Pengobatan

Pengobatan Diabetes dengan Insulin Suntik

Dipublish tanggal: Mar 12, 2019 Update terakhir: Mar 10, 2020 Tinjau pada Mar 28, 2019 Waktu baca: 6 menit
Pengobatan Diabetes dengan Insulin Suntik

Insulin adalah hormon yang membantu sel-sel tubuh untuk mengubah glukosa (gula) menjadi energi. Insulin berperan sebagai “kunci” yang memfasilitasi glukosa untuk dapat masuk dari darah ke dalam sel. 

Pada penderita diabetes tipe 1, tubuh tidak membuat insulin, sedangkan pada penderita diabetes tipe 2, tubuh tidak dapat menggunakan insulin dengan optimal karena pankreas tidak memproduksi cukup insulin.

Terapi untuk penderita diabetes meliputi perubahan pola hidup berupa pembatasan makanan, olahraga dan manajemen stres. Pengobatan pada penderita diabetes dapat diberikan secara diminum atau  suntikan insulin apabila diperlukan. Penderita diabetes tipe 1 akan membutuhkan insulin suntik seumur hidupnya karena tubuh tidak mampu memproduksi insulin. 

Penggunaan insulin suntik yang dikombinasikan dengan pola makan yang tepat dan program olahraga ditujukan untuk mengendalikan kadar gula darah pada penderita diabetes. 

Tujuan pengendalian gula darah adalah untuk mencegah komplikasi yang meliputi kerusakan ginjal, kebutaan, permasalahan saraf, amputasi alat gerak, dan menurunkan risiko serangan jantung dan stroke.

Indikasi penggunaan Insulin Suntik

Insulin suntik dapat digunakan sebagai terapi untuk diabetes tipe 1 dan 2 dan diabetes ketoasidosis. Insulin suntik bertindak sebagai pengganti atau penambah kadar insulin dalam tubuh.

Insulin suntik merupakan hasil produksi rekayasa teknologi buatan manusia yang memiliki fungsi sama seperti insulin asli, berperan sebagai insulin jangka pendek untuk membantu glukosa masuk ke dalam sel untuk digunakan sebagai energi. Insulin juga berperan dalam mengatur metabolisme karbohidrat,protein dan lemak dengan menghambat produksi glukosa hati dan pemecahan lemak (lipolisis).

Mengenal penggunaan Insulin Suntik

Pemberian insulin suntik dapat dilakukan 60 menit sebelum makan atau sesaat sebelum makan, tergantung pada kadar gula darah dan kondisi pasien. Insulin suntik terdiri dari beberapa jenis yang merefleksikan bagaimana insulin memberikan efek pada tubuh. Jenis insulin di antaranya:

  • Insulin – aksi cepat (rapid – acting insulin) akan memberikan efek pada tubuh dalam beberapa menit setelah injeksi dan efek tersebut akan bertahan selama 3-4 jam
  • Insulin – aksi regular atau pendek (regular – or short – acting insulin) yang bekerja dalam waktu 15 menit dan akan bertahan efeknya selama 3 – 6 jam
  • Insulin – aksi menengah (intermediate – acting insulin) bekerja selama 1– 4 jam dan efek yang ditimbulkan akan bertahan selama 10-16 jam
  • Insulin – aksi panjang (long – acting insulin) dapat bekerja sepanjang hari (10-24 jam)

Dokter Anda mungkin akan meresepkan lebih dari satu jenis insulin atau meresepkan satu jenis insulin suntik untuk digunakan lebih dari satu kali sehari, dan dikombinasikan dengan obat anti-diabetes lainnya. 

Insulin suntik tersedia dalam bentuk jarum suntik dan spuit injeksi, dalam bentuk sistem cartridge, atau dalam bentuk sistem pena yang berisi insulin. Insulin dalam bentuk jarum suntik dan spuit merupakan pilihan umum dan harga terjangkau. Insulin dalam jarum suntik bentuknya bervariasi tergantung dosis insulin yang diperlukan, biasanya terbuat dari bahan plastik untuk sekali pemakaian.

Hal yang perlu diperhatikan dalam penyuntikan insulin adalah lokasi penyuntikan. Insulin harus diinjeksikan/disuntikkan pada jaringan lemak di bawah kulit. Insulin akan terabsorbsi/terserap secara konsisten apabila disuntikkan pada daerah perut. 

Lokasi tubuh lain yang dianjurkan untuk penyuntikan insulin adalah lengan, paha, dan pantat. Anda harus menyuntikkan insulin secara tepat di bawah kulit dan berotasi yang berarti menyuntikkan insulin pada area tubuh yang sama tetapi dengan titik penyuntikan yang berpindah-pindah. 

Apabila Anda menyuntikkan insulin terlalu dalam hingga ke lapisan otot, insulin akan terserap tubuh dengan cepat, tidak dapat menimbulkan efek dalam waktu lama, dan menimbulkan rasa sakit saat penyuntikan. 

Titik penyuntikan yang berotasi, berguna untuk mencegah terjadinya lipodistrofi, yaitu kondisi ketika jaringan lemak terurai atau menumpuk di bawah kulit dan menyebabkan benjolan yang dapat mengganggu penyerapan insulin.

