Kesehatan Mulut dan Gigi

Gusi Belakang Bengkak? Ini Yang Harus Anda Lakukan

Update terakhir: Mar 5, 2019 Waktu baca: 2 menit
Telah dibaca 470.157 orang

Pembengkakan gusi bisa terjadi di mana saja, termasuk gusi belakang tempat dimana gigi bungsu tumbuh. Gigi bungsu adalah geraham ketiga yang terletak paling jauh dari bibir. Disebut gigi bungsu karena memang gigi ini tumbuh paling akhir saat seseorang berusia antara 17 - 25 tahun. Gusi belakang bengkak bisa terjadi ketika gigi bungsu akan tumbuh atau  erupsi, terutama bagi Anda yang berada di rentang usia di atas. Namun bagi yang sudah memiliki gigi bungsu, bengkak di gusi belakang bisa jadi akibat masalah gigi yang impaksi, berlubang, infeksi, radang gusi, dan lain-lain. Selengkapnya ketahui penyebab, gejala, dan cara mengatasi gusi belakang bengkak di bawah ini.

Apa penyebab gusi belakang bengkak?

  1. Tumbuh gigi bungsuSaat gigi bungsu hendak tumbuh dan 'menyembul' keluar (erupsi), gusi belakang yang hendak ditembus olehnya mengalami pembengkakan yang disertai rasa sakit, bahkan sakitnya sampai menjalar ke kepala. Tingkat sakit dan durasi pembengkakan bervariasi tiap orang, tergantung ada yang meghalangi erupsi atau tidak.
  2. Impaksi.  Terkadang  gigi bungsu yang erupsi mengalami masalah berupa impaksi. Artinya gigi yang hendak erupsi tersebut tidak memiliki cukup ruang, misalnya terhalangi dengan gigi lain, rahang yang sempit, dan sebagainya sehingga tumbuh miring, tumbuh sebagian atau bahkan gagal keluar. Hal ini akan menimbulkan masalah berupa infeksi berulang, pembengkakan, kista, bahkan beberapa kasus menyebabkan tumor.
  3. Infeksi. Gigi bungsu yang erupsi sebagian atau yang tumbuh miring memungkinkan bakteri untuk memasuki area tersebut melalui sisa-sisa makanan yang tersangkut. Akibatnya infeksi pun dapat terjadi dan disertai pembengkakan, kekakuan rahang, dan rasa sakit. Kondisi ini disebut periocoronitis, penyebab paling umum sakit dan bengkak gusi belakang.
  4. Tumor. Penyebab nyeri yang lebih serius bisa disebabkan oleh tumor atau kista yang terbentuk di sekitar gigi bungsu yang impaksi. Kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan tulang rahang dan gigi sehat lainnya jika tidak dirawat dengan benar.
Masalah yang dapat terjadi pada erupsi gigi bungsu, sumber: lumino.co.nz

Bagaimana cara mengatasi gusi belakang bengkak?

Jika pembengkakan disebabkan atau diperburuk oleh sepotong makanan yang tersangkut di area tersebut, maka menerapkan kebersihan gigi dan mulut yang baik adalah solusinya. Hal ini dapat dilakukan dengan rajin gosok gigi setelah makan dan sebelum tidur. Pastikan tidak ada lagi makanan yang tersangkut. Sebagai tambahan, berkumurlah dengan air garam hangat atau antiseptik oral di pagi dan malam hari. Dengan cara ini pembengkakan akan berkurang dengan sendirinya. Simak juga: Keampuhan Air Garam untuk Menyembuhkan Gusi Bengkak Cara lain untuk mengobati pembengkakan pada gusi belakang:
  • Terapkan kompres es atau kompres dingin langsung di sisi luar pipi yang langsung bersebelahan dengan gusi bengkak
  • Minum obat antiinflamasi nonsteroid yang dijual bebas (NSAID), seperti aspirin atau ibuprofen.
  • Hindari hal-hal yang dapat mengiritasi gusi, seperti alkohol dan tembakau.
Mengalami pembengkakan dan rasa sakit saat gigi bungsu hendak erupsi bukanlah hal yang aneh. Namun bagi yang sudah memiliki gigi bungsu, pembengkakan pada gusi belakang dianggap sebagai masalah. Cara-cara di atas dapat diandalkan untuk kedua kondisi ini. Namun pada kasus gusi belakang yang bengkak berulang atau tak kunjung mereda, sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter gigi untuk mendapatkan solusi terbaik. 

Iklan dari HonestDocs
HonestDocs Health Shop - Pesan Obat Jadi Lebih Mudah!

GRATIS biaya antar obat ke seluruh Indonesia hingga Rp.30,000 (minimum transaksi Rp.50,000)

Medicine delivery 01

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit