Inspirasi 5 Resep Jus dari Buah dan Sayur yang Sehat dan Anti Gagal

Nah, bagaimana dengan Anda yang tidak suka sayuran? Tenang, mengkonsumsi sayuran tidak melulu dimasak. Anda bisa mengkonsumsinya dengan cara di jus. Bahkan kandungan vitamin, nutrisi dan serat dalam sayuran dan buah-buahan yang dijus lebih baik dibanding dengan cara dimasak.
Dipublish tanggal: Jun 19, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 4 menit
Inspirasi 5 Resep Jus dari Buah dan Sayur yang Sehat dan Anti Gagal

Mengkonsumsi buah dan sayur sangatlah bagus untuk tubuh Anda. Banyak sekali manfaat yang akan dirasakan oleh tubuh setelah mengkonsumsinya secara rutin. Buah dan sayur banyak mengandung vitamin, serat dan juga antioksidan yang tinggi. 

Nah, bagaimana dengan Anda yang tidak suka sayuran? Tenang, mengkonsumsi sayuran tidak melulu dimasak. Anda bisa mengkonsumsinya dengan cara di jus. Bahkan kandungan vitamin, nutrisi dan serat dalam sayuran dan buah-buahan yang dijus lebih baik dibanding dengan cara dimasak.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Diabetes via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 36

Apa manfaat minum jus?

Sangat penting bagi Anda yang menginginkan hidup sehat untuk mengkonsumsi jus secara rutin. Lalu, manfaat apakah yang akan didapat dari mengkonsumsi jus? 

Mengingat kembali kandungan dari buah dan sayuran yang semuanya sangat dibutuhkan oleh tubuh, mengkonsumsi jus akan memberikan banyak sekali manfaat. Selain memberikan rasa segar saat dikonsumsi juga diketahui mampu membersihkan racun dari dalam tubuh.

Berapa banyak aturan minum jus dalam sehari?

Sekalipun mengkonsumsi jus itu baik, Anda juga perlu memeperhatikan aturan dalam mengkonsumsinya termasuk apabila Anda ingin mengkombinasikan jus antara buah dan sayuran. Jika ditanya adakah aturan khusus berapa banyak jus yang boleh kita konsumsi setiap hari? 

Tidak ada aturan tertentu yang membatasi konsumsi jus dalam sehari. Akan tetapi perlu diingat apapun itu jika dikonsumsi secara berlebihan juga tidak baik.

Bukankah semakin banyak nutrisi yang kita konsumsi akan lebih baik? Ingat tidak semua yang  dapat diserap oleh tubuh. Tubuh Anda punya batas tertentu dalam menyerap nutrisi yang telah dikonsumsi.  

Mengkonsumsi jus yang sudah jadi tidaklah dianjurkan, karena jus yang sudah diolah oleh pabrik sudah ada tambahan pemanis dan juga pengawet sekalipun Anda telah mencampurnya dengan buah atau sayuran segar. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Diabetes via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 36

Jika Anda mengkonsumsi jus yang sudah siap minum secara terus menerus justru akan merusak kesehatan Anda, kandungan gula yang tinggi akan memicu munculnya penyakit diabetes. Selain itu, hal ini juga bisa meningkatkan berat badan.

Adakah kondisi tertentu yang tidak disarankan minum jus?

Apakah semua orang bisa mengkonsumai jus? Jus memang baik untuk dikonsumsi, namun disini ada beberapa orang yang tidak dianjurkan minum jus lho. Apakah Anda termasuk salah satunya? 

Bagi orang dengan kondisi tertentu disarankan mengkonsumsi buah  secara langsung dibanding dibuat jus. Seperti orang yang punya masalah dengan kelebihan berat badan dan diabetes.

Jika buah segar dikonsumsi secara langsung akan membuat Anda merasa kenyang lebih lama dan terutama kandungan gula dalam buah merupakan gula fruktosa. Jenis gula ini berbeda dengan glukosa yang mudah dipecah sedangkan fruktosa hanya organ hati yang bisa mengolahnya.  

Jika dibandingkan saat Anda mengkonsumsi jus jumlah buah yang Anda makan lebih banyak dibandingkan di saat dikonsumsi secara langsung. Semakin banyak buah yang kita konsumsi juga semakin banyak fruktosa yang harus diolah oleh hati yang menyebabkan hati akan bekerja lebih keras.

