Peningkatan Tekanan Rongga Kepala: Penyebab dan Gejalanya

Dipublish tanggal: Sep 6, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 3 menit
Peningkatan Tekanan Rongga Kepala: Penyebab dan Gejalanya

Setelah terkena benturan keras di kepala, Anda akan merasakan pusing yang teramat sangat. Kondisi ini biasanya dapat diatasi dengan beristirahat sejenak. Namun, jika rasanya semakin parah disertai dengan mual, muntah, hingga gangguan penglihatan, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter. Hal ini dikhawatirkan menjadi pertanda tekanan rongga kepala Anda meningkat, atau disebut juga tekanan intrakranial.

Penyebab peningkatan tekanan intrakranial

Tekanan intrakranial adalah nilai tekanan dalam rongga kepala. Tekanan ini berada di dalam tulang tengkorak, meliputi jaringan otak, cairan serebrospinal, hingga pembuluh darah otak.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Saraf & Otak via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 5

Karena letaknya di otak, maka waspadalah jika tekanan intrakranial mulai meningkat. Sebab jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat membahayakan nyawa penderita, baik pada anak-anak maupun orang dewasa.

Ada beberapa hal yang bisa menjadi penyebab peningkatan tekanan rongga kepala, antara lain:

  • Cedera pada kepala akibat benturan atau pukulan di kepala. Pada anak kecil, cedera pada kepala dapat disebabkan oleh trauma karena terkena pukulan hingga terjatuh dari tempat tidur atau saat sedang bersepeda.
  • Anak mengalami hidrosefalus kongenital atau hidrosefalus bawaan sejak lahir. Kepala penderita akan terus membesar pada bulan pertama setelah dilahirkan.
  • Meningkatnya tekanan pada cairan yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang (serebrospinal).
  • Pembengkakan jaringan otak karena luka atau penyakit.

Selain itu, ada juga beberapa penyakit yang dapat meningkatkan tekanan intrakranial, antara lain:

  • Infeksi
  • Kejang
  • Stroke
  • Tumor
  • Aneurisma otak atau pembengkakan otak
  • Hidrosefalus, yaitu penumpukan cairan pada rongga otak yang dapat membuat tekanan otak meningkat dan ukuran kepala membesar. Penyakit ini lebih banyak terjadi pada bayi dan anak-anak, bahkan membuat kepalanya membesar melebihi kepala orang dewasa. Orang dewasa juga bisa terkena hidrosefalus, biasanya ditandai dengan sakit kepala yang tak tertahankan.
  • Hipoksemia, yaitu penurunan kadar oksigen dalam darah dan menyebabkan sesak napas pada penderitanya. 
  • Meningitis atau peradangan selaput otak.
  • Status epilektikus pada penderita epilepsi, yaitu kondisi kejang-kejang yang berdurasi lebih dari 30 menit pada penderita epilepsi. Ini merupakan kondisi yang mengancam nyawa penderita jika tidak segera ditangani oleh tenaga medis.
  • Pendarahan otak karena tekanan darah yang terlalu tinggi.

Tanda dan gejala peningkatan tekanan rongga kepala

Berikut adalah gejala yang muncul ketika terjadi peningkatan tekanan intrakranial, di antaranya:

  • Sakit kepala
  • Mual dan muntah
  • Pengelihatan berubah menjadi ganda
  • Tekanan darah meningkat
  • Bingung
  • Linglung
  • Rasa gelisah
  • Perubahan perilaku
  • Pupil mata tidak memberikan respon terhadap cahaya
  • Napas terasa sesak
  • Kejang
  • Hilang kesadaran hingga koma

Baca Juga: Sakit Kepala di Belakang Mata? Ini Penyebab dan Obatnya

Penanganan pada peningkatan tekanan intrakranial 

Memang tidak semua sakit kepala berarti pertanda tekanan rongga kepala Anda meningkat. Guna memastikan penyebabnya, dokter akan melakukan sejumlah pemeriksaan meliputi:

  • Penelusuran riwayat medis.
  • Pemeriksaan fisik.
  • Pemeriksaan saraf untuk menguji kemampuan indera, keseimbangan, dan status mental atau kondisi kejiwaan.
  • Pemeriksaan penunjang seperti CT scan, MRI, hingga fungsi lumbal dengan cara mengambil sampel dan analisa cairan di sekeliling otak dan sumsum tulang belakang.

Penanganan medis yang dilakukan oleh dokter bertujuan untuk mengurangi tekanan rongga kepala sampai menunjukkan nilai normal. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan, antara lain:

  • Pemasangan shunt oleh dokter bedah saraf untuk mengurangi cairan serebrospinal.
  • Pemasangan alat bantu pernapasan dan membantu mengoptimalkan fungsi organ tertentu yang terganggu.
  • Pemberian obat-obatan untuk mengatasi pembengkakan jaringan otak.
  • Membuka sebagian tulang tengkorak dalam keadaan darurat untuk mencegah kerusakan jaringan otak lebih lanjut.

Peningkatan tekanan intrakranial dapat terjadi tanpa sebab dan tidak diduga. Jika Anda merasakan gejala-gejala di atas dan memiliki cedera pada kepala atau penyakit tertentu seperti hidrosefalus, segeralah berkonsultasi dengan dokter. Semakin cepat terdeteksi, maka dokter akan semakin cepat memberikan penanganan sebelum tekanan rongga kepala semakin meningkat dan parah. 

Baca Juga: Inilah Penyebab Kepala Terasa Berat, dari yang Biasa Hingga Serius

11 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app