Menghadapi Kejang Otot Pasca Serangan Stroke

Dipublish tanggal: Jun 8, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 3 menit
Menghadapi Kejang Otot Pasca Serangan Stroke

Stroke terjadi ketika pembuluh darah di otak pecah dan berdarah, atau ketika ada penyumbatan dalam pasokan darah ke otak. Pecahnya atau penyumbatan dapat mencegah darah dan oksigen mencapai jaringan otak. 

Setelah terjadinya stroke biasanya akan terjadi kerusakan pada jaringan otak yang dapat menyebabkan menurunnya fungsi otak.  

Iklan dari HonestDocs
Fisioterapi Keseleo 5 Kali Visit Di NK Health

Keseleo adalah suatu kondisi dimana ligament pada pergelangan kaki robek atau teregang. Masalah yang dialami adalah adanya bengkak pada pergelangan kaki, nyeri, kelemahan otot-otot ankle dan keterbatasan gerak pada pergelangan kaki. Dengan fisioterapi dapat membantu memulihkan pergelangan kaki yang keseleo menggunakan modalitas seperti ultrasound, tens, ice, dan latihan menggunakan elastic band. Paket in untuk single visit (5x) dan tidak termasuk konsultasi dokter & Pemeriksaan Penunjang ( Rontgen, MRI, CT-Scan).

Fisioterapi keseleo 5x visit di nk health

Selain dapat menyebabkan penurunan fungsi otak, stroke juga dapat mengakibatkan kerusakan jaringan otak yang dapat menyebabkan aktivitas berlebih yang mengakibatkan kejang. Beberapa penderita stroke biasanya mengalami kejang otot pasca terjadi serangan stroke.

Stroke dapat mempengaruhi cara kerja otot. Otak akan mengirimkan sinyal ke otot-otot, melalui saraf, untuk membuatnya bergerak. Setelah stroke, kerusakan pada otak dapat memblokir pesan atau sinyal antara otot dan otak yang menyebabkan otot lengan dan kaki kram atau kejang.

Kondisi tersebut dapat membatasi koordinasi dan pergerakan otot Anda. Kondisi pasca-stroke dapat membuat kegiatan sehari-hari seperti mandi, makan, dan berpakaian menjadi lebih sulit.

Ketika kejang terjadi, otot akan menjadi tegang. Hal tersebut dapat menyebabkan rasa nyeri, postur tubuh yang tidak normal, dan gerakan yang tidak terkendali. Kejang otot dapat terjadi di mana saja di tubuh, tetapi biasanya paling sering terjadi pada lengan.

Berbagai pengobatan, termasuk obat-obatan dan terapi dapat membantu mengatasi masalah kejang otot pasca serangan stroke. Terapi yang akan digunakan tergantung pada tingkat dan keparahan kejang otot. 

Anda mungkin perlu mendapatkan lebih dari satu jenis pengobatan untuk mengatasi masalah kejang. Dan untuk hasil terbaik selama rehabilitasi stroke, obat-obatan dalam kombinasi dengan terapi seperti latihan peregangan dan penguatan otot merupakan pengobatan paling baik dan biasanya merupakan pengobatan lini pertama. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Simvastatin via HonestDocs!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Tanpa rehabilitasi fisik harian, otot-otot akan tetap berkontraksi dan persendian menjadi tidak bergerak.

Bagaimana cara mengatasi kejang setelah stroke?

Dokter atau penyedia layanan kesehatan akan mempertimbangkan tingkat keparahan kejang, kesehatan secara keseluruhan dan faktor-faktor lain untuk menentukan pengobatan, yang mungkin termasuk:

  • Latihan fisik dan peregangan: Peregangan dapat membantu mempertahankan rentang gerak penuh dan mencegah pemendekan otot yang permanen.
  • Penggunaan brace: Brace atau alat penyokong dapat membantu menahan otot dalam posisi normal agar tidak berkontraksi.
  • Intrathecal baclofen therapy: Baclofen merupakan obat pelemas otot yang biasa digunakan untuk mengurangi kelenturan terkait dengan stroke, multiple sclerosis, cedera tulang belakang, atau penyakit neurologis lainnya. Baclofen bekerja di sumsum tulang belakang, dan memperbaiki refleks hiperaktif dan tonus otot yang berlebihan.
  • Obat-obatan oral: Beberapa obat-obatan oral dapat membantu mengendurkan saraf sehingga otak tidak mengirim pesan terus menerus ke otot untuk berkontraksi. Efek samping penggunaan obat-obatan dapat berupa kelemahan, kantuk, atau mual.
  • Obat Suntikan: Beberapa obat-obatan dapat disuntikkan untuk memblokir saraf dan membantu menghilangkan kejang otot. Pengobatan tersebut dapat melemahkan atau melumpuhkan otot yang terlalu aktif. 
  • Efek samping penggunaan obat suntikan umumnya bersifat minimal, tetapi mungkin terdapat rasa nyeri pada lokasi penyuntikan.

Pembedahan merupakan pilihan terakhir dalam kasus kejang otot yang parah. Pembedahan dapat digunakan dalam kasus di mana seseorang telah mengembangkan pemendekan tendon permanen dan tidak ada perbaikan dengan penggunaan obat-obatan atau terapi. 

Dalam kasus lain, pembedahan dapat digunakan untuk memotong dan mentransfer tendon atau untuk memutuskan jalur otot saraf.

Kiat-kiat menjalani kehidupan dengan kejang otot

Mengatasi kejang otot pasca serangan stroke dengan alat bantu, dan beradaptasi di rumah dapat membantu meningkatkan keselamatan Anda. Terapis fisik dan okupasi dapat merekomendasikan bantuan yang tepat, prosedur keselamatan, pengobatan dan kesesuaian yang tepat.

Berikut beberapa modifikasi di rumah yang dapat Anda lakukan untuk meningkatkan keamanan pasca serangan stroke meliputi:

  • Lantai yang landai
  • Menggunakan pegangan atau penyangga di berbagai lokasi di rumah
  • Meningkatkan posisi kursi toilet
  • Menggunakan alas perekat plastik di bagian bawah bak mandi
  • Brace, tongkat, alat bantu jalan, dan kursi roda

Kejang otot akan cenderung semakin memburuk jika penderita stroke sedikit atau kurang bergerak. Hal tersebut akan membuat otot menjadi lebih lemah. Kurang bergerak juga dapat berkontribusi untuk mengembangkan terjadinya kontraktur. Penting untuk bergerak sebanyak mungkin. Bergabunglah dengan grup olahraga atau minta keluarga dan teman-teman Anda untuk membantu Anda berlatih melakukan sesuatu dan untuk bergerak lebih banyak.


9 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app