Buah segar masih mengandung tinggi serat dan gula alami yang dipecah dan diproses secara perlahan di dalam saluran pencernaan. Itu kenapa makan buah segar dapat membuat Anda merasa kenyang lebih lama dan kadar gula darah tetap dalam taraf stabil.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Diabetes via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 36

Hal ini tentu berbeda bila Anda meminum jus buah sebab artinya Anda sama saja memakan banyak potongan buah setiap kali menenggak jus. Akibatnya, jumlah gula yang masuk ke dalam tubuh pun akan lebih banyak, sehingga organ hati membutuhkan usaha yang lebih besar pula untuk mengolahnya.

Insulin merupakan organ yang bertugas mengatur gula dalam tubuh, jika insulin mengalami resistensi karena kadar gula yang yang tidak dapat di ubah menjadi energi terlalu tinggi. 

Disisi lain akan menimbulkan penumpukan lemak dan menjadi flak di dalam pembuluh darah sehingga bisa  menyebabkan penyakit jantung.

Perhatikan hal ini sebelum minum jus

Agar jus yang kita konsumsi mendatangkan manfaat bagi tubuh kita, kita perlu memerhatikan beberapa hal mengkonsumsi jus. 

Selain membatasi jumlah yang kita konsumsi kita juga harus memperhatikan jus yang kita minum sebaiknya jus yang kita buat sendiri sehingga kita dapat menakar kebutuhan gula yang Anda butuhkan atau tidak menambahkan gula adalah pilihan yang tepat. 

Meski makan buah utuh sebenarnya lebih dianjurkan ketimbang minum jus buah, tapi bukan berarti Anda harus menghindari dan tidak minum jus sama sekali.

Diatas sudah disebutkan kandungan vitamin dan serat pada buah-buahan dan sayuran sangat banyak. Lalu buah dan sayuran apa sajakah yang sebaiknya Anda coba? Berikut beberapa referensi buah dan sayuran untuk Anda coba sendiri di rumah.

Jus stroberi dan wortel dan lain2

Bahan-bahan:

  • 6 buah stroberi segar, potong menjadi 2 bagian
  • 2 wortel ukuran besar, kupas kulitnya dan potong kecil-kecil
  • ½ cangkir yogurt plain
  • Es batu (sesuai selera)

Cara membuat:

  1. Campur semua bahan dan blender hingga halus merata.
  2. Tuang ke dalam gelas.
  3. Jus siap untuk diminum.
  1. Jus blueberry campur nanas dan melon

Bahan-bahan:

  • 1 cangkir blueberry atau sekitar 500 gram (gr), belah menjadi 2 bagian
  • 5 buah wortel ukuran sedang, kupas kulitnya dan potong-potong
  • 300 gr melon berwarna oranye (rock melon)
  • 2 buah jeruk peras manis, ambil sarinya
  • Es batu (sesuai selera)

Cara membuat:

  1. Masukkan semua bahan, kemudian blender sampai semuanya tercampur rata.
  2. Tuang ke dalam gelas.
  3. Jus  siap untuk diminum.
  1. Jus apel campur bayam dan seledri

Bahan-bahan:

  • 1 ½ cangkir bayam, ambil daunnya saja
  • 2 buah apel hijau, potong kecil-kecil
  • 2 buah jeruk peras, ambil sarinya
  • Es batu (sesuai selera)

Cara membuat:

  1. Masukkan semua bahan, kemudian blender sampai semuanya tercampur rata.
  2. Tuang ke dalam gelas.
  3. Jus siap untuk diminum.
  1. Jus mangga dan tomat

Bahan-bahan:

  • 1 buah mangga, kupas kulit dan pisahkan biji dari daging buahnya
  • 1 buah tomat segar, potong kecil-kecil
  • Es batu (sesuai selera)

Cara membuat:

  1. Campur semua bahan dan blender hingga halus merata.
  2. Tuangkan jus ke dalam gelas.
  3. Jus siap untuk diminum
  1. Jus sayuran

Bahan-bahan:

  • 2 batang seledri ukuran besar, potong-potong
  • 2 buah timun, kupas kulitnya lalu potong kecil-kecil
  • ½ cangkir yogurt plain
  • Es batu (sesuai selera)

Cara membuat:

  1. Campur semua bahan dan blender hingga halus merata
  2. Tuang jus ke dalam gelas
  3. Jus siap untuk diminum

5 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Juice cleanse: Benefits, risks, and effects. Medical News Today. (https://www.medicalnewstoday.com/articles/323136)
Health benefit of vegetable/fruit juice-based diet: Role of microbiome. National Center for Biotechnology Information. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5438379/)
Fruit and Vegetable Intake: Benefits and Progress of Nutrition Education Interventions- Narrative Review Article. National Center for Biotechnology Information. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4644575/)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app