Jenis Vape Mana yang Lebih Baik: Pen, Portable, atau Desktop?

Dipublish tanggal: Mei 18, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 2 menit
Jenis Vape Mana yang Lebih Baik: Pen, Portable, atau Desktop?

Pemakaian rokok elektrik atau yang lebih dikenal dengan Vape kini mulai banyak digunakan oleh kalangan anak muda. Banyak kelebihan yang ditawarkan oleh produk ini salah satunya adalah varian rasa yang beragam. Selain itu Anda juga bisa mengganti cairan vape dengan rasa lainnya jika merasa bosan. 

Bentuknya pun minimalis, beberapa ada yang bersifat portable dan bisa dibawa kemana-mana.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Diabetes via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 36

Meski vape awalnya dimaksudkan untuk membantu mengurangi kecanduan terhadap rokok. Namun faktanya bahan yang terkandung pada asap vape juga berbahaya bagi kesehatan. Lantas jenis vape manakah yang lebih baik dan relatif aman?

Inilah 3 jenis pilihan vape yang tersedia di pasaran

Dalam satu vape terdapat bagian penting yang menentukan jumlah produksi uap yaitu vaporizer. Alat ini berfungsi untuk memanaskan cairan vape menjadi uap yang bisa dihirup oleh pemakainya. Di pasaran sendiri, Anda bisa menemukan 3 jenis vape dengan ukuran yang berbeda. 

Masing-masing produk memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Adapun ketiga jenis vape tersebut adalah:

Jenis desktop

Bentuknya lebih besar daripada jenis vape lainnya. Vaporizer ini membutuhkan permukaan datar untuk menempatkannya. Selain itu diperlukan juga pasokan energi yang konstan untuk pemanasan agar bisa berfungsi dengan baik. 

Kelebihan dari produk ini sangat banyak, yaitu menghasilkan uap yang lebih banyak, panas yang maksimal, serta rasa yang lebih tajam. Vape jenis desktop biasa digunakan saat di rumah ataupun tempat lainnya. Banyak pengguna vape yang puas dengan produk ini. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Simvastatin via HonestDocs!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Namun disisi lain risiko yang dihasilkan juga lebih berbahaya. Semakin banyak uap maka semakin tinggi pula risiko kesehatan yang akan diderita.

Jenis pen

Sesuai dengan namanya, ukuran dari vape ini cukup kecil sama seperti pulpen. Karena bentuknya yang ringkas, jadi sangat mudah dibawa kemana-mana. Uap yang dihasilkan dari alat ini berasal dari cairan vape yang dipanaskan. Ada dua elemen pemanas yang biasa digunakan pada vape jenis pen ini, diantaranya adalah:

Cartomizer

Elemen pemanas yang digunakan merupakan perpaduan antara catridge dan atomizer. Dibutuhkan baterai berkapasitas 1300 mAh untuk memanaskan elemen pemanas tersebut. Daya pada baterai bisa diisi ulang. Sebaiknya jauhkan alat ini dari jangkauan anak-anak, sebab baterai vape dapat meledak dan berbahaya.

Atomizer

Pemanas yang satu ini biasa digunakan untuk memanaskan cairan vape yang memiliki kandungan nikotin. Jika panas yang dihasilkan semakin berkurang, bisa berpengaruh pada rasa yang dihasilkan. Karena itulah produk tersebut harus diganti jika kinerjanya tak lagi maksimal.

Jenis portable

Meski bentuknya lebih besar dari vape jenis pen, namun produk ini masih nyaman dibawa kemana-mana dan bisa dimasukkan kedalam kantong. Vaporizer portable juga terdiri dari dua jenis elemen yaitu pemanas dan baterai. 

Cairan vape tidak mengalami kontak langsung dengan pemanas sehingga uap dan rasa yang dihasilkan lebih baik. Baterai yang digunakan juga bertahan lebih lama yaitu antara 2-3 jam.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Asma via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 35

Kandungan berbahaya yang ada dalam uap vape

Banyak yang beranggapan bahwa pemakaian vape lebih aman daripada rokok biasa. Faktanya kedua jenis rokok tersebut sama-sama berbahaya bagi kesehatan. Kandungan nanopartikel yang ada pada uap vape bersifat racun dan lama-kelamaan akan menumpuk serta memicu peradangan

Beberapa penyakit pun akan bermunculan seperti asma, stroke, penyakit jantung, dan diabetes.

Uap vape yang dihasilkan dari pemanasan cairan vape mengandung senyawa yang cukup berbahaya seperti nikotin, karbonil, perasa, dan pengawet. Karbonil merupakan senyawa yang dapat menyebabkan kanker

Karena itulah, jika Anda sering menggunakan vape, maka risiko mengalami masalah kesehatan juga tak bisa dihindarkan terutama yang berkaitan dengan pernapasan dan jantung.

5 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
The Dangers of Vaping Doctors Want Everyone to Know. Health.com. (https://www.health.com/smoking/dangers-of-vaping)
Outbreak of Lung Injury Associated with the Use of E-Cigarette, or Vaping, Products. Centers for Disease Control and Prevention (CDC). (https://www.cdc.gov/tobacco/basic_information/e-cigarettes/severe-lung-disease.html)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Artikel selanjutnya
Luka Mesti Ditutup atau Dibiarkan Terbuka
Luka Mesti Ditutup atau Dibiarkan Terbuka

Hal ini membuat Anda berpikir seakan-akan semua luka harus ditutup. Sayangnya, menutup luka yang seharusnya dibuka malah bisa menyebabkan lebih banyak bahaya daripada menjadi lebih baik.

Buka di app