Morning After Pill: Kontrasepsi Darurat untuk Hindari Kehamilan

Dipublish tanggal: Mei 24, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 2 menit
Morning After Pill: Kontrasepsi Darurat untuk Hindari Kehamilan

Kontrasepsi darurat atau sering disebut morning after pill dikenal sebagai cara untuk hindari terjadinya kehamilan setelah berhubungan seks tanpa pengaman. Bentuk pil kontrasepsi darurat ini sebenarnya berupa hormon yang dapat dikonsumsi wanita usai berhubungan seksual. 

Pil ini sebaiknya dikonsumsi oleh wanita maksimal 72 jam pertama setelah berhubungan seks tanpa pengaman. IUD atau Intra Uterine Device adalah salah satu bentuk kontrasepsi darurat. Namun, alat ini jarang diresepkan bagi remaja.

Iklan dari HonestDocs
Beli Paket Prenatal (Panel Awal Kehamilan) via HonestDocs!

Cek ada tidaknya resiko gangguan kesehatan pada ibu hamil dan dapatkan treatment yang tepat secepatnya. Diskon 30% jika beli via HonestDocs sekarang!

Paket prenatal %28panel awal kehamilan%29 di path lab %28home services%29

Begini cara kerja kontrasepsi darurat

Dalam kontrasepsi darurat ini terdapat hormon Levonorgestrel progesterone dengan dosis tinggi untuk mencegah terjadinya kehamilan. Cara kerjanya yaitu menunda ovulasi atau pelepasan telur dari ovarium selama siklus bulanan wanita. 

Apabila telah melalui tahap ovulasi, cara kerja hormon Levonorgestrel progesterone ini dapat mengganggu terjadinya pembuahan. Akibatnya sel telur yang telah dibuahi pun dapat dicegah pelekatannya pada dinding rahim. 

Jenis kontrasepsi darurat ini dapat bekerja paling efektif setelah dikonsumsi langsung usai berhubungan tanpa pengaman. Namun, morning after pill ini masih dapat bekerja optimal mengurangi risiko kehamilan setelah dikonsumsi sampai 72  jam setelah berhubungan.

Keefektifan obat kontrasepsi darurat

Konsumsi kontrasepsi darurat ini adalah satu-satunya cara untuk hindari kehamilan usai berhubungan seksual. Tingkat keberhasilannya pun beragam tergantung selang waktu konsumsi obat usai berhubungan. Apabila konsumsi pil kontrasepsi darurat 72 jam setelah berhubungan, maka tingkat keberhasilannya 89%. 

Sedangkan ketika pemakaiannya masih dalam waktu 24 jam usai berhubungan seksual, keberhasilannya mencapai 95%. Namun, ketahuilah jika keefektifan kontrasepsi darurat ini tidak sepadan dengan pil KB yang dikonsumsi secara rutin. 

Pemakaiannya pun tidak dianjurkan terlalu sering dan sebaiknya digunakan saat darurat saja. Ketika telah mengkonsumsi pil ini dan belum mendapat haid, segera konsultasi dengan dokter.

Iklan dari HonestDocs
Beli Postinor 750mcg via HonestDocs

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Postinor 750mcg tab 1

Perlindungan terhadap risiko penyakit kelamin

Tahukah Anda, penggunaan kontrasepsi darurat ini tidak menjamin keamanan terhadap penularan penyakit kelamin. Sebab, pil ini tidak melindungi kelamin dari penyakit menular seksual. Jadi, disarankan untuk selalu menggunakan kondom saat berhubungan seksual guna menghindari penularan penyakit seksual. 

Apabila kondom rusak atau hubungan seks Anda tidak terproteksi, sebaiknya segera kunjungi dokter untuk pemeriksaan penyakit seksual.

Abstinence atau tidak melakukan hubungan seks merupakan satu-satunya metode efektif untuk hindari kehamilan bahkan penyakit seksual. Sekali lagi, ketika Anda dipaksa berhubungan seksual,  segera kunjung dokter untuk mendapatkan pil kontrasepsi darurat maupun tes penyakit seksual.

Efek samping kontrasepsi darurat

Usai mengkonsumsi pil kontrasepsi darurat, sebagian besar wanita mengalami banyak efek samping diantaranya muntah, mual, nyeri payudara, kelelahan, sampai kepala berputar. Ada juga beberapa efek samping yang jarang terjadi dan biasanya efek ini berlangsung selama 1 sampai 2 hari. 

Siklus menstruasi wanita pun akan berubah jadi tidak teratur usai penggunaan pil kontrasepsi.

Siapa yang boleh mengonsumsi pil kontrasepsi darurat?

Setelah tahu manfaat dan efek samping pil kontrasepsi darurat, siapakah yang diperbolehkan untuk menggunakannya? Sebab, pil ini tidak disarankan untuk digunakan secara rutin, hanya saat darurat saja. 

Beberapa kondisi lain seperti kondom rusak saat berhubungan seks dan lupa mengkonsumsi pil KB selama 2 hari berturut-turut, penggunaan pil kontrasepsi darurat bisa dipertimbangkan. Pil ini juga diperbolehkan bagi wanita yang dipaksa berhubungan seks tanpa pengaman. 

Namun, satu hal yang perlu dihindari, jangan sekali-kali menggunakan pil kontrasepsi darurat ketika tahu dirinya dalam kondisi hamil untuk hindari risiko bahaya bagi si janin

9 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Ella (prescribing information). Parsippany, N.J.: Watson Pharma Inc.; 2014. http://pi.watson.com/data_stream.asp?product_group=1699&p=pi&language=E.
Emergency contraception. The National Women's Health Information Center. https://www.womenshealth.gov/a-z-topics/emergency-contraception.
Frequently asked questions. Contraception FAQ114. American College of Obstetricians and Gynecologists. https://www.acog.org/Patients/FAQs/Emergency-Contraception.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app