Pentingnya Popok Dewasa bagi Lansia

Pada orang dewasa khususnya orang lanjut usia atau lansia yang sudah mengalami keterbatasan dalam bergerak dianjurkan untuk menggunakan popok. Apalagi untuk yang sering buang air kecil sampai ada yang mengganggu kegiatan di siang hari, popok dewasa sangat berperan untuk mengurangi aktivitas bolak-balik ke toilet.
Dipublish tanggal: Sep 28, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Okt 29, 2019 Waktu baca: 3 menit

Popok menjadi hal yang biasa digunakan pada bayi maupun lansia. Penggunaan popok dewasa biasa digunakan akibat beberapa hal seperti inkontinensia urine, pembesaran prostat atau kerusakan otak pasca stroke. 

Popok dewasa untuk lansia memiliki peran yang sangat penting bagi mereka. Hal ini tentu mempermudah aktivitas mereka ketika buang air tidak perlu kesana kemari. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Pada orang dewasa khususnya orang lanjut usia atau lansia yang sudah mengalami keterbatasan dalam bergerak dianjurkan untuk menggunakan popok. 

Apalagi untuk yang sering buang air kecil sampai ada yang mengganggu kegiatan di siang hari, popok dewasa sangat berperan untuk mengurangi aktivitas bolak-balik ke toilet. 

Selain itu bagi yang sedang istirahat di malam hari dan tidak bisa menahan buang air kecil dapat menggunakan popok dewasa sehingga tidak akan membasahi tempat tidur ketika buang air kecil di tempat.

Alasan menggunakan popok dewasa

Seseorang tentu tidak akan menggunakan popok jika tidak ada alasan yang mendasarinya. Salah satu alasannya mungkin karena frekuensi buang air kecil yang lebih sering. 

Berikut adalah beberapa alasan yang menyebabkan kondisi tersebut terjadi:

1. Inkontinensia Urine

Inkontinensia urine adalah kondisi dimana tubuh tidak bisa mengatur proses berkemih. Hal ini bisa dipicu karena usia yang semakin bertambah menyebabkan kemampuan dalam menahan urine mulai menurun. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Bahkan beberapa orang bisa mengeluarkan urine ketika bersin atau batuk.

2. Pembesaran prostat (benign prostatic hyperlasial/BPH)

Pembesaran prostat ini umumnya terjadi pada laki-laki yang semakin bertambah usianya. 

Pembesaran prostat ini mengakibatkan seseorang kesulitan dalam mengontrol keluarnya urine sehingga terkadang seseorang dapat buang air tanpa disengaja.

3. Kerusakan otak pasca stroke

Para penderita kerusakan pasca stroke ini memang dianjurkan untuk menggunakan popok dewasa. Hal ini dikarenakan setelah mengalami stroke, otot yang mengendalikan aktivitas di kandung kemih semakin melemah. 

Kemudian kemampuan saraf untuk menerima dan mengirim sinyak untuk melakukan buang air kecil dan buang air besar juga mengalami gangguan. Sehingga proses pengeluaran urine dan tinja tidak dapat dikendalikan. 

Selain itu pasca mengalami stroke belum bisa bergerak secara bebas untuk ke toilet sehingga penggunaan popok dewasa sangat bermanfaat.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Selain kondisi di atas, ada beberapa kondisi yang bisa mendorong seseorang menggunakan popok dewasa. 

Beberapa kondisi diantaranya pasca operasi, pasca melahirkan, tirah baring, atau kondisi demensia yang kesulitan dalam mengatur fungsi berkemih atau buang air besar.

Tips menggunakan popok dewasa

Penggunaan popok dewasa perlu diperhatikan, bukan hanya cara pemasanganya tetapi kebersihan popok juga harus dipantau. Berikut adalah tips yang dapat diaplikasikan untuk penggunaan popok yang benar:

1. Perhatikan bahan dan daya serap popok

Seseorang yang menggunakan popok tentu tidak ingin urine yang dikeluarkan merembes keluar sampai membasahi tempat sekitarnya. Oleh karena itu penting untuk memilih daya serap popok yang baik untuk menghindari kebocoran. 

Selain itu untuk mencegah iritasi, bahan yang digunakan juga harus aman.

2. Perhatikan kebersihan popok

Hindari penggunaan popok yang sudah terlalu lembab. Oleh karena itu ketika sudah buang air kecil atau buang air besar, segera ganti popok dengan yang baru. 

Hal ini untuk menghindari bau yang tidak sedap dan infeksi. Selain itu pengguna juga akan merasa lebih nyaman, 

3. Perhatikan ukuran pakaian yang digunakan

Untuk Anda yang menggunakan popok dewasa dapat mengimbanginya dengan menggunakan pakaian yang tidak transparan agar penampilan tetap terjaga.

4. Penggunaan losion pelembap

Untuk menjaga kelembapan area selangkangan dan bokong, penggunaan losion yang aman diperlukan. Bahkan penggunaan losion dapat mencegah iritasi atau masalah kulit tertentu.

Kulit lansia sangat rentan mengalami infeksi apalagi jika terus terpapar urine dan tinja selama menggunakan popok. Hal ini disebabkan karena daya tahan kulit lansia mulai menurun dan jaringan lunak mulai rusak. 

Oleh karena itu perlu adanya perawatan yang baik untuk mencegah terjadinya infeksi. 

Anda bisa memulai dengan memilih produk popok dewasa yang aman digunakan untuk kulit lansia. Penggunaan popok antibakteri yang kering bisa menghambat pertumbuhan bakteri sehingga lansia akan lebih terhindar dari infeksi. 

Pilihlah popok yang berbahan lembut serta memiliki daya serap yang tinggi demi kenyamanan dan kesehatan kulit lansia. 


9 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app