Mengenali Penyebab Alergi Pada Bayi dan Penanganannya

Dipublish tanggal: Sep 6, 2019 Update terakhir: Nov 10, 2020 Waktu baca: 2 menit
Mengenali Penyebab Alergi Pada Bayi dan Penanganannya

Alergi menjadi masalah kesehatan yang sering kali dialami oleh si kecil, karena memang kulit bayi masih sensitif. Saat alergi menyerang, tak jarang membuat ibu kebingungan bagaimana mengatasinya. Namun, sebelum mulai mengatasinya, Anda tentu harus tahu dulu penyebab alergi pada bayi karena setiap penyebab memiliki cara penanganan masing-masing.

Apa penyebab alergi pada bayi?

Kulit bayi masih tergolong sensitif, ditambah lagi dengan sistem imunnya yang rendah, sehingga si kecil rentan terkena alergi. Tak hanya sebatas pada kulit, alergi pada bayi juga dapat terjadi pada saluran pernapasan dan sistem pencernaannya.

Iklan dari HonestDocs
Blackmores Pregnancy Breast Feeding Gold

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Blackmores pregnancy   breat feeding gold sku

Reaksi alergi bisa muncul saat si kecil terpapar alergen alias zat penyebab alergi. Biasanya, kondisi ini disebabkan oleh paparan bulu hewan, debu, kacang, susu, hingga makanan laut dan memberikan reaksi yang berlebihan.

Faktor genetik menjadi salah satu penyebab alergi pada bayi yang paling umum. Jika orangtuanya memiliki riwayat alergi, maka si kecil berisiko hingga 70% mengalami hal yang sama di masa pertumbuhannya.

Makanan dan lingkungan juga diduga menjadi penyebab munculnya alergi. Meskipun memang, lebih banyak kasus alergi akibat faktor makanan daripada lingkungan.

Ada beberapa makanan yang bisa menjadi penyebab alergi pada bayi. Mulai dari kacang, telur, ikan, kerang dan makanan laut (seafood), hingga susu sapi.

Baca Juga: Ciri-Ciri Alergi Susu Sapi Pada Anak

Setelah bayi berusia 18 bulan, barulah lingkungan bisa memicu terjadinya alergi pada bayi. Hal ini bisa berupa paparan bulu hewan, debu, tungau, jamur, serbuk sari, dan sebagainya.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Alergi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 11

Terkena gigitan serangga juga dapat menimbulkan reaksi alergi pada tubuh bayi. Biasanya, kulit bayi bisa tampak bengkak, merah, dan terasa gatal setelah digigit serangga. 

Tak hanya itu, beberapa obat dan bahan kimia tertentu yang ada di dalam detergen juga bisa menjadi dalang munculnya alergi pada bayi.

Tanda dan gejala alergi pada bayi

Pada dasarnya, setiap penyebab alergi akan memunculkan gejala yang kurang lebih sama. Sejumlah tanda dan gejala alergi pada bayi meliputi:

  • Muntah disertai diare
  • Kesulitan bernapas
  • Wajah, bibir, dan lidah membengkak
  • Batuk disertai bersin
  • Rasa gatal dan bilur yang menyerupai bekas luka
  • Ruam dan kemerahan pada kulit
  • Pingsan (hilang kesadaran)

Baca Selengkapnya: Bintik Merah Pada Kulit Bayi? Ini Penyebab dan Solusinya

Cara tepat mengatasi alergi pada bayi

Kunci penting untuk mengatasi alergi pada bayi adalah menemukan penyebab alergi dan menghindarinya. Setelah memastikan penyebabnya, maka segera hindari pemicunya agar reaksi alergi tidak muncul lagi. 

Bila penyebabnya adalah makanan, maka hindari memberikan makanan yang bisa memicu alergi pada bayi. Misalnya bila si kecil alergi kacang, maka hindari semua jenis makanna yang mengandung kacang. Ikutilah saran dari dokter sebagai acuan jika anda masih ragu untuk memberikannya pada si kecil.

Iklan dari HonestDocs
Beli IMBOOST FORCE 10TAB 1 STRIP via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Imboost force tablet 4

Jika penyebab alergi pada bayi adalah lingkungan, maka yang bisa Anda lakukan adalah menjaga lingkungan di sekitar bayi tetap bersih. Jaga kebersihan ruangan, tempat tidur, hingga mainan si kecil. Jika Anda seorang perokok, hindari juga merokok di dekat bayi.

Baca Juga: Dapatkah Bayi Mengalami Alergi ASI?

Apabila gejala pada bayi tak kunjung hilang, segera bawa si kecil ke dokter terdekat. Dokter biasanya akan meresepkan obat-obatan seperti antihistamin dan kortikosteroid dengan pengawasan dokter dan dokter spesialis anak.

Tak jarang, alergi ini akan hilang dengan sendirinya seiring bertambahnya usia si kecil. Hanya saja, reaksi alergi akan membuat si kecil merasa tak nyaman, sehingga membutuhkan perawatan khusus. Segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penjelasan lebih lanjut mengenai alergi pada bayi.

4 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Allergic reaction in baby: Treatment and pictures. Medical News Today. (https://www.medicalnewstoday.com/articles/322484)
Allergies in Babies and Toddlers. WebMD. (https://www.webmd.com/allergies/allergies-babies-toddlers)
Baby Allergies: Symptoms, Causes, Treatment, and More. Healthline. (https://www.healthline.com/health/parenting/baby-allergies)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app