Lapar Palsu (Sesaat) Atau Lapar Sungguhan? Kenali Bedanya!

Dipublish tanggal: Jul 2, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 3 menit
Lapar Palsu (Sesaat) Atau Lapar Sungguhan? Kenali Bedanya!

Ketika merasa lapar, Anda tentu akan langsung mengambil makanan dan menyantapnya demi memuaskan hasrat perut. Namun, ternyata tidak semua rasa lapar yang muncul adalah pertanda tubuh benar-benar membutuhkan asupan makanan. Bisa jadi, ini hanyalah pertanda Anda mengalami lapar palsu atau false hunger. Lalu, bagaimana cara mengenali lapar palsu (sesaat) dengan lapar sungguhan? Cari tahu perbedaannya pada ulasan berikut ini.

Apa bedanya lapar palsu (false hunger) dan lapar sungguhan (true hunger)?

True hunger atau lapar yang sesungguhnya merupakan kondisi dimana tubuh benar-benar membutuhkan asupan makanan untuk menjaga kinerja organ tubuh.  Ketika true hunger tidak ditanggapi, maka akan menimbulkan berbagai masalah kesehatan seperti maag, lemas, pusing, bahkan bisa menyebabkan pingsan.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

True hunger berbeda dengan false hunger. False hunger atau lapar palsu adalah kondisi saat Anda seolah-olah merasa lapar, namun sebenarnya tubuh Anda belum perlu menerima asupan makanan. 

Rasa lapar palsu bisa muncul karena keinginan sesaat, rasa bosan, lelah, dan pengaruh emosi lainnya. Ketika seseorang merasa tertekan ataupun stres, biasanya hal ini dapat memicu keinginan untuk terus mengunyah makanan, terutama makanan yang manis dan tinggi gula.

Hati-hati, menuruti lapar palsu sangat tidak dianjurkan. Alih-alih meredam rasa lapar, hal tersebut justru dapat membahayakan tubuh kalau dituruti terus-menerus, salah satunya meningkatkan risiko obesitas bila Anda terus mengonsumsi makanan manis.

Baca Juga: 12 Penyebab Cepat Lapar dan Selalu Ingin Makan

Cara membedakan lapar palsu dan asli

Anda mungkin masih bingung membedakan mana lapar palsu dan lapar sungguhan, sebab keduanya sama-sama membuat Anda ingin makan. Agar tidak tertukar, begini cara membedakan lapar palsu dan lapar sungguhan, yaitu:

1. Mengunyah terus

Aktivitas mengunyah dapat Anda gunakan untuk mengenali apakah perut Anda benar-benar lapar atau Anda hanya merasa perlu untuk melakukan aktivitas fisik. Caranya bukan dengan mengunyah makanan, tapi cobalah untuk mengunyah permen karet. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Apabila setelah mengunyah permen karet ternyata rasa lapar itu hilang, maka Anda sesungguhnya tidak benar-benar lapar. Sedangkan jika Anda masih saja merasa lapar sesusah mengunyah permen karet, maka segeralah makan karena ini berarti Anda benar-benar kelaparan.

2. Minum

Rasa lapar dan haus tentu berbeda. Namun, minum air putih ternyata bisa membantu mengenali apakah Anda sedang membutuhkan asupan cairan atau justru ingin makan. 

Oleh karena itu cobalah minum segelas air putih dan diamkan tubuh selama kurang lebih 10 menit. Apabila perut terasa semakin perih atau lapar, maka Anda benar-benar butuh asupan makanan. Namun, jika terasa kenyang artinya itu hanya lapar palsu.

3. Bunyi pada perut

Biasanya, perut yang berbunyi adalah pertanda khas Anda sedang lapar. Namun hati-hati, lapar palsu juga menunjukkan gejala yang sama, lho!

Tidak semua perut yang berbunyi menandakan Anda dalam keadaan lapar, terutama jika perut berbunyi setelah Anda baru saja makan. Bunyi pada perut bisa juga karena adanya aktivitas berupa gerakan peristaltik pada otot-otot saluran pencernaan.

Baca Juga: 15 Cara Menahan Nafsu Makan Tanpa Menyiksa Diri

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Bagaimana cara mengontrol makan?

Semakin sering Anda menuruti lapar palsu alias false hunger, maka Anda akan semakin sulit mengendalikan asupan makanan setiap hari. Apalagi kalau dituruti dengan makan makanan manis atau berlemak, maka kebiasaan ini dapat meningkatkan risiko diabetes dan obesitas di masa mendatang.

Supaya tidak sedikit-sedikit makan saat lapar palsu menerjang, coba kendalikan nafsu makan Anda dengan cara berikut ini:

1. Makan sesuai porsinya

Setelah makan, otak baru akan menerima sinyal kenyang dalam waktu 20 menit. Ini artinya, dibutuhkan waktu beberapa saat untuk menyadari bahwa sesungguhnya Anda telah kenyang. 

Namun terkadang, Anda mungkin masih terus lanjut makan sampai perut terasa benar-benar kenyang. Padahal, Anda tidak sadar sudah meghabiskan lebih banyak makanan daripada porsi Anda sesungguhnya.

Oleh karena itu, biasakan untuk menghidangkan makanan sesuai dengan porsi Anda. Cukup habiskan makanan sesuai porsi dan hindari menambahkannya lagi. Setelah itu, tunggulah selama 20 menit sampai sinyal kenyang itu mulai dirasakan.

2. Makan makanan yang banyak mengandung air

Makanan yang banyak kandungan air akan memberikan volume yang lebih besar pada perut, ketimbang makanan yang kering dan kurang serat. Dengan mengonsumsi makanan yang kaya air, maka perut Anda akan lebih cepat kenyang meskipun Anda baru saja mengonsumsi makanan rendah kalori.

3. Makanan kaya serat

Serat tidak hanya baik untuk melancarkan pencernaan, tapi juga membuat Anda lebih cepat kenyang. Asupan serat dapat Anda peroleh dari biji-bijian utuh, sayuran hijau, dan buah

Awali kebiasaan makan Anda dengan mengonsumsi salad yang kaya serat, supaya Anda kenyang lebih lama dan menghindari kalap makan. Dengan demikian, Anda akan lebih mampu mengendalikan asupan makanan setiap hari dan terhindar dari kekenyangan.

4. Makan makanan yang mengandung protein

Konsumsi makanan kaya protein namun rendah lemak akan sangat membantu Anda merasa kenyang lebih lama. Hal ini dikarenakan protein akan lebih lama bertahan di dalam perut. Makanan sumber protein bisa Anda dapatkan dari kacang-kacangan, protein kedelai, susu rendah lemak, daging tanpa lemak, ayam, dan ikan.

Baca Selengkapnya: Benarkah Vitamin Dapat Meningkatakn Nafsu Makan?

2 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Vermaak, Ilze & Hamman, Josias & Viljoen, Alvaro. (2011). Hoodia gordonii: An Up-to-Date Review of a Commercially Important Anti-Obesity Plant. Planta medica. 77. 1149-60. 10.1055/s-0030-1250643. ResearchGate. (https://www.researchgate.net/publication/49778310_Hoodia_gordonii_An_Up-to-Date_Review_of_a_Commercially_Important_Anti-Obesity_Plant)
How to Trick Yourself Into Feeling Full. Health.com. (https://www.health.com/weight-loss/49-ways-to-trick-yourself-into-feeling-full)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app