Kelenjar Getah Bening: Penyebab, Gejala dan, Pengobatan

Dipublish tanggal: Mar 12, 2019 Update terakhir: Apr 1, 2020 Tinjau pada Mar 25, 2019 Waktu baca: 3 menit

Tahukah kamu bahwa kelenjar getah bening merupakan salah satu organ vital tubuh manusia yang erat kaitannya dengan sistem imunitas tubuh seseorang dan membantu seseorang terhindar dari berbagai infeksi yang disebabkan oleh virus dan bakteri? Terdapat kurang lebih 600 kelenjar getah bening yang terdapat di dalam tubuh manusia. Di artikel ini akan kita bahas lebih lanjut mengenai kelenjar getah bening dan segala serba serbinya. 

Apa Itu Kelenjar Getah Bening?

Kelenjar getah bening merupakan kelenjar yang berfungsi sebagai salah satu bagian dari sistem imun atau kekebalan tubuh manusia yang dapat membantu tubuh melawan infeksi yang diakibatkan oleh virus, bakteri dan berbagai macam hal lainnya. Terdapat kurang lebih 600 kelenjar getah bening di dalam tubuh manusia. Biasanya kelenjar ini terletak di kepala, bagian bawah rahang, ketiak, leher, panggul, selangkangan dan pangkal paha

Dalam kondisi normal, kelenjar getah bening berdiameter sekitar 0.5-1 cm dan akan dianggap bengkak apabila diameternya lebih dari 1 cm. Kelenjar ini merupakan tempat penyaringan antigen atau protein asing dari pembuluh–pembuluh getah bening yang melewatinya. Di dalam kelenjar getah bening, terdapat sel darah putih dalam jumlah yang sangat banyak. 

Biasanya ketika terjadi infeksi, kelenjar getah bening akan membengkak untuk memberikan tanda. Setelah infeksi mereda, kelenjar getah bening akan mengempis dengan sendirinya. Selain karena infeksi virus dan bakteri, pembengkakan kelenjar getah bening juga bisa terjadi karena penyakit kanker atau penyakit lainnya yang menyerang sistem autoimun tubuh manusia.   

Penyebab Pembengkakan Kelenjar Getah Bening

Pembengkakan kelenjar getah bening biasanya terjadi di leher (55%), selangkangan (14%), ketiak (5%) dan di atas tulang klavikula (1%). Lokasi pembengkakan akan menjadi indikator penting bagi dokter dalam melakukan diagnosa penyebab pembengkakan tersebut. Bengkaknya kelenjar getah bening seseorang dapat disebabkan infeksi ringan atau karena penyakit serius. 

Membengkaknya kelenjar getah bening akibat infeksi ringan biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus yang menyerang tubuh manusia seperti demam, pilek, infeksi tenggorokan, radang amandel, infeksi gigi, penyakit gondok, infeksi telinga, dan infeksi kulit (selulitis). Kelenjar getah bening yang bengkak akibat infeksi-infeksi tersebut biasanya disertai dengan rasa sakit. Selain itu, terkadang penderita juga mengalami gejala lain seperti demam, batuk, dan nyeri tenggorokan

Pembengkakan ringan ini biasanya akan sembuh dengan mengonsumsi obat-obatan yang mengobati penyebab bengkaknya kelenjar getah bening. Contohnya kelenjar getah bening Anda membengkak karena sedang radang tenggorokan. Setelah Anda minum obat radang tenggorokan, maka pembengkakan kelenjar getah bening akan menyusut dan kembali normal setelah radang tenggorokan Anda benar-benar sembuh. 

Membengkaknya kelenjar getah bening bisa jadi disebabkan oleh penyakit serius seperti:

  • Campak, infeksi virus yang ditandai dengan gejala bintik-bintik merah pada kulit.
  • Sarcoidosis, penyakit dengan gejala munculnya gumpalan jaringan yang membengkak dan merah atau granuloma di dalam organ tubuh.
  • Tuberkulosis, infeksi bakteri yang ditandai dengan gejala batuk-batuk yang menetap.
  • Rubella, infeksi virus dengan gejala ruam kulit yang terdiri dari bintik-bintik kecil berwarna kemerahan.
  • Sifilis, infeksi bakteri yang ditularkan lewat hubungan seksual.
  • Rheumatoid arthritis, penyakit autoimun yang menyerang jaringan pelapis sendi.
  • Penyakit lupus, penyakit autoimun yang menyerang sel darah, sendi, kulit, dan organ tubuh.
  • Cytomegalovirus, infeksi virus yang umumnya ditularkan melalui air liur atau urin.
  • HIV, infeksi virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh.
  • Kanker. Jenis kanker yang bisa menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening adalah leukemia limfositik kronis dan limfoma non-Hodgkin. Kedua jenis kanker ini menyerang sel darah putih. Pembengkakan kelenjar getah bening juga bisa terjadi akibat jenis kanker lainnya yang tumbuh di organ tubuh manapun, tapi nantinya akan menyebar ke kelenjar getah bening tersebut.

Pengobatan Pembengkakan Kelenjar Getah Bening

Apabila pembengkakan kelenjar getah bening disebabkan oleh infeksi yang tergolong ringan seperti flu atau batuk, maka Anda tidak perlu khawatir karena nantinya akan sembuh dengan sendirinya. 

Anda dapat mengonsumsi obat-obatan untuk penyakit yang menyebabkan bengkaknya kelenjar getah bening atau obat pereda rasa nyeri yang banyak dijual di pasaran. Selain itu, Anda juga dapat menggunakan kompres hangat pada pembengkakan kelenjar untuk mengurangi pembengkakan.

Namun bila penyebab bengkaknya kelenjar getah bening Anda ialah penyakit-penyakit serius yang menyerang autoimun seperti yang disebutkan sebelumnya, maka Anda harus segera berkonsultasi dengan dokter dan tim medis terdekat untuk mendapatkan penanganan yang tepat sesuai kondisi Anda.


23 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
WebMD (2018). What is Lymphoma?¬ (https://www.webmd.com/cancer/lymphoma/lymphoma-cancer)
Davis, CP. Emedicinehealth (2017). Lymphoma.. After the Cure: Survival Rates for Lymphomas Are High, but Patients Need to Consider Long-Term Effects. (https://www.emedicinehealth.com/lymphoma/article_em.htm)

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini
Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit
Buka di app