Minum Pil KB Tetap Hamil, Kok Bisa?

Dipublish tanggal: Mei 22, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 2 menit
Minum Pil KB Tetap Hamil, Kok Bisa?

Alat kontrasepsi yang disarankan oleh pakar kesehatan merupakan cara terbaik yang bisa Anda pilih bersama pasangan, dimana ketika Anda berniat untuk menunda kehamilan. Salah satunya dengan menggunakan pil KB, dimana kontrasepsi ini tidak menghentikan siklus menstruasi Anda pada setiap periode rutinnya.

Akan tetapi banyak kasus yang terjadi malah sebaliknya, dimana Anda telah minum pil KB tapi tetap mengalami kehamilan. Apakah minum pil KB masih efektif dalam mencegah kehamilan? Simak penjelasannya berikut ini.

Iklan dari HonestDocs
Beli Domperodine IF 10mg Tab via HonestDocs

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Domperidone if 10mg tab 1

Penggunaan kontrasepsi pil KB akan memberikan 99% efektif dalam pencegahan kehamilan, apabila Anda mengkonsumsi dengan dosis dan petunjuk pakai yang benar. 

Beberapa hal yang bisa menyebabkan kehamilan meskipun minum pil KB adalah dosis yang tidak ditakar dengan baik atau bahkan pil tersebut gagal melakukan fungsinya.

Dengan demikian berikut ini dijelaskan mengapa Anda tetap mengalami kehamilan saat menggunakan kontrasepsi pil KB.

Kurang disiplin

Pil KB biasanya tersedia di apotik dan toko obat dengan harga yang bervariasi. Pil KB ini akan berfungsi apabila Anda patuh terhadap jadwal dan petunjuk penggunaan. Sehingga tidak menimbulkan kehamilan.

Fakta menyebutkan bahwa pasien yang hamil meskipun mengkonsumsi pil KB adalah wanita yang tidak patuh terhadap jadwal minum pil tersebut. Sehingga hormon progesteron yang terkandung di dalam tubuh tidak bisa bekerja secara optimal.

Pengaruh obat lain

Pil kontrasepsi yang Anda minum akan berubah fungsi apabila dikonsumsi pada waktu yang relatif bersamaan dengan obat lain. Akibat interaksi yang terjadi diantara keduanya yang mengakibatkan Anda tetap memiliki peluang kehamilan yang tinggi. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Postinor 750mcg via HonestDocs

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Postinor 750mcg tab 1

Beberapa obat yang bisa berpengaruh pada pil KB diantaranya adalah antibiotik, obat herbal, ARV dan obat anti epilesi.

Ada baiknya Anda memperhatikan waktu yang tepat ketika mengkonsumsi dua obat yang berbeda, sehingga setiap jenis obat baik pil KB dan obat lainnya dapat menjalankan fungsinya masing-masing. 

Atau Anda bisa konsultasikan dengan dokter apabila diharuskan mendapatkan pengobatan lain, pastikan bahwa Anda sedang memakai kontrasepsi pil KB.

Akibat muntah dan diare

Kontrasepsi pil KB membutuhkan waktu penyerapan sampai ke aliran darah kurang lebih 30 menit lamanya. Sehingga dikhawatirkan pil KB akan kembali keluar apabila Anda tiba-tiba mengalami muntah atau mengalami diare berat.

Dengan demikian cara yang perlu Anda lakukan untuk mengatasi timbulnya kehamilan adalah menggunakan kontrasepsi atau alternatif lainnya sebagai pencegahan. Seperti menghentikan sementara aktivitas seksual.

Apakah lupa sehari minum Pil KB bisa hamil?

Jawabannya adalah iya, apalagi peluang kehamilan akan semakin tinggi baik dilakukan dengan sengaja ataupun tidak akibat beberapa hal:

  • Terlambat minum pil KB saat berada dalam siklus haid.
  • Tidak minum pil KB selama dua kali atau lebih.
  • Tidak minum pil KB yang sesuai dengan petunjuk dan urutan yang benar.
  • Tidak minum pil KB setengah hari untuk dosis yang rendah.
  • Meminum beberapa pil KB sekaligus.

Apabila Anda merasa melakukan kesalahan-kesalahan tersebut dalam mengkonsumsi pil KB, maka Anda memiliki risiko yang lebih tinggi untuk hamil. Dengan demikian sebagai antisipasinya, Anda bisa gunakan alat kontrasepsi lain selama satu siklus haid.

Kemudian di bulan berikutnya Anda belajar mematuhi aturan minum pil KB dengan lebih teliti. Namun jika Anda merasa akan sering lupa, maka Anda bisa pertimbangkan lagi untuk menggunakan kontrasepsi yang berkala seperti suntik, implan atau bahkan IUD.

12 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Zieman, M. (2015, January 20). Patient information: Hormonal methods of birth control (Beyond the Basics). Retrieved from (http://www.uptodate.com/contents/hormonal-methods-of-birth-control-beyond-the-basics)
Mayo Clinic Staff. Symptoms of pregnancy: What happens right away. (2013, July 12) (http://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/getting-pregnant/in-depth/symptoms-of-pregnancy/art-20043853)
Hall, S. D., Wang, Z., Huang, S. M., Hamman, M. A., Vasavada, N., Adigun, A. Q., Gorski, J. C. The interaction between St John's wort and an oral contraceptive [Abstract]. (2003, December). Clinical Pharmacology & Therapeutics, 74(6), 525-535 (http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/14663455)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app