Glutaral: Manfaat, Dosis, & Efek Samping

Dipublish tanggal: Feb 16, 2019 Update terakhir: Okt 25, 2020 Tinjau pada Mei 15, 2019 Waktu baca: 3 menit

Kutil adalah pertumbuhan kulit jinak (bukan kanker) yang muncul ketika virus menginfeksi lapisan atas kulit. Virus yang menyebabkan kutil disebut human papillomavirus (HPV). Virus kutil merupakan virus yang menular. Kutil dapat menyebar melalui kontak dengan kutil atau sesuatu yang menyentuh kutil.

Kutil umumnya berwarna sama seperti kulit dan terasa kasar, tetapi bisa menjadi gelap (coklat atau abu-abu-hitam), rata, dan halus. Ada beberapa jenis kutil. Jenisnya ditentukan oleh di mana ia tumbuh pada tubuh dan seperti apa bentuknya.

Kutil biasanya bisa hilang tanpa pengobatan khusus. Hal ini sering terjadi terutama ketika anak-anak mengalami kutilan. Pada orang dewasa, kutil mungkin tidak hilang dengan mudah atau secepat yang terjadi pada anak-anak.  Meskipun sebagian besar kutil tidak berbahaya, namun adanya kutil dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Selain mengatasi kutil, obat glutaral juga dapat mengatasi kondisi mata ikan

Nah, pada artikel ini akan membahas salah satu pengobatan yang dapat digunakan untuk menghilangkan kutil dan mata ikan. Obat tersebut yaitu obat Glutaral. Berikut pembahasan lebih lanjut mengenai kegunaan, dosis dan efek samping obat Glutaral. Selamat membaca.

Mengenai Glutaral

Golongan:

Obat resep

Kemasan:

Solusi

Kandungan:

Glutaraldehyde

Kegunaan obat Glutaral

Obat Glutaral, juga disebut glutaraldehyde, obat ini muncul sebagai cairan tak berwarna dalam bentuk jernih. Obat ini biasa digunakan untuk desinfektan dan obat-obatan. 

Sebagai disinfektan, obat ini digunakan untuk mensterilkan instrumen bedah dan area rumah sakit lainnya. Sebagai obat-obatan, obat ini digunakan untuk mengobati kutil di bagian bawah kaki.

Obat Glutaral efektif terhadap bakteri gram positif dan negatif, beberapa jamur, dan virus termasuk virus hepatitis B dan HIV. Obat ini juga memiliki efek anhidrotik, mengeringkan kutil dan kulit di sekitarnya, sehingga mengurangi penyebaran lesi dan memudahkan pengangkatan kutil yang persisten.

Dosis obat Glutaral

Obat Glutaral tersedia dalam bentuk cair. Obat ini hanya dapat diberikan berdasarkan resep dokter. Berikut dosis obat Glutaral yang biasa digunakan untuk menangani kutilan:

Dosis Topikal / Kulit untuk menghilangkan kutil

  • Dewasa: Sebagai soln 10%: Terapkan ke area yang terdapat kutil sebanyak dua kali sehari
  • Anak: Sama seperti dosis orang dewasa

Bacalah petunjuk penggunaan obat sesuai yang tertera pada kemasan obat atau resep dokter. Simpan dan letakkan obat pada tempat yang sejuk atau pada suhu ruangan. Hindari paparan langsung sinar matahari, jauhkan dari api yang menyala dan jangkauan anak-anak dan binatang peliharaan. 

Periksa dan perhatikan selalu tanggal pemakaian sebelum menggunakan obat Glutaral.

Efek samping obat Glutaral

Seiring dengan efek obat yang digunakan, setiap obat-obatan dapat menyebabkan beberapa efek yang tidak diinginkan, yang kadang-kadang menimbulkan efek yang serius. Namun, setiap orang umumnya dapat menimbulkan reaksi yang berbeda-beda terhadap dosis obat yang sama.

Seperti halnya dalam penggunaan obat Glutaral yang juga memiliki beberapa efek samping, sebagai berikut:

  • Efek samping Signifikan: Iritasi pada mata dan kulit ringan hingga berat
  • Sistem pernapasan: Asma, iritasi sistem pernapasan (mis. Hidung, tenggorokan, paru-paru)
  • Dermatologis: Pewarnaan kulit kecoklatan, dermatitis kontak alergi dan sensitisasi kulit

Jika setelah menggunakan obat Glutaral terdapat tanda dan gejala seperti yang telah disebutkan diatas atau terdapat tanda dan gejala lain yang menetap dan memburuk, segera datangi dokter atau layanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan yang lebih lanjut.

Kontraindikasi obat Glutaral

  • Penerapan untuk wajah dan daerah anogenital, kulit rusak, dan tahi lalat
  • Orang dengan sirkulasi darah yang buruk di tangan dan kaki, seperti penyakit pembuluh darah perifer

Perhatian dan peringatan terhadap obat Glutaral

Hindari penggunaan obat ini untuk penderita yang memiliki riwayat alergi terhadap obat Glutaral atau riwayat alergi obat-obatan lainnya.

Saat menggunakan obat ini, hindari kontak dengan mata, kulit yang rusak atau meradang dan selaput lendir.

Penderita diabetes harus berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan obat ini khususnya pada daerah kaki, karena diabetes dapat menyebabkan masalah pada kaki.

Keamanan obat ini selama kehamilan dan menyusui belum ditetapkan. Konsultasikan kembali ke dokter mengenai manfaat dan resiko penggunaan obat ini saat kondisi tersebut.

Obat Glutaral merupakan obat yang mudah terbakar. Jangan menggunakannya di dekat api atau sumber panas lainnya, atau saat merokok.

Hindari penggunaan produk ini pada area kulit yang luas, karena hal ini dapat menyebabkan penyerapan dalam jumlah yang cukup untuk menyebabkan efek yang buruk.

Jangan menambah atau mengurangi penggunaan obat tanpa ada saran dan anjuran dari dokter. Karena hal tersebut dapat memperburuk efek samping yang ada.

Jika setelah menggunakan obat ini tidak terdapat perbaikan atau terjadi perburukan terhadap kondisi kesehatan Anda. Segera konsultasikan kembali ke dokter untuk mendapatkan pengobatan yang lebih baik. Semoga bermanfaat.


10 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Glutaraldehyde - C5H8O2. U.S. National Library of Medicine National Center for Biotechnology Information. (https://pubchem.ncbi.nlm.nih.gov/compound/Glutaraldehyde)
Glutaraldehyde. Centers for Disease Control and Prevention (CDC). (https://www.cdc.gov/niosh/topics/glutaraldehyde/default.html)
Glutarol 10% w/v Cutaneous Solution - Summary of Product Characteristics (SmPC). electronic medicines compendium (emc). (https://www.medicines.org.uk/emc/product/3758/smpc)

Artikel ini hanya sebagai informasi obat, bukan anjuran medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter atau apoteker mengenai informasi akurat seputar obat.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app