Hashimoto Disease : Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Update terakhir: Mar 6, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 350.642 orang

Pernakah kamu mendengar nama penyakit Hashimoto Disease? Apakah penyakit ini ada hubungannya dengan negara Jepang? Jawabannya ialah tidak. Hashimoto Disease ialah suatu penyakit yang erat kaitannya dengan kelenjar gondok seseorang. Untuk kamu yang penasaran dengan penyakit satu ini, yuk simak artikel dibawah ini untuk menambah pengetahuanmu akan penyakit Hashimoto.

Apa itu Hashimoto Disease?

Hashimoto Disease ialah nama lain dari penyakit Gondok Autoimun. Penyakit ini ialah penyakit autoimun dimana sistem kekebalan tubuh seseorang menyerang jaringan tubuhnya sendiri dan target yang diserang ialah kelenjar tiroid atau kelenjar gondok. 

Kelenjar tiroid merupakan kelenjar kecil di dalam leher manusia yang menghasilkan hormon yang berfungsi untuk mengontrol metabolisme tubuh termasuk denyut jantung dan kemampuan tubuh untuk menggunakan kalori dalam makanan. 

Penyakit ini dinamakan Hashimoto Disease dikarenakan pada tahun 1912, seorang dokter dari Jepang Dr. Hakaru Hashimoto yang berhasil menjelaskan fenomena penyakit ini. 

Seseorang yang terkena penyakit ini akan mengalami sistem imun atau kekebalan tubuh yang menyerang kelenjar tiroid  para penderita sehingga menyebabkan si penderita memiliki kondisi hipotiroidisme. Hipotroidisme sendiri berarti kondisi ketika tiroid tidak mampu memproduksi hormon tiroksin yang cukup untuk kebutuhan tubuh.

Penyebab Hashimoto Disease

Sebenarnya penyebab pasti dari penyakit ini belum diketahui namun ada beberapa faktor yang diyakini menjadi faktor penyebab penyakit Hashimoto seperti: 

  • Faktor Genetik
    Faktor keturunan diyakini menjadi salah satu penyebab penyakit Hashimoto dikarenakan peran genetik yang terdapat dalam penyakit Hashimoto itu sendiri sehingga untuk kamu yang memiliki riwayat penyakit ini, sebaiknya segera mengkonsultasikan dirimu ke dokter terdekat untuk mengecek ada tidaknya penyakit ini di tubuhmu.
  • Faktor Hormon
    Penyakit Hashimoto ternyata mempengaruhi sekitar tujuh kali lebih banyak perempuan daripada laki-laki. Ini menunjukkan bahwa hormon seksual wanita mungkin memainkan peranan dalam menyebabkan penyakit ini.

    Selain itu, beberapa wanita memiliki masalah tiroid selama tahun pertama setelah melahirkan. Meskipun masalah  ini biasanya hilang, namun sebanyak 20% dari wanita-wanita ini terkena penyakit Hashimoto bertahun-tahun kemudian.
  • Mengkonsumsi Yodium Berlebih
    Penelitian menunjukkan bahwa penderita Hashimoto biasanya dipengaruhi oleh pengkonsumsian obat-obatan tertentu dan makanan yang terlalu banyak mengandung yodium.

    Sebenarnya Yodium sendiri ialah unsur yang dibutuhkan oleh tubuh Anda untuk membuat hormon tiroid. Namun pengkonsumsian yang berlebihan justru dapat memicu munculnya penyakit tiroid. 
  • Paparan Sinar Radiasi
    Faktor ini juga bisa menjadi penyebab penyakit Hashimoto dikarenakan fakta bahwa di masa lalu di beberapa negara yang sering mengalami perang seperti bom atom di Jepang, kecelakaan nuklir Chernobyl, dan pengobatan radiasi untuk bentuk kanker darah yang disebut penyakit Hodgkin mengalami peningkatan serius akan penyakit tiroid yang disebabkan oleh radiasi. 

Gejala Penyakit Hashimoto

Gejala Hashimoto biasanya ringan pada awalnya dan membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk berkembang. Tanda pertama dari penyakit ini adalah kelenjar tiroid yang seringkali membesar sehingga di Indonesia sering disebut penyakit gondok yang dapat menyebabkan bagian depan leher penderita terlihat bengkak membesar. 

Gondok yang besar tersebut dapat membuat penderitanya sulit untuk menelan. Gejala lain dari penyakit ini biasanya: 

  • Penambahan berat badan
  • Sering merasa kelelahan dan depresi
  • Pucat atau bengkak pada wajah
  • Nyeri sendi dan keram otot
  • Sembelit ( Susah BAB )
  • Selalu merasa dingin karena ketidakmampuan untuk menghangatkan tubuh sendiri
  • Kesulitan hamil
  • Rambutgt;rontok atau menipis, rambut rapuh
  • Siklus menstruasi yang tidak teratur
  • Denyut jantung melambat
  • Peningkatan Kolesterol
  • Kurangnya konsentrasi
  • Pembengkakak pada kaki dan lutut
  • Suara yang serak

Pengobatan Penyakit Hashimoto

Umumnya pada dokter spesialis penyakit dalam akan memberikan para penderita penyakit Hashimoto pengganti hormon (hormon tiroksin sintesis) dengan obat-obatan yang dapat mengatur kadar hormon dan untuk mengembalikan metabolisme normal tubuh. 

Obat-obatan yang diberikanpun akan memiliki dosis yang berbeda-beda setiap pasien tergantung faktor usia, berat badan, tingkat keparahan hipotiroid, ada tidaknya masalah kesehatan lainnya serta obat-obatan lain yang dapat berinteraksi dengan hormon tiroid sintetis. 

Setelah kamu memulai masa pengobatan, biasanya dokter akan meminta kamu untuk rutin cek laboratorium berkala kadar TSH atau tes thyroid-stimulating hormone yang gunanya untuk memantau fungsi tiroid dan membantu memastikan kamu mendapatkan dosis yang tepat. 

Umumnya hormon tiroid bertindak sangat lambat dalam tubuh dan akan diperlukan beberapa bulan untuk menghentikan gejala penyakit tiroid tersebut sehingga ukuran gondok dapat menyusut kecil. Namun bila gondok sudah dalam kondisi besar dan sulit untuk diperbaiki maka mungkin diperlukan tindakan operasi dalam pengobatannya.

Untuk kamu yang mempunyai faktor genetik penyakit tiroid serta memiliki gejala-gejala seperti yang disebutkan diatas hendaknya kamu cepat mengkonsultasikan keadaanmu ke dokter spesialis dalam terdekat agar dapat mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. 

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit