pertumbuhan gigi bungsu yang tidak normal dapat mengalami infeksi, kerusakan gigi, atau pemasalahan kesehatan gigi dan mulut lainnya. Gejala yang dirasakan antara lain:

  • Gusi merah dan bengkak
  • Gusi lunak atau berdarah
  • Bengkak sekitar rahang
  • Nyeri pada rahang
  • Nafas berbau
  • Rasa tidak nyaman pada mulut
  • Kesulitan membuka mulut

Faktor risiko Gigi Bungsu

  • Berusia antara 17 – 25 tahun
  • Memiliki struktur rahang yang kecil/sempit. Rahang yang kecil/sempit menyebabkan gigi bungsu tidak memiliki ruang yang cukup untuk tumbuh dengan baik.

Komplikasi  Gigi Bungsu

Gigi bungsu yang tumbuh tidak normal akan menyebabkan proses pembersihan gigi menjadi sulit dan makanan menjadi mudah masuk/terjebak didalamnya. Apabila gigi bungsu ini tidak dicabut, maka permasalahan/komplikasi yang mungkin terjadi adalah:

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

PROMO! Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01
  • Infeksi
  • Gigi berlubang
  • Pembusukan gigi/kerusakan gigi (karies)
  • Gigi berdempet
  • Penyakit gusi (pericoronitis)
  • Kerusakan gigi lain
  • Kesulitan saat memakai benang gigi
  • Kista di rongga mulut

Apakah Gigi Bungsu harus dicabut?

Bila Anda tidak merasakan permasalahan terhadap gigi bungsu, dokter biasanya tidak menyarankan untuk dicabut dan hanya menyarankan untuk menjaga kebersihan area rongga mulut. 

Pencabutan gigi bungsu akan dilakukan bila pada pemeriksaan X-ray terdeteksi kelainan pada gigi bungsu atau apabila terdapat tanda-tanda permasalahan yaitu:

  • Kerusakan gigi didekat gigi bungsu karena terdorong oleh pertumbuhan gigi bungsu yang tidak normal dan menyebabkan rasa sakit pada mulut
  • Kerusakan rahang akibat kista yang terbentuk disekitar gigi bungsu
  • Adanya permasalahan pada sinus yang ditandai dengan rasa nyeri, sumbatan, dan tekanan
  • Infeksi pada gusi disekitar gigi bungsu
  • Gigi berlubang
  • Gigi berdempet/berdesakan karena tidak ada ruang yang cukup untuk pertumbuhan gigi bungsu

Terapi atau perawatan Gigi Bungsu

Pada seseorang yang tidak mengalami permasalahan terkait gigi bungsu, atau gigi bungsu tumbuh dengan normal, dokter gigi akan menyarankan dua pilihan yaitu tetap mempertahankan keberadaan gigi bungsu atau mencabutnya. 

Hal ini masih menjadi bahan perdebatan para dokter gigi terkait pilihan untuk mencabut gigi bungsu sebagai upaya pencegahan permasalahan dikemudian hari. Pertimbangannya adalah:

  • Gigi bungsu yang tumbuh tanpa permasalahan kemungkinan masih berpotensi menimbulkan permasalahan kesehatan
  • Gigi bungsu yang tumbuh mendesak gigi geraham lainnya akan menyulitkan untuk dibersihkan
  • Komplikasi permasalahan gigi bungsu jarang terjadi pada usia remaja
  • Apabila komplikasi terjadi saat dewasa, prosedur pengobatan akan lebih susah

 Adapun apabila gigi bungsu yang tumbuh menimbulkan masalah kesehatan gigi dan mulut, dokter akan menyarankan pencabutan gigi bungsu.

Pencegahan yang baik dilakukan

Pertumbuhan gigi bungsu tidak bisa dicegah. Untuk mencegah terjadinya komplikasi, sebaiknya Anda rutin memeriksakan kesehatan gigi dan rongga mulut pada dokter gigi minimal setiap 6 bulan. 

Dengan teratur memeriksakan kesehatan gigi, permasalahan gigi bungsu akan terdeteksi lebih awal. Selain itu juga penting untuk menjaga kesehatan dan kebersihan gigi dengan menggosok gigi atau dengan benang gigi.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit