Polihidramnion: Penyebab, Gejala dan, Pengobatan

Update terakhir: May 22, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 994.066 orang

Polihidramnion adalah keadaan di mana ibu hamil memiliki air ketuban yang berlebihan atau lebih banyak dari normal selama masa kehamilan. Kejadian polihidramnion tanpa penyebab yang jelas atau idiopatik biasanya jarang terjadi, hanya 1–2 % dari kehamilan. Walaupun biasanya tidak memerlukan penanganan yang serius, namun keadaan ini harus membutuhkan pemantauan secara berkala agar tidak terjadi komplikasi yang tidak diinginkan.

Pada umumnya, polihidramnion terjadi pada trimester ketiga, akan tetapi dapat juga terjadi pada trimester satu atau kedua. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

PROMO! Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01

Penyebab Polihidramnion

Penyebab dari Polihidramnion sendiri sampai saat ini belum dapat diketahui dengan pasti. Namun ada beberapa kemungkinan penyebab dari polihidramnion, antara lain:

  • Kecacatangt;janin yang mempengaruhi sistem pencernaan atau sistem saraf pusat. Kecacatan seperti hidrops fetalis dan anemia fetalis bisa menyebabkan polihidramnion
  • Ibu hamil diabetes. Kecenderungan ibu dengan penyakit diabetes yang sedang mengandung memiliki keadaan polihidramnion lebih besar dibanding ibu hamil yang tidak memiliki diabetes
  • Sindrom transfusi bayi kembar juga memiliki kemungkinan lebih besar mengalami polihidramnion, dimana salah satu janin menerima terlalu banyak darah dari plasenta yang menyebabkan cairan yang dikeluarkan janin tersebut melalui kencing lebih banyak dan membuat cairan ketuban lebih banyak
  • Anemia fetalis. Keadaan anemia pada janin juga memberikan kemungkinan terjadinya hal ini
  • Inkompatibilitas darah antara ibu dan janin
  • Adanya penumpukan cairan pada salah satu bagian tubuh pada janin bayi 
  • Gangguan pada plasenta 
  • Abnormalitas pada kromosom, seperti Down's syndrome dan sindrom Edward dapat menyebabkan polihidramnion 
  • Infeksi dalam kehamilan. Infeksi seperti rubella atau toksoplasma akan bisa menyebabkan polihidramnion

Tanda dan gejala Polihidramnion 

Pada keadaan normal, air ketuban maksimal berkembang sampai dengan 1 liter, namun dalam keadaan polihidramnion, air ketuban bisa mencapai 2-3 liter sehingga akan menimbulkan keluhan keluhan bagi si ibu yang sedang mengandung, antara lain:

  • Kesulitan bernafas, dimana ibu hamil akan mengalami nafas terengah-engah atau nafas pendek
  • Pembesaran dinding perut karena terjadi penumpukan cairan ketuban yang berlebihan
  • Tidak nyaman pada daerah rahim. Ketidak nyamanan juga terjadi pada saat mengalami kontraksi dalam kehamilan
  • Pergerakan janin yang hebat. Dikarenakan ruang gerak  yang lebih besar tercipta dari banyaknya air ketuban, posisi janin bisa sewaktu waktu berubah menjadi sungsang ataupun letak lintang
  • Gangguan pencernaan
  • Stretch mark pada kulit
  • Pelebaran pembuluh darah vena pada kaki 

Pemeriksaan Polihidramnion 

Polihidramnion merupakan penyakit yang harus diperiksakan secara langsung ke dokter guna memastikan diagnosanya. Adapun beberapa pemeriksaan yang dapat dilakukan seorang dokter bila Anda terkena Polihidramnion ini adalah

  • Pemeriksaan fisik. Pemeriksaan fisik yang biasa dilakukan adalah pemeriksaan fisik ANC atau (ante natal care) yang terdiri dari pemeriksaan TFU (Tinggi Fundus Uteri), punggung bayi, presentase bayi, dan apakah bayi sudah masuk panggul atau belum
  • Lab darah. Hal ini biasa akan dilakukan bila didapatkan kecenderungan polihidramnion terjadi akibat penyakit infeksi atau diabetes
  • USG kehamilan akan dilakukan untuk memastikan keadaan polihidramnion
  • Amniocentesis akan dilakukan untuk mendeteksi adanya kelainan kromosom 
  • Pemeriksaan penunjang lain yang sesuai

Pencegahan Polihidramnion 

Dikarenakan penyebab Polihidramnion yang belum diketahui secara pasti, sampai saat ini pencegahan spesifik masih belum diketahui. Namun, hal-hal yang dapat dilakukan adalah:

  • Menerapkan pola hidup sehat. Mengonsumsi banyak buah dan sayur serta makanan bergizi untuk menjaga daya tahan tubuh agar tidak mudah terserang infeksi
  • Minum air putih minimal 8 gelas atau setara dengan 2 liter per harinya
  • Rutin berolahraga seperti melakukan senam hamil dan yoga untuk melancarkan pembuluh darah
  • Rutin memeriksakan diri ke dokter kandungan untuk memeriksakan kesehatan Anda dan janin Anda secara menyeluruh

Pengobatan Polihidramnion 

Pada umumnya, polihidramnion tidak memerlukan suatu penanganan apapun, namun memerlukan pemeriksaan secara berkala agar tidak terjadi banyak komplikasi

Namun ada beberapa pengobatan yang akan dilakukan jika ada kecenderungan untuk melahirkan prematur ataupun keluhan yang dialam sangat berat, seperti:

  • Amniocentesis. Adalah penyedotan sebagian dari cairan ketuban yang dilakukan oleh seorang tenaga medis yang ahli langsung dari uterus. Walaupun prosedur ini memiliki komplikasi yang cukup sedikit, namun tetap harus dilakukan secara berhati-hati dan sesuai indikasi
  • Obat-obatan. Obat-obatan akan diberikan oleh dokter bila mengalami keluhan yang berat, pilihan obat yang biasa dipilih adalah indometasin untuk mengurangi produksi cairan ketuban sehingga tidak bertambah banyak. Pemakaian Indometasin sendiri perlu pemonitoran yang sangat ketat karena bisa mempengaruhi jantung janin, sehingga lebih baik dipikirkan lebih jauh dalam memakai obat ini
  • Prosedur ablasi laser. Pilihan pengobatan ini dilakukan jika memiliki sindrom transfusi bayi kembar.

Ketiga pilihan pengobatan tersebut digunakan guna menghindari beberapa kemungkinan komplikasi yang dapat terjadi pada polihidramnion seperti kelahiran prematur, pecah ketuban dini, plasenta yang lepas sebelum melahirkan, prolaps tali pusat, perdarahan paska melahirkan yang berlebihan.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit