Serangan Nafas Berhenti Pada Anak: Penyebab, Gejala, dan Obat

Dipublish tanggal: Jul 9, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 2 menit
Serangan Nafas Berhenti Pada Anak: Penyebab, Gejala, dan Obat

Gejala Serangan Nafas Berhenti

  • Peristiwa menjengkelkan terjadi tepat sebelum gejala muncul. Pemicu yang umum adalah marah pada orang tua yang menetapkan batas (temper tantrum). Yang lainnya disebabkan rasa takut. Beberapa dipicu oleh cedera tiba-tiba, seperti jatuh.
  • Anak kemudian mengeluarkan 1 atau 2 tangisan panjang
  • Kemudian menahan napas sampai bibir dan wajah menjadi kebiru-biruan\Lalu pingsan dan jatuh ke lantai
  • Biasanya dapat menjadi kaku. Bisa juga mengalami beberapa sentakan otot.
  • Nafas normal dimulai lagi dalam waktu kurang dari 1 menit. Sadar sepenuhnya dalam waktu kurang dari 2 menit.
  • Hanya terjadi ketika anak terjaga, tidak pernah ketika tidur

Sebab Serangan Nafas Berhenti

  • Respons refleks terhadap perasaan yang kuat. Refleks ini memungkinkan beberapa anak berhenti bernafas cukup lama untuk pingsan. Kondisi ini tidak terjadi dengan sengaja.
  • Ini dapat terjadi pada 5% anak sehat. Serangan henti nafas bisa diwariskan dalam keluarga.
  • Mulai dari usia 6 bulan hingga 2 tahun. Akan hilang pada usia 6.
  • Banyak anak kecil menahan napas ketika marah, membiru, tetapi tidak pingsan. Ini biasa dan normal.
  • Sering terjadi pada anak-anak yang menderita anemia (hitung darah merah rendah). Ini bisa terjadi jika anak tidak cukup makan makanan dengan zat besi. Jika anak pemilih makanan, dokter Anda mungkin akan melakukan tes darah.

Kapan Harus Menghubungi Bantuan Medis untuk Serangan henti Nafas

  • Pernapasan berhenti selama lebih dari 1 menit dan belum kembali normal
  • Anda merasa anak mengalami keadaan darurat yang mengancam jiwa

Segera Hubungi Dokter atau Bantuan Medis

  • Pingsan lebih dari 2 menit dan pernapasan telah kembali normal
  • Mengalami serangan henti nafas untuk pertama kali
  • Anak tampak sakit
  • Anda merasa anak perlu diperiksa, dan masalahnya mendesak

Saran Perawatan Untuk Serangan Henti Nafas

1. Yang Harus Anda Ketahui Tentang Serangan Henti Nafas:

  • Meskipun serangan henti nafas menakutkan bagi orang tua, namun itu tidak berbahaya.
  • Nafas akan normal dengan sendirinya.
  • Tidak menyebabkan kejang (epilepsi).

Berikut adalah beberapa saran perawatan yang dapat membantu.

2. Berbaring:

  • Selama gejala berlangsung, mintalah anak berbaring.
  • Ini akan meningkatkan aliran darah ke otak.
  • Bersihkan makanan dari mulutnya.
  • Jangan pegang anak dengan posisi tegak. Ini dapat mengurangi aliran darah ke otak. Selain itu dapat menyebabkan beberapa sentakan otot tubuh.

3. Kain Lap Dingin ke Dahi:

Letakkan waslap dingin dan basah di dahi anak. Gunakan waslap dingin sampai dia mulai bernafas lagi. Itu merupakan satu-satunya perawatan yang dibutuhkan anak.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Saraf & Otak via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 5

4. Durasi Waktu Saat Tidak Bernafas:

  • Serangan ini sepertinya selalu bertahan lebih lama dari yang sebenarnya.
  • Ukur durasi waktu beberapa serangan. Gunakan jam tangan dengan tangan lainnya.
  • Biasanya nafas kembali dalam 60 detik.
  • Sulit menebak lama serangan dan merawatnya dengan benar.

5. Tetap tenang:

  • Jangan mulai bernapas dari mulut ke mulut. Jangan menelepon 911.
  • Jangan memasukkan apapun ke mulut anak. Ini bisa menyebabkan tersedak atau muntah.
  • Jangan pernah goyang bayi. Itu bisa menyebabkan pendarahan di otak.

6. Jangan Menyerah Setelah Terjadi Gejala Serangan:

Beberapa serangan tahan nafas dimulai dengan amarah, seperti ketika anak menginginkan sesuatu dan Anda melarangnya. Jangan menyerah padanya sebelum atau sesudah serangan.

7. Apa yang Perlu Diperhatikan Sebelumnya:

  • Serangan terjadi dari 1 atau 2 kali sehari hingga 1 atau 2 kali sebulan.
  • Anak-anak akan berhenti mengalami ini pada usia 6.

8. Hubungi Dokter Anda Jika:

  • Gejala serangan menjadi lebih sering
  • Gejala serangan berubah
  • Anda merasa anak perlu diperiksa
  • Kondisi anak memburuk


5 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Breath-Holding Spells (for Parents). Nemours KidsHealth. (https://kidshealth.org/en/parents/spells.html)
Children with Breathing Difficulties - Causes, Symptoms and Help. Patient. (https://patient.info/childrens-health/children-with-breathing-difficulties)
Breath-holding spells in infants. National Center for Biotechnology Information. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4325862/)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app