Memicu atau Mengobati? Begini Kaitan Merokok dengan Skizofrenia

Gangguan mental ini sering dikaitkan dengan kebiasaan merokok. Ada yang menganggap rokok dapat menyembuhkannya, namun ada juga yang merasa rokok menjadi pemicunya. Lalu bagaimana sebenarnya kaitan rokok dan skizofrenia? Begini ulasannya.
Dipublish tanggal: Jun 20, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 3 menit
Memicu atau Mengobati? Begini Kaitan Merokok dengan Skizofrenia

Skizofrenia merupakan jenis gangguan mental, dimana penderitanya mengalami halusinasi dan delusi. Gangguan mental ini sering dikaitkan dengan kebiasaan merokok. Ada yang menganggap rokok dapat menyembuhkannya, namun ada juga yang merasa rokok menjadi pemicunya. 

Lalu bagaimana sebenarnya kaitan rokok dan skizofrenia? Begini ulasannya.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Saraf & Otak via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 5

Anggapan bahwa merokok dapat mengobati penyakit skizofrenia

Bagian otak seperti hipokampus, korteks dan sel-sel yang melindungi talamus, merupakan beberapa bagian otak mempengaruhi fungsi kognitif manusia. Pada otak pengidap skizofrenia, bagian ini tak merespon dengan baik, sehingga kemampuan berpikir dan mengingatnya jadi buruk. 

Salah satu cara yang dianggap bisa menormalkannya adalah dengan merokok.

Nikotin yang terkandung dalam rokok dapat meningkatkan level dopamin dalam bagian otak seperti nukleus akumbens dan korteks prefontral. Saat level dopamin meningkat, maka kemampuan kognitif dan sensorik pengidap skizofrenia yang rendah pun menjadi meningkat. 

Hasil penelitian ini menjadi alasan mengapa rokok dianggap mampu mengobati skizofrenia.

Fungsi kognitif pengidap skizofrenia yang merokok, bisa perlahan menjadi normal dengan bantuan nikotin. Dalam sebuah penelitian ditemukan hasil bahwa, pengidap skizofrenia yang merokok, dapat mengingat informasi yang diberikan kepadanya. 

Selain itu, peningkatan fungsi kognitif juga terlihat meningkatnya kemampuan memahami dan fokusnya pada suatu hal.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Saraf & Otak via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 5

Tak hanya fungsi kognitif, kemampuan sensorik pengidap skizofrenia juga dipercaya makin meningkat karena merokok. Peningkatan asupan nikotin, dipercaya bisa menormalkan gangguan sensorik sementara waktu. 

Misalnya saja, nikotin membuat otak semakin mampu menyaring suara dan memberikan respon pada sensor yang lumayan kuat diterimanya.

Walau dipercaya dapat meningkatkan kemampuan kognitif dan sensorik pengidap skizofrenia, sampai saat ini belum ditemukan efeknya pada halusinasi dan delusi pasien. 

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa walau pengidap skizofrenia telah berhenti merokok, intensitas halusinasi dan delusinya tetap sama seperti saat mereka masih merokok.

Anggapan merokok malah memicu penyakit skizofrenia

Bertentangan dengan anggapan merokok dapat menyembuhkan penyakit skizofrenia, penelitian lain menunjukkan bahwa merokok malah meningkatkan risiko penyakit ini. Pendapat ini salah satunya dikemukakan oleh James MacCabe, peneliti dari King’s Institute. 

Kandungan nikotin dalam rokok dipercaya malah dapat menyebabkan munculnya skizofrenia.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Saraf & Otak via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 5

Pada hasil penelitian, ditemukan bahwa perokok berat cenderung mengidap psikosis 1 tahun lebih cepat, dibanding dengan yang tak merokok. Selain itu, hasil analisis yang dipublikasikan di Lancet Psychiatry Journal juga mendukung asumsi rokok menyebabkan skizofrenia. 

Diketahui lebih dari 57% orang yang mengalami episode awal psikosis, merupakan perokok.

Hasil penelitian ini memicu hipotesis lanjutan yang mengatakan dopamin yang berlebihan, menyebabkan psikosis cenderung berkembang. Dopamin merupakan hormon yang diproduksi otak secara besar-besaran, saat seseorang merokok dan kandungan nikotinnya masuk ke otak. 

Kondisi akan semakin memburuk, saat perokok juga menggunakan obat-obatan terlarang.

Bagi yang ingin menghindari skizofrenia, sebaiknya memang harus berhenti merokok dari sekarang. Otak yang sering terpapar nikotin, lama-kelamaan akan semakin memburuk kondisinya. 

Selain itu menghentikan kebiasaan merokok, juga dapat menurunkan risiko penyakit lain seperti kanker paru-paru dan penyakit jantung.

Walau dipercaya dapat memicu skizofrenia, namun sampai saat ini, belum ada bukti nyata bahwa merokok secara langsung menyebabkan skizofrenia. Mungkin saja ada penyebab lain yang memicu skizofrenia dan merokok merupakan salah satu yang membuat gejalanya semakin memburuk. 

Penelitian lanjutan sangat dibutuhkan untuk memastikan hipotesis ini.

Kaitan rokok dengan skizofrenia sampai saat ini belum ada yang bisa dipastikan 100% kebenarannya, apakah itu memicu atau malah mengobati. Para peneliti yang fokus dengan hal ini, tampaknya harus bekerja lebih ekstra. 

Jangan sampai masyarakat mengambil kesimpulan bahwa dengan merokok, mereka bisa terbebas dari halusinasi dan delusi karena skizofrenia.  

5 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Isuru, Amila & Rajasuriya, Mahesh. (2019). Tobacco smoking and schizophrenia: re-examining the evidence. The British journal of psychiatry. Supplement. 1-10. 10.1192/bja.2019.33. ResearchGate. (https://www.researchgate.net/publication/333610362_Tobacco_smoking_and_schizophrenia_re-examining_the_evidence)
Burning Need to Help Patients With Schizophrenia Quit Smoking. Medscape. (https://www.medscape.com/viewarticle/912115)
Nicotine may help treat schizophrenia, study finds. Medical News Today. (https://www.medicalnewstoday.com/articles/315446)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app