Cara penggunaan Insulin Suntik

Berikut adalah langkah untuk menyuntikkan insulin:

  • Periksa kondisi sediaan insulin. Keluarkan dari dalam lemari es sebelum digunakan agar berada pada suhu ruangan. Apabila sediaan insulin tampak berembun, gunakan kedua telapak tangan untuk menggoyangkan wadah insulin selama beberapa detik. Anda tidak boleh mengocok wadah insulin. Jangan gunakan insulin yang berubah warna, mengental, atau berbintik.
  • Siapkan perlengkapan injeksi berupa sediaan insulin, jarum dan spuit, kapas alkohol, perban, dan wadah pembuangan jarum. Cuci tangan dengan sabun sebelum menyuntikkan insulin. Pastikan Anda membasuh bagian belakang tangan, sela-sela jari, dan bagian bawah kuku.
  • Posisikan spuit tegak lurus (dengan jarum suntik dibagian ujung) dan atur posisi pemompa jarum sesuai dosis
  • Buka penutup jarum dan wadah insulin. Apabila wadah insulin telah digunakan sebelumnya, usap bagian penutup wadah dengan kapas beralkohol
  • Tusukkan jarum pada penutup wadah insulin dan tekan pemompa jarum hingga udara dalam spuit masuk ke botol insulin. Udara yang masuk tersebut akan menggantikan jumlah insulin yang Anda ambil
  • Sambil tetap menjaga jarum suntik dalam wadah insulin, balikkan wadah. Tarik pemompa jarum hingga garis dosis yang dianjurkan
  • Apabila terdapat gelembung udara pada spuit, tepuk perlahan sehingga gelembung udara naik ke bagian atas spuit. Tekan pemompa jarum untuk mengeluarkan gelembung udara ke dalam wadah insulin. Pastikan bahwa insulin dalam jarum suntik tepat pada garis dosis pemakaian
  • Keluarkan jarum dari wadah insulin dan pegang jarum suntik.
  • Usap titik penyuntikan dengan kapas beralkohol. Tunggu beberapa saat hingga kering sebelum menyuntikkan jarum.
  • Secara perlahan, tarik 1 – 2 inchi kulit pada titik penyuntikan untuk mencegah jarum menyuntik pada otot. Suntikkan jarum pada posisi sudut 90 derajat. Tekan pemompa jarum hingga ujung dan tunggu 10 detik.
  • Lepaskan kulit yang ditarik sesegera mungkin setelah jarum dilepaskan dari kulit. Jangan menggosok titik penyuntikan, apabila keluar darah, tekan bagian tersebut dengan kapas secara perlahan dan beri perban
  • Letakkan jarum dan spuit pada wadah pembuangan

Beberapa tips untuk mencegah rasa sakit pada saat menyuntikkan insulin:

  • Anda dapat membuat titik penyuntikan mati rasa dengan mengusapkan es batu selama beberapa menit sebelum mengusap dengan kapas beralkohol
  • Setelah mengusap titik penyuntikan dengan kapas beralkohol, tunggu beberapa saat hingga alkohol mongering sehingga tidak akan menimbulkan rasa nyeri saat disuntik
  • Hindari penyuntikan pada area tubuh yang berambut

Efek samping Insulin Suntik

Efek samping yang umum dari setiap pemberian injeksi insulin pada daerah penyuntikan yaitu:

  • Nyeri
  • Kemerahan
  • Iritasi

Beberapa reaksi tubuh dapat terjadi setelah penyuntikan insulin, hal ini disebut sebagai reaksi insulin. Gejala yang muncul dari reaksi insulin yaitu:

  • Hipoglikemia, atau penurunan gula darah secara drastis hingga kadar rendah
  • Kelelahan
  • Berkeringat
  • Kebingungan
  • Kehilangan kesadaran
  • Kejang
  • Kulit pucat
  • Kesulitan berbicara
  • Otot berkedut

Untuk mengatasi reaksi insulin, selalu sediakan glukosa siap saji kemanapun dan kapanpun bersama Anda. Glukosa siap saji dapat berupa:

  • ½ gelas soda non-diet
  • ½ gelas jus buah
  • 5 buah permen
  • 2 sendok makan kismis/gula pasir/madu

Perhatian penggunaan Insulin Suntik

Penggunaan insulin harus dilakukan dengan pengawasan dokter. Oleh karena itu, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan/menginformasikan pada dokter atau apoteker sebelum terapi dengan insulin, apabila:

  • Riwayat alergi terhadap insulin atau alergi lainnya
  • Riwayat kondisi medis terutama yang berhubungan dengan penyakit ginjal, penyakit liver, dan gangguan tiroid
  • Obat-obatan, supplemen herbal, atau vitamin yang sedang dikonsumsi
  • Dalam kondisi hamil atau menyusui
  • Konsumsi alkohol
  • Orang dengan usia lanjut

Apabila Anda lupa dosis atau lupa untuk menginjeksikan insulin, segera hubungi dokter atau apoteker untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut. Penggunaan insulin suntik pada ibu hamil harus ditanyakan terlebih dahulu dengan dokter karena termasuk dalam kategori B. Studi pada hewan coba tidak memperlihatkan resiko terhadap janin, tetapi studi terkontrol pada wanita hamil belum pernah dilakukan. 

Penyimpanan Insulin Suntik

  • Insulin harus disimpan dalam lemari es (bukan freezer).
  • Hindarkan dari jangkauan anak-anak.
  • Tidak boleh menggunakan sediaan insulin yang telah kedaluarsa atau sudah tidak digunakan kembali
  • Buang jarum bekas injeksi pada tempat yang tertutup rapat dan keras sehingga jarum tidak dapat menusuk dari luar. Jauhkan tempat pembuangan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan
  • Tanyakan pada tenaga kesehatan apabila Anda ingin membuang sisa obat yang tidak digunakan

3 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Insulin Injections at Home: What to Expect. WebMD. (https://www.webmd.com/diabetes/features/diabetes-injections-daily-life)
Insulin therapy: Side effects, myths, and tips. Medical News Today. (https://www.medicalnewstoday.com/articles/323387.php)
About Insulin: What It Is, How It Works, and More. Healthline. (https://www.healthline.com/health/type-2-diabetes/insulin)

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit
Buka di app