Tubektomi: Kontrasepsi Permanen Cegah Hamil yang Ampuh

Dipublish tanggal: Jun 13, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 2 menit
Tubektomi: Kontrasepsi Permanen Cegah Hamil yang Ampuh

Pilihan kontrasepsi cukup beragam, mulai dari kontrasepsi sementara seperti pil KB, suntik KB, kondom maupun kontrasepsi jangka panjang lainnya seperti IUD. Namun beberapa pasangan juga lebih memilih KB steril atau tubektomi untuk mencegah kehamilan secara permanen.

Cara ini umum dipilih oleh pasangan yang memang sudah tidak ingin menambah keturunan lagi maupun pasangan yang memiliki risiko tinggi kehamilan seperti sudah berusia di atas 40 tahun. Kontrasepsi tubektomi sendiri merupakan kontrasepsi permanen.

Iklan dari HonestDocs
Beli Postinor 750mcg via HonestDocs

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Postinor 750mcg tab 1

Penjelasan Mengenai Tubektomi

KB steril atau tubektomi merupakan metode kontrasepsi permanen yang dilakukan pada perempuan. Cara kontrasepsi ini adalah dengan memotong maupun mengikat saluran tuba falopi yang menghubungkan antara indung telur dengan Rahim. 

Saluran tuba falopi berfungsi sebagai jalan keluar sel telur dari indung menuju Rahim atau disebut fase ovulasi. Dengan memotong tuba falopi akan membuat sel telur tidak dapat menuju Rahim dan sperma tidak akan bertemu sel telur di tuba falopi.

Meskipun terdengar cukup ekstrim, namun anda tidak perlu khawatir karena sel telur akan tetap dapat dilepaskan oleh indung telur secara normal. Proses ini juga tidak akan mempengaruhi kerja hormone apapun. 

KB permanen ini juga memiliki tingkat keberhasilan tinggi. Dimana hanya 1 dari 200 orang wanita yang mengaku mengalami kehamilan pasca dilakukan tubektomi. Tingkat keberhasilan dari KB steril ini sendiri mencapai 99%.

Waktu yang tepat untuk melakukan tubektomi

Sebelum melakukan operasi tubektomi sebaiknya anda dan pasangan pertimbangkan keputusan ini matang-matang. Apakah anda dan pasangan memang sudah menetapkan pendirian bahwa tidak akan memiliki anak lagi di masa mendatang. 

Hal ini dikarenakan prosedur tubektomi memang merupakan KB permanen tidak seperti pil KB yang dapat diberhentikan kapan saja. Peluang untuk membatalkan tubektomi juga sangat kecil jika tindakan medis sudah dilakukan.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Anestesi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 22

Jika sudah matang mempertimbangkan untuk menjalani tubektomi, maka metode ini sebaiknya anda jalani seminggu setelah menstruasi. Karena pada saat ini ovulasi umumnya belum terjadi. Tubektomi ini juga harus dijalani ketika anda berada dalam kondisi prima dan sehat.

Jika anda sebelumnya menjalani operasi sesar untuk melahirkan, maka anda bisa memilih momen melahirkan dengan operasi ini sebagai saat yang tepat untuk tubektomi. Hal ini dikarenakan dokter dapat melakukan operasi kelahiran sekaligus pengikatan tuba falopi bersamaan. 

Ketika dokter telah menjahit sayatan pada bagian Rahim, maka dokter selanjutnya akan melakukan tubektomi pada kedua saluran tuba falopi anda.

Prosedur Melaksanakan Tubektomi

Sebelum melakukan prosedur tubektomi, maka anda tentunya akan diperiksa dulu kondisi kesehatannya. Dokter tidak akan melakukan prosedur tubektomi pada orang yang sedang sakit atau bahkan hamil. Prosedur tubektomi sendiri ada dua macam, yaitu tuba implan dan bedah laparoskopi. Berikut penjelasannya.

Tuba Implan

Tuba implant adalah metode KB steril tanpa melalui prosedur pembedahan atau operasi. Metode ini dilaksanakan melalui vagina dan leher Rahim (Serviks) yang dimasukkan dua logam kecil (essure) agar dapat masuk ke dalam saluran tuba falopi.

Keberadaan implan ini berguna untuk menghambat bertemunya sperma dan sel telur di tuba falopi. Bekas luka atau jaringan parut baru akan menutupi tuba falopi dengan sempurna selama kurang lebih tiga bulan.

Bedah laparoskopi

Prosedur ini dilakukan dengan pembedahan minor pada daerah kecil di atas pubis untuk mengikat tuba falopi. Untuk menutup saluran tuba falopi, dokter biasanya akan mengikatnya dengan cincin (Tubal occlusion) maupun dengan memotong salurannya. Dokter juga dapat memilih menutup saluran dengan peralatan medis maupun mengangkat sebagian tuba falopi.

5 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Permanent Birth Control Methods. Drugs.com. (https://www.drugs.com/article/permanent-birth-control.html)
Birth control: Types, devices, injections, and permanent birth control. Medical News Today. (https://www.medicalnewstoday.com/articles/162762)
Trends of Various Techniques of Tubectomy: A Five Year Study in a Tertiary Institute. National Center for Biotechnology Information. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4740653/)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app