Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Doctor men
Ditinjau oleh
VINA SETIAWAN

Hipotensi Ortostatik - Gejala, Cara Menangani, dan Obat

Update terakhir: NOV 14, 2019 Tinjau pada NOV 14, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 1.115.579 orang

Bila kamu membaca judul bahasan kita kali ini, tentunya banyak dari kamu yang tidak mengetahui apa yang dimaksud dengan Hipotensi ortostatik

Tapi pernahkah kamu mengalami suatu keadaan dimana saat kamu baru saja bangun dari kasurmu atau bangun dari kegiatan duduk, tiba tiba terasa kepalamu terasa berat disertai rasa pusing dan berkunang kunang sehingga membuatmu merasakan sakit kepala dan sulit bangun dari tempat tidurmu ataupun dari kursi tempat kamu duduk barusan ? 

Iklan dari HonestDocs
Beli Paket Prenatal (Panel Awal Kehamilan) via HonestDocs!

Cek ada tidaknya resiko gangguan kesehatan pada ibu hamil dan dapatkan treatment yang tepat secepatnya. Diskon 30% jika beli via HonestDocs sekarang!

Paket prenatal %28panel awal kehamilan%29 di path lab %28home services%29

Bila iya, kamu berarti sudah merasakan yang namanya Hipotensi ortostatik. Nah untuk kamu yang penasaran apa kaitannya Hipotensi ortostatik dengan kesehatan, yuk disimak lebih lanjut artikel satu ini untuk menambah wawasanmu mengenai ilmu kesehatan.

Mengenai Hipotensi Ortostatik 

Hipotensi ortostatik atau hipotensi postural ialah suatu keadaan yang biasanya terjadi pada mereka yang menderita tekanan darah rendah dan biasanya terjadi ketika orang tersebut sedang baru saja ingin bangun dari tempat duduknya atau baru bangun dari kasurnya dimana si penderita akan merasakan sakit kepala, sulit untuk terbangun dan ingin segera jatuh ketika baru saja berada di posisi bangun setelah posisi duduk atau tiduran sebelumnya

Penyebab Hipotensi Ortostatik

Hal ini dikarenakan pada saat seseorang sedang berada di posisi duduk atau berbaring, maka 30% darah orang tersebut akan berada pada rongga dada bagian dalam dan ketika orang tersebut tiba tiba melakukan perubahan posisi baik dari posisi duduk ke berdiri maupun dari posisi tidur atau berbaring ke berdiri. 

Maka darah yang mengalir akan jatuh secara tiba tiba ke tubuh bagian bawah yaitu bagian perut dan kaki sehingga menyebabkan tekanan darah otomatis akan menurun juga karena sirkulasi jantung dan pembuluh darah dalam mempertahankan tekanan darah tubuh menjadi berkurang juga.

Pada beberapa kondisi yang cukup serius, maka efek yang ditimbulkan pada penderita Hipotensi ortostatik bukan hanya kunang kunang atau sakit kepala saja begitu mencoba bangun dari posisi duduk atau tiduran ke posisi berdiri, namun sampai mengalami pingsan

Keadaan Hipotensi ortostatik sendiri juga bisa terjadi dalam waktu hitungan detik atau menit dan bila terjadi rutin atau sering dan berulang, maka dikawatirkan Hipotensi ortostatik yang dialami si penderita merupakan suatu pertanda bahwa ada gangguan medis atau kesehatan yang lebih serius yang dialami oleh si penderita kecuali penyakit tekanan darah rendah. 

Iklan dari HonestDocs
Blackmores Pregnancy Breast Feeding Gold

Nutrisi esensial bagi kesehatan ibu dan perkembangan bayi selama 1000 hari pertama kehidupan. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Blackmores pregnancy   breat feeding gold sku

Adapun beberapa penyakit yang bisa diidap oleh seseorang yang terlalu sering mengalami keadaan Hipotensi ortostatik ialah:

  • Penyakit kardiovaskular. Penyakit yang termasuk di dalamnya ialah gagal jantung atau gangguan detak jantung yang dapat membawa ciri ciri atau gejala Hipotensi ortostatik bagi para penderitanya. 
  • Penyakit Stroke. Keadaan Hipotensi ortostatik yang umumnya disebabkan oleh tekanan darah rendah dapat mengakibatkan seseorang menjadi stroke karena kurangnya pasokan darah ke otak.

Faktor Risiko

Terdapat beberapa faktor yang dapat menyebabkan seseorang mengalami kondisi Hipotensi ortostatik seperti:

  • Faktor usia. Para lansia yang berumur diatas 65 tahunan biasanya akan lebih sering mengalami kondisi Hipotensi ortostatik dibanding mereka yang berusia muda
  • Faktor kondisi medis tertentu seperti bed rest, seorang pasien yang membutuhkan istirahat total seperti bed rest biasanya akan mengalami keadaan Hipotensi ortostatik untuk sesaat ketika si pasien berusaha bangun dari tempat tidurnya. Serangan jantung, gagal jantung dan gangguan sistem saraf juga merupakan salah satu dari keadaan medis yang akan membuat si pasien mengalami Hipotensi ortostatik.
  • Kehamilan. Seorang wanita yang biasanya sedang hamil akan lebih sering mengalami penurunan tekanan darah yang membuat si ibu hamil lebih sering mengalami Hipotensi ortostatik dibanding saat si ibu belum hamil dahulu.
  • Faktor terlalu banyak mengkonsumsi alkohol
  • Faktor terkena paparan panas dan matahari secara langsung biasanya akan membuat tekanan darah menurun dan menyebabkan Hipotensi ortostatik.

Penanganan

Untuk pengobatan keadaan Hipotensi ortostatik sendiri, dokter biasanya akan memeriksa dahulu kondisi si pasien dan apa penyebab si pasien bisa menderita Hipotensi ortostatik. Setelah itu baru dokter akan memberikan solusi pengobatan terbaik baik melalui minum obat obatan tertentu maupun stocking kompresi. 

Yang perlu diingat ialah setiap dari kita perlu menjaga pola hidup dan makan yang sehat, perbanyak minum air putih dan kurangi konsumsi alkohol serta menambahkan bantal saat sedang posisi tidur atau baringan agar keadaan Hipotensi ortostatik dapat dihindari.


Referensi

Arnold, AC. Raj, SR. (2017). Orthostatic Hypotension: A Practical Approach to Investigation and Management. Canadian Journal of Cardiology, 33, pp. 1725-1728.

Cleveland Clinic (2018). Diseases & Conditions. Orthostatic Hypotension.

Mayo Clinic (2018). Diseases & Conditions. Orthostatic Hypotension.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit
Pencarian yang sering mengarah ke halaman ini