Intussusception Pada Anak: Penyebab, Gejala, dan Obat

Kenali Intussusception lebih lanjut. Baca informasi penyebab, gejala, pengobatan, hingga diskusi dari pengguna HonestDocs. Klik di sini!
Dipublish tanggal: Jul 30, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 2 menit
Intussusception Pada Anak: Penyebab, Gejala, dan Obat

Intususepsi terjadi ketika 1 bagian usus meluncur ke bagian di sebelahnya, seperti teleskop. Ini dapat menghambat pergerakan makanan atau cairan melalui usus. 

Ketika ini terjadi, aliran darah ke daerah yang terkena juga dapat terputus. Dapat menyebabkan infeksi, lubang atau bahkan kematian sebagian usus.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Anestesi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 22

Intususepsi adalah keadaan darurat yang perlu segera diobati. Segera hubungi dokter atau bawa anakke Departemen Darurat rumah sakit jika mereka mengalami sakit perut parah atau mengeluarkan tinja berdarah.

Apa yang menyebabkan intususepsi?

Setiap anak bisa terkena intususepsi, tetapi kebanyakan terjadi pada anak-anak berusia 6 bulan hingga 2 tahun. Secara umum dokter tidak tahu mengapa penyakit ini bisa terjadi. 

Terkadang penyebabnya berupa masalah struktural, seperti kantong keluar dari usus kecil, polip atau tumor.

Gejala intususepsi

Intususepsi hampir selalu menyebabkan rasa sakit di perut. anakmungkin menangis dan menarik lutut ke dada. Dalam banyak kasus, rasa sakit timbul:

  • Sangat intens
  • Muncul mendadak 
  • Muncul setiap 15 menit
  • Cenderung memburuk setiap kali kambuh

anak juga dapat:

  • Mengeluarkan kotoran (feses) bercampur darah dan lendir. Kotoran akan terlihat seperti jeli kismis.
  • Muntah.
  • Memiliki benjolan bengkak di perut mereka.
  • Lelah atau lamban. 
  • Demam.

Mendiagnosis intususepsi

rumah sakit akan:

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Anestesi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 22
  • Menanyakan tentang gejala dan riwayat kesehatan anak Anda.
  • Memeriksa benjolan di perut anak Anda.
  • Memeriksa tanda-tanda dehidrasi dan syok.

Seringkali, dokter akan melakukan studi pencitraan perut anakuntuk mencari masalah di usus mereka. Ahli radiologi akan memutuskan tes mana yang terbaik untuk anak Anda. Ini mungkin termasuk:

  • Ultrasonografi
  • Sinar-X

Mengobati Intususepsi

Pertama, dokter akan memastikan anak stabil. Mereka akan:

  • Memberikan cairan melalui jalur intravena (IV).
  • Menempatkan tabung melalui hidung mereka ke perut (tabung nasogastrik atau tabung NG) untuk melepaskan udara yang terperangkap di usus.

Jika tes menunjukkan anakmenderita intususepsi, rumah sakit akan memberikan mereka enema udara atau kontras. Beberapa anak juga memerlukan operasi.

Dokter akan menempatkan tabung karet lunak di rektum anakdan mengirim udara atau cairan kontras ke usus mereka. Sinar-X akan membantu menunjukkan tempat usus tersumbat.

Tekanan dari udara atau kontras enema mendorong usus kembali ke tempatnya. Ini menghindari perlunya operasi. Pada 8% hingga 20% anak-anak, intususepsi akan kambuh dalam 2 hari ke depan. 

Anak-anak yang mengalami hal tersebut perlu dirawat lagi.

Sebelum anakpulang, rumah sakit akan mengawasi mereka selama 4 jam untuk memastikan mereka bisa minum cairan tanpa rasa sakit.

Pembedahan untuk intususepsi

anak akan membutuhkan pembedahan jika:

  • Dokter khawatir bahwa lapisan perut anak terinfeksi (peritonitis).
  • Enema tidak mendorong usus kembali ke tempatnya.
  • anakmemiliki masalah struktural dengan ususnya.

Kontras enema yang menggunakan udara atau cairan sangat berguna bahkan jika mereka tidak membuka intususepsi anak Anda. Dokter menggunakan sinar-X untuk merencanakan operasi.

14 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Stone C, et al., eds. Shock. In: Current Diagnosis & Treatment Emergency Medicine. 7th ed. New York, NY: McGraw-Hill; 2011. http://accessmedicine.mhmedical.com/content.aspx?bookid=385&Sectionid=40357225.
McKean SC, et al. Peritonitis and intra-abdominal abscess. In: Principles and Practice of Hospital Medicine. New York, N.Y: The McGraw-Hill Companies; 2012. http://www.accessmedicine.com.
Lindor RA, et al. Adult intussusception: Presentation, management, and outcomes of 148 patients. The Journal of Emergency Medicine. 2012;43:1.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app