Hubungan Pelumas Vagina dengan Kesehatan Wanita

Dipublish tanggal: Mei 26, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 2 menit
Hubungan Pelumas Vagina dengan Kesehatan Wanita

Kegiatan seksual antara Anda dan pasangan menjadi kebutuhan yang harus dipenuhi antara satu sama lain di beberapa waktu tertentu. Akan tetapi proses tersebut bukan tanpa kendala, karena seringkali ditemukan kesukaran ketika berhubungan badan setiap pasangan dan terkadang membutuhkan banyak pertimbangan. Salah satunya adalah adanya kebutuhan terhadap penggunaan pelumas vagina.

Penggunaan pelumas vagina menjadi salah satu solusi bagi Anda dan pasangan yang merasa kesulitan mencapai penetrasi maupun orgasme. Apalagi jika pasangan Anda mengalami vagina yang kering sehingga menimbulkan rasa sakit saat melakukan kegiatan penetrasi.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Antiseptik via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 31

Kini pelumas vagina dijual secara bebas di toko obat maupun apotek, menggunakan berbagai bahan pilihan dengan keunggulan dan kerugian yang dapat ditimbulkan. Selain itu harga yang dibanderol juga relatif masih terjangkau.

Akan tetapi Anda harus mengawasi penggunaan pelumas vagina, terlebih hal tersebut berhubungan dengan sistem reproduksi dan kesehatan bagi vagina itu sendiri. Apa saja yang harus Anda ketahui ketika menggunakan pelumas vagina? Simak penjelasannya berikut ini.

Soal Risiko kesehatan

Efek samping dapat timbul dari penggunaan pelumas vagina, hal itu terjadi karena sebagian besar bahan yang digunakan untuk membuat produk pelumas ini berasal dari bahan kimia. Sehingga Anda harus benar-benar memahami petunjuk penggunaan yang tertera pada setiap produk untuk menghindari risiko kesehatan.

Infeksi Oleh Bakteri
Salah satu efek dari penggunaan pelumas vagina yang tidak tepat dapat menimbulkan infeksi iritasi pada kulit. Dimana terjadi penumpukan bakteri di dalam vagina dan pH kulit menjadi tidak seimbang. Sehingga Anda akan mengalami gejala seperti keputihan abnormal, timbulnya gatal dan rasa panas di area vagina. Dengan demikian pastikan kebersihan vagina setelah Anda selesai melakukan hubungan seksual dengan bantuan pelumas vagina.

Infeksi Oleh Jamur
Sama halnya seperti bakteri, jamur juga dapat berkembang abnormal di dalam area vagina akibat kelembaban yang terganggu oleh bahan pelumas vagina. Sehingga akan menimbulkan risiko lebih tinggi untuk terjadinya infeksi jamur. Infeksi jamur ditandai dengan timbulnya gatal dan bahkan terdapat benjolan atau bercak putih di area vagina.

Rentan Penyakit Menular
Penggunaan pelumas vagina nyatanya dapat meningkatkan risiko penyakit kelamin yang menular. Seperti gonore bahkan HIV dan AIDS. Salah satu akibat terjadinya penularan penyakit kelamin ini dapat terjadi oleh adanya kerusakan sel pada dinding vagina akibat gesekan dengan pelumas vagina. Sehingga sel yang rusak dapat mudah diserang oleh berbagai penyakit seperti penyakit kelamin menular.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Antiseptik via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 31

Bagaimana Cara Mengatasi Risiko Penggunaan Pelumas Vagina?

Sebenarnya infeksi yang ditimbulkan oleh pelumas vagina dapat diatasi dengan cara dan tips yang cukup mudah. Bahkan dapat Anda lakukan sendiri di rumah sebagai bentuk pencegahan yang rutin setelah melakukan hubungan seksual.

Selalu Menjaga Kebersihan Area Vagina
Infeksi vagina seperti bau dan gatal memang sangat mengganggu aktivitas Anda, bukan? dengan demikian hal yang paling utama untuk terhindar dari infeksi vagina adalah selalu menjaga kebersihan. Cara yang paling mudah adalah mencuci vagina dengan air hangat atau antiseptik khusus.

Gunakan Pakaian Dalam yang pas
Sirkulasi yang baik akan membuat vagina memiliki udara dan kelembaban yang cukup. Sehingga jauh dari serangan bakteri dan jamur yang abnormal.

Segera Konsultasi Dokter
Apabila infeksi vagina Anda sangat mengganggu maka ada baiknya segera konsultasi ke dokter spesialis kandungan atau kulit dan kelamin. Supaya Anda mendapatkan cara yang paling tepat untuk mengatasi infeksi yang terjadi.

5 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Lube Up for Better Lovin'. WebMD. (Accessed via: https://www.webmd.com/sex-relationships/features/lube-up-for-better-lovin)
Vaginal lubricants: best lubes for vaginal dryness. NetDoctor. (Accessed via: https://www.netdoctor.co.uk/healthy-living/sex-life/a27317/when-to-use-vaginal-lubricants/)
Herbenick D, Reece M, Hensel D, Sanders S, Jozkowski K, Fortenberry JD. Association of lubricant use with women's sexual pleasure, sexual satisfaction, and genital symptoms: a prospective daily diary study. The journal of sexual medicine 2011;8(1):202-12. National Center for Biotechnology Information. (Accessed via: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/21143591)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app