Infeksi Ini Tingkatkan Resiko Terserang Stroke

Dipublish tanggal: Mei 30, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 2 menit
Infeksi Ini Tingkatkan Resiko Terserang Stroke

Selama ini orang percaya bila penyebab utama stroke adalah karena masalah-masalah kesehatan seperti tekanan darah tinggi, penggumpalan darah, cedera, dan sebagainya. 

Namun masih sedikit yang mengetahui bila infeksi ternyata juga bisa menyebabkan serangan stroke pada anak-anak, dewasa, hingga lanjut usia. Bagaimana bisa infeksi menyebabkan serangan stroke?

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Batuk dan Flu via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 9

Jenis infeksi yang meningkatkan resiko stroke

Jenis infeksi yang bisa menyebabkan serangan stroke pada anak-anak adalah ensefalitis dan meningitis. Dua infeksi ini adalah infeksi pada otak atau bagian di sekitar otak. 

Pada anak-anak mereka bisa terkena stroke setelah terjadi sepsis, yaitu infeksi yang menginfeksi aliran darah. Ensefalitis, meningitis, sepsis, serta jenis infeksi berat yang langka cenderung terjadi pada mereka dengan kekebalan tubuh yang lemah.

Selain infeksi berat, infeksi ringan seperti flu dan cacar air secara mengejutkan juga bisa menyebabkan stroke pada anak-anak.

Pada orang dewasa, resiko stroke karena infeksi bisa terjadi karena pneumonia atau infeksi pada paru-paru. Infeksi yang lain adalah Herpes Zoster, atau dikenal juga dengan virus cacar juga bisa menyebabkan resiko stroke pada orang dewasa. 

Selain itu, infeksi HIV juga dikaitkan dengan resiko stroke. Sebagian besar infeksi penyakit menular seksual seperti herpes dan sifilis juga bisa meningkatkan resiko stroke. Parasit serta infeksi tropis yang belum tercatat juga bisa meningkatkan resiko stroke secara drastis.

Pencegahan terhadap infeksi

  • Imunasi – Imunisasi adalah salah satu langkah pencegahan terhadap penyebaran infeksi. Anda bisa mendapatkan vaksin influenza tahunan untuk mencegah tertular influenza yang parah. Selain itu, vaksinasi influenza juga bisa dikaitkan dengan penurunan resiko stroke.
  • Mencegah penyebaran kuman – Cara lain untuk mencegha infeksi adalah dengan mencegah penyebaran kuman, yaitu dengan cara berhenti mencegah bersentuhan langsung dengan sumber kuman yang bisa menyebabkan infeksi. Orang dewasa dan anak-anak bisa mendapatkan keuntungan dengan cuci tangan secara teratur, memotong kuku, mencuci makanan sebelum dikonsumsi, dan sebagainya. Anda juga bisa mengontrol asupan nutrisi dan kadar stress agar sistem kekebalan tubuh lebih terjaga. Selain itu, selalu lakukan praktek seks yang aman sebagai perlindungan diri dari infeksi dan penyakit menular seksual.

Hubungan infeksi dan stroke

Salah satu alasan mengapa infeksi bisa menyebabkan stroke selama dan sesudahnya adalah karena ketika infeksi mengubah kegiatan psikologis tubuh saat sedang bekerja melawan penyakit. Salah satunya adalah fungsi pembekuan darah yang menjadi lebih aktif dari biasanya dalam menangani infeksi. 

Iklan dari HonestDocs
Beli IMBOOST FORCE 10TAB 1 STRIP via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Imboost force tablet 4

Selain itu, dehidrasi juga bisa menyebabkan gangguan aliran darah sehingga menyebabkan pembekuan darah terjadi lebih cepat. Infeksi juga bisa merusak pembuluh darah dan menyebabkan pembuluh darah lengket satu sama lain dan tidak teratur serta cenderung menyebabkan gumpalan darah. 

Saat terjadi infeksi, tekanan darah juga bisa saja meningkat secara tidak terkontrol dan bisa menyebabkan stroke serta gula darah juga terganggu dan bisa menyebabkan stroke juga.

Hal yang harus dilakukan selah terkena infeksi

Bila terkena infeksi, resiko stroke yang paling tinggi terjadi dalam kurun waktu satu minggu pertama, lalu resiko stroke menurun saat infeksi juga sembuh. Langkah-langkah yang bisa dilakukan ketika terkena infeksi adalah istirahat dengan cukup, minum minuman yang tidak mengandung kafein untuk mencegah terjadinya infeksi. 

Selain itu, selalu kontrol kadar gula darah dan tekanan darah selama terjadinya infeksi agar tetap terkendali dan tidak melonjak secara tiba-tiba yang bisa menyebabkan stroke. 

32 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Know before you go. American Heart Association. https://hospitalmaps.heart.org/AHAMAP/map/qimap.jsp.
Quality check. The Joint Commission. https://www.qualitycheck.org/search/?keyword=mayo%20clinic.
Riggin EA. Allscripts EPSi. Mayo Clinic. July 23, 2019.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Artikel selanjutnya
Bahaya HIV dan AIDS
Bahaya HIV dan AIDS

Tidak seperti virus lain, tubuh Anda tidak dapat sepenuhnya menghilangkan HIV. Jika tubuh Anda terkena HIV, maka Anda akan terus hidup bersama HIV, karena hingga sekarang belum ada obat yang bisa melawan HIV.

Buka di app