Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Doctor men
Ditinjau oleh
DR VINA SETIAWAN

Kenali Kista Epidermoid Dari Penyebab, Gejala dan, Pengobatannya

Update terakhir: SEP 22, 2019 Tinjau pada SEP 22, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 1.129.441 orang

Pernahkah Anda memperhatikan daerah disekitar kulit Anda? Atau pernahkah Anda mendapati benjolan pada kulit khususnya pada daerah leher, wajah, bahkan pada daerah kelamin Anda? jika hal ini terjadi pada Anda atau orang sekitar Anda, maka waspadalah jika benjolan tersebut adalah kista epidermal atau kista epidermoid.   

Kulit merupakan organ tubuh yang berupa lapisan atau jaringan paling luar yang membungkus dan melindungi tubuh serta bersifat elastis. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat GRATIS Ongkir via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir minimal belanja Rp50.000.

Iklan obat

Uniknya, kulit adalah organ terbesar yang dimiliki manusia. Pada artikel ini kami akan membahas tentang masalah atau gangguan pada kulit yang disebabkan oleh kista khususnya kista epidermal atau kista epidemoid.  Yuk, simak pembahsan tentang kista epidermoid dibawah ini.

Apa sih kista epidermoid itu?

Kista epidermoid adalah bentuk kista yang paling sering terjadi. Kista ini merupakan benjolan non-kanker di bawah kulit yang dapat muncul pada bagian kulit manapun. 

Kista ini umumnya muncul pada bagian wajah, leher, kepala, badan, atau alat vital. Sebagian besar kista epidermoid jarang menimbulkan masalah kesehatan. Namun pada beberapa kasus, kista ini dapat mengganggu penampilan, terasa nyeri, atau bahkan menimbulkan infeksi.

Kista epidermoid ini jarang dijumpai pada anak-anak, tetapi sering terjadi pada orang dewasa muda dan usia pertengahan. Penyakit ini dapat mengenai pria dan wanita dengan frekuensi yang sama.

Apa sih penyebab terjadinya kista epidermoid ini?

Kulit memilki beberapa lapisan khususnya pada permukaan kulit Anda atau lapisan epidermis yang terdiri dari sel-sel lapisan pelindung tipis yang terus menerus tumbuh. 

Kebanyakan kista epidermoid terbentuk ketika sel-sel ini bergerak lebih jauh ke dalam kulit dan berkembang berkali lipat lebih banyak daripada sel yang mengelupas. 

Sel-sel ini lah yang membentuk dinding kista dan kemudian mengeluarkan protein keratin (cairan kental berwarna kuning yang kadang mengalir keluar dari kista) ke bagian dalam kulit.

Kista epidermoid ini biasanya merupakan akibat inflamasi atau peradangan di sekitar folikel rambuat atau kelenjar minyak di kulit. Kista ini juga dapat berkembang sebagai respons dari trauma pada kulit, infeksi, jerawat atau paparan sinar matahari berlebihan

Kista epidermoid lebih berisiko diidap oleh orang-orang yang berjerawat, orang yang sudah melewati masa puber, serta pengidap kelainan genetis.

Apa saja sih gejala-gejala dari kista epidermoid?

Kista epidermoid ini sering ditemukan pada daerah yang banyak terdapat kelenjar minyak, seperti pada wajah, leher, punggung, kulit kepala. Benjolan kista ini biasanya berbentuk kubah dengan diameter bervariasi, permukaannya licin, konsistensinya keras, komedo kecil di tengah kista, adanya cairan kental bau dan berwarna kuning mengalir dari kista, benjolan mudah digerakkan dari dasarnya tetapi biasanya melekat pada kulit diatasnya. 

Pada kista epidermoid biasanya kulit di atasnya tampak normal, bewarna pucat atau kekuningan, dan pertumbuhannya lambat. Biasanya isi di dalam kista epidermoid ini berupa masa seperti keju dan berbau.

Apa saja sih faktor resiko terjadinya kista epidermoid?

Hampir setiap orang dapat mengembangkan terjadinya kista epidermoid, tetapi terdapat beberapa faktor yang membuat seseorang lebih rentan terkena kista epidermoid seperti, seseorang yang baru saja mengalami pubertas, memiliki riwayat jerawat, memiliki kelainan genetik tertentu yang tergolong langka dan kulit yang sering terluka.

Diagnosis Kista Epidermoid

Untuk mendiagnosis kista epidermoid, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik terlebih dahulu serta mempelajari kesehatan medis penderita. Jika belum mencukupi, dokter dapat meminta sampel kulit untuk diteliti lebih lanjut di laboratorium atau dengan menjalani pemeriksaan ultrasound.

Bagaimana cara mengobati atau mengatasi kista epidermoid?

Pada umumnya kista epidermoid tidak memerlukan pengobatan khusus. Bila kista epidermoid ini menimbulkan gangguan, maka dapat dilakukan penyayatan atau pengeluaran isi dari dalam dinding kista

Bila saat pengeluaran isi kista ini terdapat bagian dinding kista yang tertinggal, maka bisa menyebabkan kekambuhan atau munculnya kista baru lagi. Selain dengan penyayatan pada kista, ada beberapa hal yang juga dapat dilakukan untuk penanganan kista seperti, penggunaan laser, injeksi obat dan bedah kecil.

Kista epidermoid sering dikatakan tidak berbahaya karena tidak sampai berkembang menjadi kanker namun demikian, penyakit ini tetap tidak bisa dianggap remeh karena dapat berakibat fatal pada kesehatan tubuh. 

Sifatnya yang jinak membuat penderita kurang tanggap melakukan pengobatan padahal, semakin cepat penyakit kista diobati akan semakin baik hasilnya. 

Segera temui dokter jika munculnya kista epidermoid ini mengganggu penampilan, membesar dengan cepat, muncul di bagian tubuh yang selalu mengalami iritasi, pecah, terasa nyeri, atau menimbulkan infeksi. Semoga bermanfaat.


Referensi

de Mendonça, JC. et al. (2017). Epidermoid Cyst: Clinical and Surgical Case Report. Annals of Maxillofacial Surgery (italic). 7(1). pp. 151–154.

Epidermal Inclusion Cyst

Gabbey, A. Healthline (2016). Epidermoid Cysts.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit