Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Doctor men
Ditinjau oleh
DR SCIENTIA INU KIRANA ENWA SIWI

Kelenjar Getah Bening - Penyebab, Gejala dan, Pengobatan

Update terakhir: SEP 16, 2019 Tinjau pada SEP 16, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 967.839 orang

Tahukah kamu bahwa kelenjar getah bening merupakan salah satu dari organ vital tubuh manusia yang erat kaitannya dengan sistem imunitas tubuh seseorang dan membantu seseorang terhindar dari berbagai infeksi yang disebabkan oleh virus dan bakteri? 

Jumlah kelenjar getah bening juga terdapat banyak di tubuh manusia, kurang lebih ada 600 kelenjar getah bening yang terdapat dalam tubuh manusia. Berikut akan kita bahas lebih dalam lagi mengenai kelenjar getah bening dan segala serba serbinya. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat GRATIS Ongkir via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir minimal belanja Rp50.000.

Iklan obat

Apa itu Kelenjar Getah Bening ?

Getah Bening sebenarnya merupakan kelenjar yang berfungsi sebagai salah satu dari bagian imunitas atau kekebalan tubuh manusia yang dapat membantu tubuh melawan infeksi yang diakibatkan oleh virus, bakteri dan berbagai macam hal lainnya. 

Biasanya ketika terjadi infeksi, kelenjar getah bening akan membengkak untuk memberikan tanda. Setelah infeksi mereda, kelenjar getah bening akan mengempis dengan sendirinya. 

Kelenjar ini sendiri bentuknya kecil seperti kacang dan merupakan tempat penyaringan antigen atau protein asing dari pembuluh –pembuluh getah bening yang melewatinya. Di dalam kelenjar getah bening ini terdapat sel-sel darah putih yang jumlahnya sangat banyak. Kelenjar ini dapat ditemukan di beberapa bagian tubuh seperti kepala leher, diatas tulang klavikula, ketiak dan di selangkangan.

Di dalam tubuh setiap manusia, biasanya akan terdapat kurang lebih 600 kelenjar getah bening yang umumnya berada di bagian bawah rahang, ketiak, leher,gt;panggul dan pangkal paha. 

Dalam kondisi normal, kelenjar getah bening akan berukuran diameter sekitar 0.5 sampai 1cm dan akan dianggap bengkak bila diabemeter mencapai ukuran lebih dari 1cm.  

Selain karena infeksi virus dan bakteri, pembengkakan kelenjar getah bening juga bisa terjadi karena penyakit kanker atau penyakit lainnya yang menyerang sistem autoimun tubuh manusia.

Penyebab Pembengkakan Kelenjar Getah Bening

Pembengkakan kelenjar getah bening paling banyak terjadi didaerah kepala leher sekitar 55%. Selain itu dapat ditemukan pada selangkangan (14%),ketiak (5%) dan diatas tulang klavikula (1%). Lokasi pembengkakan akan menjadi indikator seorang dokter dalam melakukan diagnosa penyebab pembengkakan tersebut.

Penyebab membengkaknya kelenjar getah bening seseorang ada yang tergolong karena infeksi ringan atau memang karena penyakit serius. Membengkaknya kelenjar getah bening yang ringan biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus yang menyerang tubuh manusia seperti demam, pilek, infeksi tenggorokan, radang amandel, infeksi gigi, penyakit gondok, infeksi telinga, dan infeksi kulit (selulitis). 

Kelenjar getah bening yang bengkak akibat infeksi-infeksi tersebut biasanya disertai rasa sakit. Selain itu, terkadang penderita juga mengalami demam, batuk, dan nyeri tenggorokan. 

Namun pembengkakan ringan ini biasanya akan sembuh dengan mengkonsumsi obat-obatan penyebab membengkaknya kelenjar getah bening

Contohnya kelenjar getah bening kamu membengkak karena sedang radang tenggorokan, maka setelah meminum obat penyembuh radang tenggorokan makan pembengkakan yang semula besar akan menjadi kecil dan akan kembali normal setelah radang tenggorokanmu benar-benar sembuh.

Namun bila membengkaknya kelenjar getah bening kamu dikarenakan oleh penyakit serius seperti :

  • Campak (infeksi virus yang ditandai dengan gejala bintik-bintik merah pada kulit)
  • Sarcoidosis (penyakit dengan gejala munculnya gumpalan jaringan yang membengkak dan merah atau granuloma di dalam organ tubuh)
  • Tuberkulosis (infeksi bakteri yang ditandai dengan gejala batuk-batuk yang menetap)
  • Rubella (infeksi virus dengan gejala ruam kulit yang terdiri dari bintik-bintik kecil berwarna kemerahan)
  • Sifilis (infeksi bakteri yang ditularkan lewat hubungan seksual)
  • Rheumatoid arthritis (penyakit autoimun yang menyerang jaringan pelapis sendi)
  • Penyakit lupus (penyakit autoimun yang menyerang sel darah, sendi, kulit, dan organ tubuh)
  • Cytomegalovirus (infeksi virus yang umumnya ditularkan melalui air liur atau urine)
  • HIV (infeksi virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh)
  • Kanker. Jenis kanker yang bisa menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening adalah leukemia limfositik kronis dan limfoma non-Hodgkin. Kedua jenis kanker ini menyerang sel darah putih. Pembengkakan kelenjar getah bening juga bisa terjadi akibat jenis kanker lainnya yang tumbuh di organ tubuh mana pun, tapi kemudian menyebar ke kelenjar getah bening tersebut.

Pengobatan Pembengkakan Kelenjar Getah Bening

Sebenarnya bila pembengkakan kelenjar getah bening dikarenakan oleh infeksi yang tergolong ringan seperti karena flu atau batuk, maka kamu tidak usah khawatir karena akan sembuh dengan sendirinya. 

Kamu juga bisa mengkonsumsi obat-obatan penyembuh penyebab membengkaknya kelenjar getah beningmu atau obat pereda rasa nyeri yang banyak dijual di toko obat atau apotek terdekatmu. 

Selain itu, kamu dapat melakukan kompres hangat pada pembengkakan kelenjar dengan menggunakan washlap atau handuk akan mengurangi pembengkakan.

Namun bila penyebab membengkaknya kelenjar getah bening mu ialah karena penyakit-penyakit serius yang menyerang autoimun seperti dijelaskan diatas, maka kamu harus segera mengkonsultasikan keadaanmu ke dokter dan tim medis terdekat untuk mendapatkan penanganan yang cocok dan tepat untuk kondisimu. 

Yang perlu kamu ingat ialah tetap terapkan pola dan gaya hidup yang sehat dimana mengkonsumsi makanan yang baik, berohlaraga rutin serta istirahat yang cukup karena bagaimanapun mencegah akan jauh lebih baik daripada mengobati.

 

 


Referensi

Blahd, W. WebMD (2017). Why are My Glands Swollen?

Blake, K. Healthline (2018). Lymph Node Inflammation (Lymphadenitis).

Liu, Z. et. al. (2017). Swollen Lymph Nodes May Not Be Clinical Manifestations of Chronic Myeloid Leukemia: Case Report and Revision of Literature. Ther Clin Risk Manag. 13, pp. 1159–1162.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit