Kenapa Perut Terasa Mual Setelah Minum Pil KB?

Dipublish tanggal: Jun 12, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 2 menit
Kenapa Perut Terasa Mual Setelah Minum Pil KB?

Kini kontrasepsi tersedia dalam berbagai metode, mulai dari KB alami sampai IUD, Kondom, kontrasepsi oral, cincin vagina dan koyo hormon. Setiap metode memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, baik dalam hal kenyamanan, potensi efek samping, dan efektivitas pencegahan kehamilan. 

Bagaimana dengan pil KB?

Pil KB ini mengandung vaersi sintesis dua hormone yang diproduksi secara alami dalam tubuh wanita: estrogen dan progestin. Kedua hormone ini mengatur siklus menstruasi wanita dan tingkat naik-turun hormone ini memainkan peran penting dalam kehamilan. Pil kontrasepsi ini tersedia dalam dua jenis, pil kombinasi yang mengandung progestin dan estrogen dan pil mini yang hanya mengandung progestin.

Iklan dari HonestDocs
Beli Blackmores via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 47

Hormon yang terkandung di dalam pil ini bekerja dengan tiga cara dalam mencegah kehamilan terjadi :

  1. Mencegah indung telur anda untuk melepas sel telur agar tidak terjadi proses pembuahan
  2. Mengubah kekebalan lendir leher rahim guna untuk menyulitkan sperma bergerak masuk ke dalam rahim untuk mencari telur
  3. Mengubah lapisan dinding rahim sehingga tidak mungkin untuk sel telur yang dibuahi tertanam di dalam rahim

Beberapa wanita rutin meminum pil KB untuk mencegah kehamilan. Pil KB 99% efektif untuk mencegah kehamilan. Namun sebagian besar para wanita ini sering mengeluh mual setelah minum pil KB. Kenapa bisa seperti itu ?

Apa penyebab mual setelah minum pil KB?

Mual setelah minum pil KB merupakan salah satu efek samping yang paling sering terjadi. Hal ini dikarenakan pil KB mengandung hormon estrogen dan progesterone. 

Dua hormone ini bertugas untuk mencegah terjadinya ovulasi dan pembuahan. Namun disaat bersamaan, peningkatan hormone estrogen dalam tubuh sebagai efek dari pil KB dapat melukai lapisan lambung sehingga memicu mual.

Tenang saja keluhan mual setelah minum pil KB ini tidak akan berlangsung lama. Kondisi ini umum terjadi pada 2 sampai 3 bulan pertama minum pil KB selama tubuh masih penyesuaian dengan tambahan hormone tersebut. Setelah sukses beradaptasi dan hormon tubuh sudah kembali seimbang.

Bagaimana cara mengatasi mual setelah minum pil KB?

Mengalami mual setelah minum pil KB tidak selalu berarti anda pergi ke dokter. Pasalnya hal ini wajar dan normal dialami sebagai efek samping pil KB jangka pendek. Sebelum anda pergi ke dokter maka silahkan coba atasi mual ini dengan cara berikut ini:

Iklan dari HonestDocs
Beli Postinor 750mcg via HonestDocs

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Postinor 750mcg tab 1

Hindari perut kosong

Jangan sesekali minum pil KB dalam keadaan perut kosong. Hal ini mengakibatkan asam lambung yang naik dapat berinteraksi dengan hormone estrogen dari pil KB dan memperparah rasa mual. Usahakan untuk makan lebih dulu untuk mencegah mual setelah minum pil KB.

Minum teh jahe

Minum teh jahe atau menghisap permen jahe ini dapat membantu meringankan mual setelah minum pil KB. Bagi anda yang tidak kuat dengan pedasnya jahe maka anda dapat mengkonsumsi suap hangat untuk meredakan mual.

Konsultasi ke dokter

Bila rasa mual setelah minum pil KB tak kunjung hilang atau bahkan makin parah selama tiga bulan lebih maka sudah saatnya anda bisa periksa ke dokter. Dokter akan menyarankan anda pilih pil KB merk lain dengan dosis yang lebih rendah untuk membantu meringankan efek sampingnya.

Jangan buru-buru dan cemas dulu bahwa anda akan rentan hamil. Dosis rendah pada pil KB tetap dapat melindungi anda dari resiko kehamilan dengan catatan pil KB diminum sesuai aturan. Yang penting jangan sesekali berhenti minum pil KB karena alasan anda tidak tahan dengan rasa mualnya.

29 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Hatcher RA, et al. Combined oral contraceptives (COCs). In: Contraceptive Technology. 20th edition. New York, N.Y.: Ardent Media Ltd.; 2011.
Martin KA. Risks and side effects associated with estrogen-progestin contraceptives. https://www.uptodate.com/contents/search.
Stewart M, et al. Choosing a combined oral contraceptive pill. Australian Prescriber. 2015;38:6.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app