Laringitis - Tanda, Penyebab, Gejala, Cara Mengobati

Dipublish tanggal: Feb 28, 2019 Update terakhir: Nov 6, 2020 Tinjau pada Jul 31, 2019 Waktu baca: 3 menit

Laringitis merupakan peradangan pada organ laring atau pita suara yang disebabkan oleh infeksi. Hampir dari semua peradangan pada pita suara disebabkan oleh infeksi virus seperti virus Influenza, Parainfluenza, Rhinovirus, dan Adenovirus.

Laringitis juga disebabkan oleh peradangan pada saluran pernapasan pada hidung dan faring yang menyebar menuju pita suara. Gejala khas dapat ditimbulkan pada penyakit laringitis sehingga diperlukan terapi yang tepat untuk meredakan gejala.

Fungsi laring

Laring atau pita suara  merupakan salah satu saluran pernapasan bagian atas berbentuk segitiga yang terdiri dari kartilago dan tulang hioid. Laring bergerak dengan kerja otot-otot di sekitarnya.

Selain itu laring juga dikelilingi saraf-saraf dan pembuluh darah.  Laring memiliki banyak fungsi pada mulut kita terutama sebagai respon suara, respirasi, dan menelan. Laring memiliki fungsi untuk mencegah makanan masuk ke dalam trakea dan mengatur ritme dan tinggi rendah suara.

Penyebab Laringitis

Munculnya penyakit Laringitis tidak hanya disebabkan oleh infeksi. Faktor yang menimbulkan penyakit ini antara lain:

  • Trauma pita suara
  • Penggunaan suara yang berlebihan (teriak, menyanyi)
  • Cuaca
  • Alergi
  • Merokok

Virus telah menjadi penyebab peradangan pada pita suara. Infeksi virus menyebabkan Laringitis akut. Laringitis akibat virus sering terjadi pada musim dingin sehingga pervalensinya meningkat terutama pada anak-anak.

Beberapa kasus laringitis didahului peradangan saluran pernapasan atas lainnya seperti Faringitis dan demam. Alergi yang menyebabkan Laringitis merupakan akibat dari rangsangan kelenjar mukus yang menyumbat aliran napas.

Gejala laringitis

Gejala yang ditimbulkan pada Laringitis akut antara lain:

  • Lelah
  • Demam lebih dari 38 derajat
  • Nyeri saat menelan dan berbicara
  • Batuk kering atau berdahak
  • Peradangan pada hidung dangt;tenggorokan 

Selain itu tedapat juga gejala Laringitis Kronis antara lain:

  • Suara serak
  • Rasa tersumbat pada tenggorokan
  • Sesak napas 

Munculnya Laringitis Kronis sering disebabkan peradangan pada saluran napas seperti Bronkitis, Septum Deviasi, dan Polip hidung yang menyumbat jalur napas dan meningkatkan produksi mukus.

Diagnosis penyakit laringitis

Untuk memastikan suatu penyakit tentu perlu dilakukan pemeriksaan penunjang seperti halnya pada penyakit laringitis. Pemeriksaan penunjang diagnosis yang dilakukan antara lain:

  • Rontgen
  • Pemeriksaan darah lengkap
  • Laringoskopi

Pemeriksaan rontgen x-ray digunakan untuk menilai adanya kelainan pada laring. Penemuan paling sering pada Laringitis yaitu Steeple Sign.

Infeksi menjadi indikasi pada awal munculnya laringitis atau penyakit peradangan lainnya yang mendahului. Munculnya infeksi dapat dinilai dari pemeriksaan darah seperti meningkatnya sel darah putih.

Laringoskopi merupakan alat yang dimasukkan ke dalam mulut agar dapat melihat organ laring secara detil. Pada laringitis ditemukan lapisan laring yang kemerahan dan bengkak.

Pengobatan penyakit Laringitis

Penyakit Laringitis dapat ditangani dengan istirahat dan obat-obatan. Beberapa terapi yang membantu memulihkan gejala antara lain:

  • Istirahat bicara
    Istirahat bicara membantu memberikan waktu pada otot-otot laring untuk beristirahat agar dapat mengurangi gejala sehingga suara dapat kembali. Biasanya istirahat bicara dilakukan selama 2 hingga 3 hari.

  • Menghindari bahan iritan
    Beberapa bahan iritan seperti rokok, minuman bersoda, makanan pedas dapat memperlambat penyembuhan penyakit. Usahakan untuk menghindari bahan iritan tersebut.

  • Menghidup udara lembab dan hangat
    Sumbatan pada daerah hidung dapat diredakan menghirup bahan mint untuk melegakan pernapasan.

  • Obat-obatan
    Jika Laringitis tidak sembuh dengan pengobatan mekanis maka dapat diberikan obat-obatan agar gejala cepat hilang. Obat yang sering digunakan antara lain:
  1. Obat Dekongestan yang berfungsi untuk mengurangi lendir di hidung dan tenggorokan akibat batuk pilek (common cold)
  2. Obat Parasetamol untuk mengurangi nyeri pada tenggorokan dan sakit kepala
  3. Obat Antibiotik seperti Ampisilin atau Kloramfenikol Intravena apabila Laringitis disebabkan oleh suatu infeksi
  4. Kroktikosteroid untuk mengurangi inflamasi dan mempercepat penyembuhan
  • Operasi
    Apabila penyakit ini menyebabkan sumbatan kronis pada laring maka perlu dilakukan operasi yang dinamakan trakeostomi atau pemasangan tuba endotrakeal untuk membuka jalur napas. 

Penyakit Laringitis yang ditangani dengan cepat tidak akan menimbulkan gejala lebih berat dan dapat sembuh total. Pencegahan pada faktor penyebab merupakan cara utama agar terhindar dari penyakit yang menimbulkan peradangan pada sistem pernapasan.


36 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.

Artikel ini hanya sebagai informasi awal mengenai kondisi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app