Meperidine: Manfaat, Dosis, & Efek Samping

Dipublish tanggal: Feb 14, 2019 Update terakhir: Okt 24, 2020 Tinjau pada Mei 7, 2019 Waktu baca: 3 menit

Meperidine merupakan kandungan yang berada pada obat dengan nama merek demerol atau demerol hcl. Meperidine adalah pengobatan sakit opioid yang digunakan untuk merawat penyakit sedang hingga parah. 

Penting untuk diketahui, penggunaan obat-obatan opioid dapat menyebabkan ketergantungan, overdosis hingga kematian. Simpan obat di tempat yang sulit untuk dijangkau. Menggunakan obat saat hamil dapat berakibat fatal pada janin yang sedang dikandung. 

Hal fatal juga dimungkinkan akan terjadi bila meminum obat opioid dengan alkohol atau bersamaan dengan obat yang menyebabkan kantuk atau bernafas dengan pelan.

Mengenai Meperidine

Golongan:

Obat resep

Kemasan:

-

Kandungan:

Obat antiopioid

Sebelum menggunakan Meperidine

Agar meminimalisir resiko penggunaan obat, katakan pada dokter jika kamu pernah memiliki:

  1. Luka di kepala, tumor otak
  2. Masalah pernafasan atau sakit paru-paru
  3. Sakit mental atau ketergantungan pada alkohol atau narkoba
  4. Masalah pada perut atau usus
  5. Masalah buang air kecil
  6. Sakit liver atau ginjal
  7. Masalah pada kantung empedu, kelenjar adrenalin, atau tiroid
  8. Anemia sel sabit
  9. Lengkungan abnormal pada tulang belakang yang menyebabkan masalah pernafasan.

Sebaiknya tidak menggunakan meperidine jika kamu alergi terhadap obat ini. Reaksi alergi ditandai dengan asma parah atau masalah pernafasan atau masalah pada perut atau usus. 

Selain itu jika kamu menggunakan MAO inhibitor dalam rentang 14 hari sebelumnya sebaiknya juga tidak menggunakan meperidine. Interaksi kedua obat cukup berbahaya. 

Beberapa macam MAO inhibitor yaitu linezolid, injeksi metilen biru, rasagiline, isocarboxacid, phenelzine, selegiline, tranylcypromine dan sebagainya.

Penggunaan obat saat hamil dapat menyebabkan janin ketergantungan dengan obat. Bayi tersebut memerlukan perawatan medis selama beberapa minggu untuk mengatasi ketergantungan obat. 

Sebaiknya juga tidak menyusui bayi jika menggunakan meperidine karena zat tersebut mengalir melalui ASI. Zat tersebut dapat menyebabkan kantuk, masalah pernafasan hingga kematian.

Cara penggunaan obat Meperidine 

Ikuti petunjuk pada tanda yang diberikan oleh dokter dan baca petunjuk pada label kemasan. Jangan pernah gunakan meperidine melebihi dosis atau untuk jangka waktu lebih lama. Konsultasikan pada dokter jika kamu perlu untuk menambah dosis obat.

Jangan membagikan obat opioid ke orang lain khususnya pada seseorang dengan riwayat penyalahgunaan obat atau ketergantungan obat. Simpan obat di tempat yang aman dari jangkauan orang-orang. Menjual atau membagikan obat opioid masuk dalam pelanggaran hukum.

Ukur obat cair dengan hati-hati. Jangan gunakan sendok makan, gunakan alat ukur obat yang telah disediakan (biasanya berbentuk suntikan). Jangan berhenti menggunakan obat secara tiba-tiba setelah penggunaan jangka panjang atau kamu akan merasakan efek yang kurang menyenangkan.

Konsultasikan dengan dokter cara paling aman untuk berhenti menggunakan meperidine. Jangan menghancurkan meperidine untuk menghirup bubuknya atau dicampurkan ke cairan kemudian disuntikkan ke pembuluh vena. Penyalahgunaan obat dapat menyebabkan kematian.

Simpan obat ini pada suhu ruangan. Hindarkan dari kelembaban, panas dan cahaya. Catat baik-baik jadwal penggunaan obat. Jika terdapat sisa obat opioid sebaiknya jangan disimpan. Tanya apoteker cara untuk membuang sisa obat. 

Jika tidak ada cara khusus untuk membuang obat tersebut, buang obat ke dalam toilet. Karena penyalahgunaan obat walaupun hanya satu dosis dapat mengakibatkan kematian.

Meperidine merupakan obat yang digunakan ketika muncul keluhan, jadi kemungkinan kecil jika kamu melewatkan jadwal minum obat. Jika sudah hampir jadwal minum obat selanjutnya, lewatkan dosis yang sudah terlewat. 

Tidak disarankan mengkonsumsi dua dosis obat secara bersamaan. Overdosis Meperidine dapat berakibat fatal, khususnya pada anak-anak atau dewasa yang menggunakan obat tanpa resep dokter. 

Gejalanya yaitu nafas pendek, detak jantung melemah, kantuk berat, otot lemah, demam, kulit dan bibir membiru, pingsan hingga koma.

Jangan mengonsumsi meperidine dengan alkohol. Hal tersebut dapat memunculkan efek samping yang kurang menyenangkan bahkan kematian. Hindari aktivitas berat jika kamu belum mengetahui efek penggunaan obat. Ngantuk dan pusing dapat menyebabkan kecelakaan hingga luka berat.

Efek Samping dari penggunaan Meperidine 

Reaksi alergi terhadap Meperidine biasanya gatal-gatal, sulit bernafas, bengkak pada wajah, bibir, lidah atau tenggorokan. Obat opioid dapat membuat nafas pendek hingga berhenti. Segera bawa ke rumah sakit jika penderita bernafas dengan jeda yang cukup panjang, bibir membiru atau sulit untuk bangun. Hentikan penggunaan obat jika kamu mengalami hal-hal berikut:

  1. Nafas pendek dan lemah serta detak jantung lemah
  2. Ngantuk berat
  3. Linglung dan mood cepat berubah
  4. Tremor, gerakan otot yang tidak dapat kamu kontrol
  5. Kadar kortisol rendah yang ditandai dengan mual, muntah, kehilangan nafsu makan, pusing

Jika kamu memiliki sindrom serotonin seperti halusinasi, demam, kejang otot, mual, muntah, diare, detak jantung lebih cepat segera periksakan ke dokter. Penggunaan meperidine dalam jangka panjang dapat mempengaruhi fertilitas bagi pria maupun wanita. Masih belum diketahui apakah ini permanen atau tidak. Selalu konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan obat untuk meminimalisir efek samping yang mungkin akan kamu rasakan.


6 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Meperidine (Injection Route) Description and Brand Names. Mayo Clinic. (https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/meperidine-injection-route/description/drg-20074161)
Meperidine Injection: Indications, Side Effects, Warnings. Drugs.com. (https://www.drugs.com/cdi/meperidine-injection.html)
Meperidine. National Center for Biotechnology Information. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK470362/)

Artikel ini hanya sebagai informasi obat, bukan anjuran medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter atau apoteker mengenai informasi akurat seputar obat.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app