Pelajari Teknik Napas Buatan Berikut Ini

Untuk membantu seseorang yang mengalami sesak napas atau henti napas dapat menggunakan alat bantu pernapasan atau secara manual. Penggunaan alat bantu pernapasan harus dilakukan oleh tenaga medis. Berikut adalah tahap-tahap yang perlu diperhatikan dalam pemberian napas buatan:
Dipublish tanggal: Sep 28, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 3 menit

Napas buatan biasanya diberikan dalam keadaan darurat dimana seseorang mengalami kesulitan bernapas atau berhenti napas. Untuk memberikan napas buatan dapat menggunakan alat bantu pernapasan atau dengan cara manual. 

Henti jantung bisa disebabkan oleh banyak hal mulai dari serangan jantung atau tenggelam. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Simvastatin via HonestDocs!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Salah satu bagian dari resusitasi jantung paru (RJP) yaitu napas buatan yang artinya suatu pertolongan pertama pada seseorang yang napas atau detak jantungnya berhenti.

Orang yang sesak napas atau terhenti napasnya artinya kadar oksigen pada darahnya mulai berkurang atau bahkan berhenti. Kondisi kekurangan oksigen ternyata bisa menyebabkan kerusakan otak. 

Seseorang yang mengalami kondisi seperti ini harus segera mendapat penanganan dalam waktu 10 menit. Jika tidak maka nyawa orang tersebut bisa melayang. 

Untuk tahapan resusitasi jantung paru yang benar yaitu compression yaitu tahap pertama dalam pertolongan dengan menekan dada untuk membantu memompa jantung. 

Kemudian tahap kedua adalah airways yaitu tahap membuka jalur pernapasan. Tahap terakhir adalah breathing yaitu memberi napas buatan. 

Berbagai teknik napas buatan yang perlu Anda ketahui

Untuk membantu seseorang yang mengalami sesak napas atau henti napas dapat menggunakan alat bantu pernapasan atau secara manual. Penggunaan alat bantu pernapasan harus dilakukan oleh tenaga medis. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Jantung via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 10

Berikut adalah tahap-tahap yang perlu diperhatikan dalam pemberian napas buatan:

1. Mouth to mouth

Teknik mouth to mouth atau dari mulut ke mulut merupakan teknis napas yang paling umum tetapi sudah tidak disarankan.  

Teknik pemberian napas buatan ini bisa melalui mulut penolong ke hidung orang yang akan ditolong jika kondisi mulut orang yang akan ditolong terluka. Pemberian napas buatan dengan teknik ini juga tidak boleh sembarangan. 

Berikut ini adalah tahapan yang dilakukan dalam pemberian napas buatan dengan teknik mouth to mouth:

  • Pastikan kondisi Anda dan korban dalam posisi yang aman
  • Mengecek kesadaran korban dengan menepuk dada atau bahu atau dengan memanggilnya
  • Bila keadaan posisi tidak merespon, tidak bernapas, bahkan tidak teraba denyut nadi, maka segera panggil ambulans. Sambil menunggu ambulans, Anda dapat melakukan pertolongan dengan tindakan kompresi yaitu menekan dada korban dan membuka saluran napas, Tindakan ini dapat dilakukan sebanyak 30 kali dengan 2 kali pemberian napas buatan\
  • Posisikan kepala korban mendongak dengan salah satu telapak tangan di keningnya dengan hati-hati. Hal ini untuk membuka saluran napas.
  • Setelah itu, Anda dapat melakukan napas buatan dengan mencubit hiung korban, lalu menarik napas dalam-dalam dan letakkan mulut Anda menutupi mulut korban. Tiupkan napas dan cek apakah dada korban naik atau tidak. Jika dada masih belum naik, ulangi dengan memberikan napas kedua

Pertolongan di atas termasuk pertolongan pertama sebelum bantuan medis datang. Namun Anda perlu ingat bahwa teknik di atas dapat menyebabkan Anda tertular penyakit yang diderita korban yang ditularkan melalui air liur. 

Oleh karena itu, untuk mencegah tertular penyakit, ada alat yang terbuat dari silikon untuk memperantarai mulut Anda dan mulut si korban agar tidak terjadi kontak secara langsung.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Jantung via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 10

2. Ambu bag/bag valve mask

Ambu bag adalah pompa udara yang dioperasikan dengan menekan kantung berisi udara. Perlu diperhatikan posisi pasien dan pemasangan alat ini harus benar agar proses transfer oksigen bisa berjalan dengan maksimal. 

Alat ini hanya bisa dioperasikan oleh tenaga medis.

3. Nasal canulla

Anda tentu pernah melihat pasien yang diberikan dua selang yang ditaruh pada kedua lubang hidung untuk mengalirkan oksigen. 

Alat ini digunakan kepada pasien yang masih bisa bernapas sendiri dan umumnya digunakan oleh penderita asma, pneumonia, dan penyakit paru.

4. Intubasi

Inubasi adalah proses memasukkan tabung khusus ke batang tenggorokan melalui mulut untuk mempertahankan jalan napas dan memberikan oksigen. 

Alat ini biasanya diberikan kepada seseorang yang dalam keadaan tidak sadar dan tidak bernapas spontan. Setelah terintubasi, pasien akan digunakan alat bantu pernapasan lain seperti ambu bag misalnya.

Walaupun Anda tergolong orang awam yang bukan berasal dari tenaga medis, tindakan resusitasi jantung paru (RJP) ini harus dipelajari. 

Hal ini untuk mengantisipasi bila suatu saat orang di sekitar Anda mengalami kondisi darurat kesulitan bernapas.

Selain itu, jangan lupa untuk menghubungi ambulans di nomor 118 dan polisi di nomor 112 untuk meminta pertolongan. Sambil menunggu bantuan medis datang usahakan untuk melakukan RJP kepada korban yang mengalami henti napas.


19 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Intubation: Uses, procedure, and side effects. Medical News Today. (Accessed via: https://www.medicalnewstoday.com/articles/323696)
Endotracheal intubation: Purpose, Procedure & Risks. Healthline. (Accessed via: https://www.healthline.com/health/endotracheal-intubation)
Intubation Explained. WebMD. (Accessed via: https://www.webmd.com/lung/intubation-explained#1)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app