Hati-hati, Stres Membuat Anda Mudah Terserang Penyakit Gusi

Dipublish tanggal: Agu 10, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 3 menit
Hati-hati, Stres Membuat Anda Mudah Terserang Penyakit Gusi

Kehidupan sehari-hari seperti adanya deadline tugas akhir sekolah, presentasi proyek kantor, masalah keuangan, masalah keluarga, percintaan dengan kekasih, hingga jalanan macet dapat mengganggu mood Anda dan menyebabkan stres. 

Stres, selain membuat kepala pening dan tensi naik, ternyata juga berpengaruh terhadap kondisi kesehatan mulut Anda. Salah satunya adalah gusi. Benarkah begitu ? Apa penyebabnya ? Bagaimana penjelasannya ? Simak ulasannya di bawah ini.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Lambung & Saluran Pencernaan via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 4

Ketika stress, gigi dan gusi menjadi lebih sensitif

Stres umumnya dimulai dari adanya rasa kewalahan atau ketidakmampuan karena tekanan dari luar maupun dalam diri yang sangat banyak dan berlangsung cukup lama. Tekanan tersebut dapat berupa tekanan secara fisik, emosional maupun mental. 

Saat Anda mengalami stres, tubuh akan mengetahuinya sebagai ancaman dan memberikan tanda/respon reaksi dari adanya stres yang timbul tadi. Respon ini pun bermacam-macam.

Saat mengalami stress, tubuh Anda kemudian akan menghasilkan berbagai macam hormon stres yaitu adrenalin, kortisol, dan norepinefrin yang diproduksi sebagai mekanisme perlindungan diri dari ancaman. 

Meningkatnya hormon stres ini akan menyebabkan denyut jantung Anda meningkat, pernapasan Anda menjadi lebih cepat, otot-otot menegang, dan tekanan darah juga naik.

Stres merupakan hal wajar yang bisa terjadi pada semua orang, namun jika stres tidak kunjung hilang akan mengganggu kesehatan Anda. Termasuk peningkatan hormon kortisol yang terus-menerus akan  memicu respon peradangan di tubuh Anda serta menyebabkan sistem kekebalan tubuh/imunitas Anda menurun.

Hal tersebutlah yang menjadikan Anda mudah terkena penyakit gusi jika mengalami stres. Ketika Anda stres dan imun tubuh melemah, bakteri akan dengan mudah menyerang dan menyebabkan peradangan bahkan infeksi termasuk di bagian mulut dan gusi Anda, yang mengakibatkan terjadinya penyakit gusi.

Iklan dari HonestDocs
Beli Alat Kontrasepsi & Hormon via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 7

Asam lambung meningkat ketika stress bisa menyebabkan gigi terkikis

Tahukah Anda, bahwa gangguan pencernaan juga merupakan akibat tidak langsung dari stres. Stres yang menyebabkan hormon stres meningkat juga akan memicu lambung untuk memproduksi lebih banyak asam.

Ketika asam lambung meningkat, Anda akan mengalami refluks asam lambung (kondisi asam lambung naik menuju ke kerongkongan). Anda akan merasa panas di bagian ulu hati serta tenggorokan, kemudian sensasi rasa asam di mulut Anda. Bahayanya adalah karena cairan asam lambung ini mengandung banyak bakteri yang bersifat asam dan dapat merusak jaringan serta tulang.

Cairan asam lambung yang kemudian menempel di gigi akan menyebabkan gigi mudah terkikis, dan bakteri cairan tadi memicu infeksi pada gusi dan dapat menimbulkan bau mulut.

Stres memicu berbagai kebiasaan buruk, salah satunya adalah malas menggosok gigi

Kebiasaan yang muncul tiap orang bisa berbeda, termasuk saat stres. Tetapi, kebanyakan orang akan menjadi lebih malas beraktivitas dan merasa tidak semangat dalam menjalani harinya, termasuk dalam menjaga kebersihan dirinya. 

Seseorang akan malas menyikat gigi atau menjadi makan banyak. Pola makan mereka bisa berubah menjadi lebih banyak dari biasanya, termasuk konsumsi makanan dan minuman manis berkalori.

Kebiasaan tersebut dapat meningkatkan risiko penyakit gusi karena kandungan gula dalam makanan manis yang banyak dikonsumsi serta kebiasaan malas menggosok gigi akan meningkatkan pertumbuhan bakteri dalam mulut.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Diabetes via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 36

Apalagi jika Anda juga malas pergi ke dokter, akan semakin meningkatkan resiko penyakit gusi akibat penumpukan bakteri yang tidak segera diatasi.

Penyakit gusi dapat diatasi dengan meminimalisir stres

Daiane Peruzzo, PhD, seorang peneliti asal State University in Campinas di Brazil berpendapat bahwa, seseorang yang dapat meminimalisirkan stress mereka akan memiliki resiko lebih rendah terhadap serangan penyakit gusi.

Cara tiap orang dalam menangani stresnya berbeda-beda. Maka, sebaiknya Anda dapat memahami lebih dalam diri Anda sendiri. Apa yang menyebabkan Anda menjadi stres ? 

Jika sudah mengetahuinya, maka segeralah selesaikan penyebab stres tadi dan tenangkanlah diri Anda. Mungkin Anda bisa melakukan aktivitas yang Anda sukai atau hobi Anda, mendengarkan musik, menari, meditasi, yoga atau lain-lainnya.

Yang perlu Anda ingat selalu adalah bahwa menjaga kebersihan diri tetaplah penting walaupun ketika Anda sedang stres. Tetap gosok gigi dan lakukan berkumur dengan mouthwash dua kali sehari, serta jaga asupan makanan Anda. Sehingga Anda akan terhindar dari berbagai penyakit, termasuk penyakit gusi dan mulut.

4 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Gum Disease (for Teens). Nemours KidsHealth. (https://kidshealth.org/en/teens/gum-disease.html)
Gum disease - Causes. NHS (National Health Service). (https://www.nhs.uk/conditions/gum-disease/causes/)
Stress and periodontal disease: The link and logic!!. National Center for Biotechnology Information. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3895311/)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app