Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Doctor men
Ditinjau oleh
VINA SETIAWAN

Kenali Kudis Dari Penyebab, Gejala dan, Pengobatannya

Update terakhir: NOV 10, 2019 Tinjau pada NOV 10, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 1.526.914 orang

Berbicara mengenai topik kudis, siapa sih orang Indonesia yang ga kenal dengan nama penyakit kulit satu ini ? Ya, kudis merupakan salah satu dari penyakit kulit ringan yang paling sering dan paling umum dierita oleh hampir seluruh masyarakat Indonesia. 

Bila seseorang postif terkena penyakit kudis, maka ciri ciri yang utama yang akan diderita orang tersebut ialah rasa gatal yang sangat mengganggu pada bagian area kulit yang terkena kudis

Iklan dari HonestDocs
Beli Ketoconazole 200mg via HonestDocs

Ketoconazole Dexa merupakan obat yang digunakan untuk mengatasi infeksi sistemik yang tidak efektif diberikan dengan antijamur topikal atau nystatin/griseofulvin. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Ketoconazole dexa 200mg tab 1

Selain itu kudis juga merupakan penyakit menular sehingga penyakt ini sebenarnya tidak bisa dipandang remeh atau sebelah mata saja. Nah selain informasi tersebut yang kamu ketahui, apakah kamu mengetahui hal hal lain mengenai penyakit kudis ? 

Yuk simak artikel satu ini untuk menambah informasi dan pengetahuanmu mengenai penyakit kudis.

Apa itu Penyakit Kudis ?

Penyakit kudis atau yang memiliki istilah medis scabies merupakan suatu penyakit kulit yang bersifat menular dimana rasa gatal yang melanda disebabkan oleh kehadiran tungau bernama sarcoptes scabiei yang melakukan reproduksi diatas kulit lalu mengeluarkan telurnya di dalam kulit si penderita.  

Hal inilah yang menyebabkan rasa gatal yang luar biasa pada area kulit yang terjangkit kudis. Tungau yang berukuran sangat kecil memang tidak kasat mata dan akan berdiam di dalam kulit si penderita sekitar 2 bulanan. 

Penyakit kudis yang bersifat menular ini juga dapat menular dengan sangat cepat melalui kontak atau sentuhan fisik,  baik dalam lingkungan sekolahan, lingkungan pekerjaan dan sebagainya.

Penyakit kudis juga merupakan penyakit yang umum dan sering terjadi dimana penyakit kudis sudah terjadi dan mengjangkiti sekitar 300 juta orang di seluruh dunia. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Ketoconazole 200mg via HonestDocs

Ketoconazole Dexa merupakan obat yang digunakan untuk mengatasi infeksi sistemik yang tidak efektif diberikan dengan antijamur topikal atau nystatin/griseofulvin. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Ketoconazole dexa 200mg tab 1

Penyakit kudis juga tidak memandang bulu dan dapat mengenai seluruh individu manusia tanpa memandang usia, jenis kelamin maupun tingkat sosial kehidupan seseorang.

Apakah Penyebab Penyakit Kudis?

Penyebab

Seperti yang sudah dijelaskan diatas bahwa tungau lah penyebab penyakit kudis pada diri si penderita. 

Tungau berkaki delapan dan berukuran sangat kecil akan menggali area di bawah kulit si penderita dan membuat saluran untuk mereka bertelur, setelah bertelur maka larva tungau akan masuk ke dalam permukaan kulit dan bertumbuh serta menyebar ke area kulit lainnya. 

Disini larva juga bisa menyebar di area kulit orang lain bila terjadi sentuhan fisik pada pasien penderita kudis. Untuk itu kamu yang menderita kudis, sebaiknya tidak berbagi handuk, sprei maupun pakaian dengan orang lain karena dikhawatirkan dapat mempermudah penyebaran penyakit kudis. 

Gejala

Pada para pasien penderita kudis, biasanya terdapat beberapa gejala umum yang sering terjadi pada para penderita kudis seperti:

  • Rasa gatal yang luar biasa disertai timbulnya ruam atau bintik yang akan semakin parah rasa gatalnya di malam hari
  • Munculnya bekas seperti galian tipis yang tidak teratur
  • Bagian kulit terlihat lebih melepuh dan seperti ada benjolan kecil yang berubah warna
  • Timbulnya kerak yang menebal dan berwarna abu abu, kerak juga akan mudah mengelupas ketika disentuh
  • Di beberapa kasus kudis, di bagian kulit si penderita akan muncul kudis yang mengeras dan berkerak tebal yang mengandung ribuan tungau dan telur tungau yang disebut scabis norwegia

Adapun beberapa bagian tubuh atau area tubuh yang biasa diserang oleh tungau dan menimbulkan penyakit kudis pada kulit para penderita berusia dewasa dan remaja yaitu bagian ketiak, pantat, lutut, sekitar pinggang, di area dalam pergelangan tangan, di area antara jari tangan dan jari kaki, di bagan atas siku dalam, telapak kaki, area sekitar payudara, area sekitar kelamin pria, di atas tulang belikat. 

Iklan dari HonestDocs
Promo 11-11 Booking Klinik via HonestDocs!

Diskon 70%* untuk booking klinik via HonestDocs mulai dari medical check-up, kesehatan gigi, perawatan kecantikan, hingga fisioterapi. Cek di sini sekarang!

Internal ads

Sedangkan untuk para penderita berusia bayi dan anak anak, maka penyakit kudis akan banyak menyerang area tubuh bagian wajah, leher, telapak tangan, telapak kaki, dan  kulit kepala.

Bagaimana Pengobatan Penyakit Kudis?

Diagnosa

Dalam penegakan diagnosis, dokter akan menanyakan riwayat gejala serta melakukan pemeriksaan fisik. Selain pemeriksaan fisik, beberapa tes penunjang yang digunakan untuk memastikan kondisi, meliputi: 

  • Uji tinta. Pemeriksaan ini dilakukan dengan mengoleskan tinta khusus pada area kulit yang bermasalah. Setelah tinta dioleskan, kulit akan dibasuh dengan kapas yang telah diberikan alkohol. Jika terdapat sarang tungau, tinta akan tertinggal di kulit dan membentuk garis-garis kecil.
  • Pemeriksaan mikroskopis. Tes ini bertujuan untuk mendeteksi tungau di tubuh. 

Pengobatan

Dalam mengobati penyakit kudis yang masih ringan, kamu bisa membeli dan mencoba memakai beberapa salep dan obat obatan yang banyak dijual umum di pasaran seperti obat scabimite dan nosip salep

Bila penyakit kudis tak kunjung sembuh, sebaiknya kamu segera ke dokter kulit terdekat dan minta dokter meresepkan obat kudis terbaik yang cocok dengan kondisimu, seperti obat permethrin untuk membunuh tungau serta telur-telurnya. Gejala biasanya akan mulai berkurang setelah satu minggu pengobatan, dan sembuh sepenuhnya setelah 4 minggu pengobatan.

Ingat untuk selalu menjaga kebersihanmu dengan rutin mandi setiap pagi dan malam hari dan tidak berbagi handuk, sprei maupun pakaian dengan mereka yang memiliki penyakit kulit.


Referensi

AAD (2018). Scabies.

Banerji, A. (2015). Scabies. Paediatrics Chid Health, 20(7), pp. 395-398.

CDC (2018). Parasites. Scabies.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit
Pencarian yang sering mengarah ke halaman ini
obat kudis kudis ciri ciri kudis scabies obat scabies