Neuroblastoma - Penyebab, Gejala dan, Pengobatan

Update terakhir: Jul 6, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 746.264 orang

Neuroblastoma merupakan penyakit yang paling sering dijumpai pada anak-anak. Penyakit ini biasanya menyebabkan keluhan sakit perut dangt;pembengkakan pada bagian yang sakit.

Hasil statistik menunjukkan sekitar 75% dari penderita Neuroblastoma berusia kurang dari 5 tahun dan lebih sering terjadi pada anak laki-laki. Mari kenali lebih lanjut gejala dan ciri-ciri dari tumor berikut...

Apa itu Neuroblastoma?

Neuroblastoma adalah jenis kanker Neuroendokrin langka yang paling sering berasal dari kelenjar Supra Renal akan tetapi dapat dijumpai di sepanjang jalur sistem saraf Simpatis.

Penyebab penyakit ini belum diketahui secara pasti, namun diyakini oleh karena mutasi genetik pada sel normal yang terus tumbuh hingga akumulasi sel-sel abnormal membentuk tumor. Neuroblastoma terjadi ketika Neuroblast gagal menjadi sel saraf dewasa. Jenis tumor ini tumbuh dari sel-sel saraf yang belum matang dan dapat berkembang di beberapa bagian tubuh.

Beberapa kasus Neuroblast dapat menghilang, akan tetapi dapat juga berakumulasi membentuk tumor Neuroblastoma. Neuroblastoma merupakan tumor yang paling sering terjadi pada anak-anak di bawah usia 5 tahun dan termasuk penyakit ganas yang memiliki angka kematian cukup tinggi.

Neuroblastoma sering muncul pada bagian Adrenal Perut. Adrenal merupakan sistem pada tubuh yang menyebabkan perubahan denyut jantung, penyebab hipertensi, serta merangsang hormon tertentu pada tubuh. Bukan hanya adrenal, akan tetapi Neuroblastoma juga dapat menyebar ke bagian lain seperti dada, leher, kelenjar getah bening, tulang, hati, sumsum tulang dan lainnya.

Penyebab Neuroblastoma

Penyebab pasti dari Neuroblastoma belum diketahui sepenuhnya, akan tetapi kasus Neuroblastoma berkaitan dengan mutasi gen tertentu. Selain itu penyebab Neuroblastoma juga dikaitkan dengan adanya kemungkinan atopi dengan infeksi pada masa janin, penggunaan hormon , obat-obatan pada saat kehamilan.

Gejala klinis Neuroblastoma

Gejala Neuroblastoma beragam tergantung pada tingkat dan penyebaran tumor. Gejala awal yang muncul biasanya seperti pasien merasa lelah, hilang nafsu makan, perut terasa kembung, demam dan nyeri tulang. Sedangkan gejala-gejala yang berhubungan dengan penyebaran tumor meliputi:

1. Distensi perut, menandai kanker berasal dari perut dan diikuti dengan rasa penuh pada perut, sulit buang air besar dan tekanan darah dapat meningkat

2. Nyeri tulang, menandai terjadinya hubungan dengan penyakit Metastasis

3. Proptosis dan Ecchymosis Periorbital, sangat umum terjadi pada pasien berisiko tinggi dan menandai adanya Metastasis

4. Gangguan pernapasan, kanker telah menyebar ke organ paru-paru

5. Benjolan pada kulit, disebabkan oleh kanker yang menyebar ke bagian kulit

6. Kelumpuhan, kanker Neuroblastoma dapat menyerang foramen saraf dan sumsum tulang belakang

7. Gejala Anemia, karena kurangnya sel darah merah dalam tubuh

8. Memar, hal ini disebabkan karena berkurangnya jumlah sel darah putih pada penderita

9. Sindrom Horner, disebabkan oleh Neuroblastoma di Ganglion Stellata

10. Perubahan defekasi dan buang air kecil, karena kompresi Spinal Cord dari tumor Paraspinal

Gejala lain yang mungkin muncul adalah kulit pucat, lingkaran hitam di sekeliling mata, rasa lelah berlebihan, demam naik turun, rasa nyeri gangguan pencernaan berupa diare, keluarnya keringat berlebihan. Gejala neuroblastoma bervariasi sehingga tidak dapat disamakan pada setiap orang.

Diagnosis Neuroblastoma

Ada beberapa evaluasi diagnostik untuk mengetahui kejelasan penyakit Neuroblastoma meliputi:

1. Pemeriksaan Laboratorium

- Lactate Dehydrogenase: nilai serum LDH dapat digunakan untuk memonitor aktifitas penyakit tumor

- Urine Katekolamin Metabolit: eksresi urin dapat digunakan untuk menentukan kekuatan dan aktifitas tumor. Hasil metabolit katekolamin urin biasanya meningkat sekitar 90-95% pada pasien Neuroblastoma.

2. Pemeriksaan Radiologi

- CT scan umumnya digunakan sebagai modalitas untuk evaluasi lebih lanjut Neuroblastoma.

- Ultrasound lebih sering digunakan sebagai penilaian awal sejak suspeksi awal karena akurasinya yang kurang begitu tepat dibandingkan dengan CT

- MRI merupakan pemeriksaan yang sangat penting untuk mendapat diagnosis dan staging dari Neuroblastoma.

3. Pemeriksaan Bone Marrow

Jenis pemeriksaan ini sangat berguna untuk mendeteksi penyebaran Bone Marrow pada Neuroblastoma.

Pengobatan Neuroblastoma

Pengobatan Neuroblastoma bergantung pada lokasi, usia serta tingkat penyebaran tumor. Salah satu pengobatan yang biasa dilakukan adalah operasi pembedahan untuk reseksi tumor.

Akan tetapi, apabila ukuran tumor sangat besar, tidak dapat direseksi atau telah menjalar ke sistem tubuh lainnya, maka kemoterapi akan dianjurkan sebagai pengobatan yang paling efektif.

Selain itu, terapi penyinaran juga dapar dilakukan sebagai pilihan pengobatan. Neuroblastoma dengan stadium tinggi akan sulit diobati dan membutuhkan perawatan yang intesif.

Jika anak Anda memiliki gejala -gejala mencurigakan, terlebih apabila memiliki riwayat Neuroblastoma pada keluarga, maka amat sangat dianjurkan untuk segera konsultasikan ke dokter Anda untuk pemeriksaan lebih lanjut dan pencegahan awal.


Referensi

Louis, C. Shohet, J. (2014). Neuroblastoma: Molecular Pathogenesis and Therapy. Annu Rev Med. 66, pp. 49–63.

Maris, J. (2010). Recent Advances in Neuroblastoma. N Engl J Med. 362(23), pp. 2202–2211.

Mayo Clinic (2018). Diseases & Conditions. Neuroblastoma.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit